Perjalanan Ke Kanazawa Jepang : Predikat Sebagai Kota Emas - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Perjalanan Ke Kanazawa Jepang : Predikat Sebagai Kota Emas

Liburan musim dingin yang lalu aku sempat melakukan perjalanan ke Kanazawa Prefecture (金沢), ini sebenarnya menjadi salah satu dari rangkaian perjalananku menuju ke Shirakawa go di Prefektur Gifu. Berikut ini adalah kisah perjalananku di Kanazawa:

Selain buat jalan-jalan aku memang berniat untuk mengunjungi dan bersilaturahmi ke teman-teman di Jepang, sekedar menyapa biar nggak cuma kenal online saja. Salah satunya aku jadi ketemu om Yudawa Suseno, guru aku di dunia blogging dan IM yang sekarang mengelola blog Livin' Kanazawa.
Gerbang Iconic di Kanazawa Station

Menuju Ke Kanazawa 

Aku berangkat ke Kanazawa menggunakan salah satu tiket andalan para sudra level traveller yaitu seishun 18 kippu. Secara singkat tiket ini merupakan paket yang termurah untuk transportasi kereta di Jepang.

Karena murah jadi ada kelemahannya, kelemahannya ialah memakan waktu yang sangat lama untuk sampai ke Kanazawa. Tiket 18 kippu ini hanya memungkinkan kita untuk mengakses kereta jenis Rapid ataupun Local Train saja, sehingga perjalnan ke Kanazawa dari Okayama memakan waktu hingga 8 jam perjalanan. Ini tergolong sangat lambat jika dibandingkan dengan menggunakan Shinkansen dan  yang hanya butuh 3.5 jam, bahkan kurang dari setengahnya. Harganya untuk 18kippu (8 jam perjalanan) ialah ¥2500 sedangkan untuk shinkansen (3.5 jam) ialah ¥7340.

Yah begitulah kalau tiket murah, di Jepang kualitas akan selalu sesuai dengan harga yang kita bayarkan.

Stasiun Kanazawa

Sebenarnya aku sampai di stasiun Kanazawa pas malam dan hujan jadi agak susah untuk jalan-jalan ke tempat-tempat unik di sekitar stasiun. Akhirya aku putuskan untuk cari tempat makan di dekat stasiun. 

Stasiun Kanazawa ini sangat besar, padahal Kota Kanazawa sendiri tidak terlalu besar, biasa aja seperti Okayama, tetapi stasiunnya sangat besar dan terlihat sangat iconik. Mungkin alsan membangun stasiun besar ini untuk menjadikan kawasan wisatanya hidup, terutama karena banyak yang ke Kanazawa untuk menuju ke Shirakawa-go.

Setelah berkeliling stasiun akhirnya aku menyerah dan memutuskan untuk makan soba (mie rebus). Di kedai soba aku ketemu orang Indonesia sekeluarga, kami mengobrol sebentar dan aku tahu kalau mereka adalah wisatawan. Jadi gini yah, kalau pembaca sekalian ialah wisatawan dan kebetulan datang ke Jepang, please jangan neko-neko banget. Senang boleh, sudah bisa mencapai Jepang, tapi sebaiknya tetap lihat sekitar dan berperilakulah seperti orang Jepang. 

Jadi orang yang aku temui ini pesan makanan di kedai soba, pesannya banyak, syaratnya banyak (dg bahasa inggris), setelah makanan datang mereka minta berbagai macam bumbu semuanya dimasukkin. Ini sebenarnya kurang sopan kalau di Jepang, karena umumnya rasa soba itu sudah ditakar sesuai standard 'enak' oleh chef-nya. Menambahkan soba dengan beragam bumbu yang tidak disajikan itu sama dengan bilang 'Nih kurang sedap, bumbunya kurang pas', padahal aslinya itu karena lidah kita yang emang nggak begitu ngerti rasa. 

Selain pesanannya yang membuat bingung penjaga kedai, turis ini juga ribut sekali di meja makannya. Melihat kelakuannya ini aku memutuskan untuk tidak terlalu banyak ngobrol dengan mereka (gua malu busett X)

Setelah makan aku bersiap dan dijemput oleh Om Yudawa. 

Wisata di Kanazawa Kota Emas

Aku mencoba mengepress biaya jalan-jalanku ini, sehingga ngikut nginep di rumah Om Yudawa. Dan beruntungnya jadwal beliau lagi kosong dan bisa ngajak jalan-jalan disekitar Kanazawa.  

Sejujurnya aku nggak tahu banyak tentang Kanazawa, sebelum datang ke kota ini aku jug anggak sempat melihat-lihat informasinya di Internet. Ya katanya sih:
Just go for spontaneous trip, because well planned trip never happened!
Karena aku hanya bisa menikmati Kanazawa satu hari saja, jadi langsung ditawarin untuk mengunjungi tempat-tempat wisata terkenalnya saja. Inilah beberapa tempat terkenalnya kota emas Kanazawa:

Higashi Chaya

Tempat wisata ini memiliki konsep kota zaman dahulu, persis seperti Kota Kurashiki yang ku tuliskan sebelumnya di postingan Kurashiki : Kota sejarah di Okayama. Karena kami datang pada saat pagi hari, dan kebetulan waktu itu sedikit turun salju, maka tempat wisata ini sangat sepi bahkan terasa hening.

Beberapa hal yang berbeda dari Kurashiki diantaranya ialah Higashi Chaya ini hidup pada hiburan malam-nya. Jadi sederetan tempat di Higashi Chaya ini adalah semacam bar mini tradisional Jepang yang telah bertahan puluhan tahun lamanya. Jika pada siang hari tempat ini didominasi oleh turis-turis baik domestik maupun mancanegara, ketika malam hari banyak sekali orang lokal yang juga berkunjung kesini.

Rata-rata mereka berkunjung setelah jam kerja (malam hari), kemudian menghabiskan 2-3 jam untuk mabuk-mabukan melepas stress di bar tradisional, mirip sekali dengan budaya di distrik Gion di Kyoto. Ini merupakan budaya yang telah berkembang puluhan tahun lamanya sehingga menarik banyak wisatawan. Yang paling menarik ialah walaupun pada konsepnya ini adalah bar, namun di luar tempat hiburan jalan-jalan akan tetap sunyi.

Hal lainnya yang berbeda dan unik di Higashi Chaya ialah souvenir yang dijual di tempat ini didominasi dengan souvenir kerajinan dari emas. Jepang selalu sangat serius dalam mengerjakan "icon khas" setiap kotanya. Kanazawa yang dikenal sebagai tempat tambang emas sejak era kekaisaran dulu terus mengembangkan kerajinan emas hingga saat ini.
Baca Juga: Tour Gratis Pembuatan Katana di Jepang

Jika dulu mereka terkenal dengan kertas emas dan beragam kerajinan uniknya, sekarang bahkan memiliki makanan-makanan yang dilapis/mengandung emas. Aku nggak beli sih makanan emas-nya, berasa bersalah aja gitu pas makannya (alasan untuk gembel yang gak punya duit).

Beberapa foto yang aku ambil di tempat ini:

Setelah sekitar 1 jam lebih berkeliling di Higashi Chaya, karena bertepatan hari Jum'at kami memutuskan untuk sholat Jumat di masjid Kanazawa.

Kenroku-en

Setelah selesai Jumat-an  di Masjid kami melanjutkan perjalanan ke Kenrokuen, taman kebanggaan Prefektur Kanazawa. Kenroku-en ini termasuk dalam salah satu dari tiga taman terbesar di Jepang bersamaan dengan Kairaku-en di Ibaraki dan Koraku-en di Okayama (tempatku tingal). Jadi dengan mendatangi Kenroku-en siapa tahu aku bisa melengkapi kunjungan ke tiga taman terbesar di Jepang, Nihonsanmeien (日本三名園).

Sesuai predikatnya taman ini sangat indah dan luas sekali. Jika dibandingkan dengan Koraku-en milik Okayama, tempat ini lebih rimbun dan dipadati dengan pepohonan. Jadi masuk ke dalamnya seperti masuk ke masa kanak-kanak-ku di Kalimantan dulu. Bedanya ialah banyak orang yang mendatangi tempat ini.

Salah satu yang paling ingin aku lihat (dan kebetulan nggak bisa) ialah koleksi sakura di Kenrokuen. Katanya ini adalah salah satu taman dengan koleksi sakura terlengkap, tetapi karena aku datang pada musim dingin (fuyu) jadinya nggak bisa lihat sakura.

Walaupun nggak bisa lihat sakura, tetapi tempat ini tetap punya keunikan dan daya tarik tersendiri. Terutama pada saat musim dingin, dimana Kanazawa termasuk daerah yang sangat bersalju, dan salju ini cenderung padat, maka di pohon-pohon dan tanaman hias akan dipasang curah-curah (Yukitsuri). Inilah beberapa foto yang sempat aku ambil di Kenrokuen:
A post shared by Huda (@hudatnt) on

A post shared by Huda (@hudatnt) on

A post shared by Huda (@hudatnt) on

Kanazawa Jo

Tempat wisata ini berada di sebelah Kenroku-en, ini tata kota yang umum di Jepang, taman pasti berdekatan dengan kastil. Jadi setelah selesai dari Kenrokuen aku bisa langsung menuju ke Kanazawa-Jo atau Kastil Kanazawa.

Awalnya aku kira kastil Kanazawa ini kecil makanya tidak terlihat dari luar, ternyata setelah masuk aku baru diceritakan kalau Kanazawa-Jo ini sebenarnya sudah roboh terbakar. Karena setelah terbakar tidak ada blueprint kastilnya maka tidak bisa dibangun lagi.

Dari peristiwa terbakarnya kastil itu, yang menarik ialah Kanazawa menjadi sangat waspada dengan kebakaran dan menempatkan pemadam kebakaran sebagai salah satu instansi yang sangat unggul di perfekturnya. Mereka bahkan memiliki festival khusus untuk atraksi pemadam kebakaran ini. Keren!
Baca Juga: Indahnya Musim gugur di Tsuyama Castle

Walaupun kastilnya sudah terbakar habis, tetapi ada beberapa gedung di sekitar Kanazawa Jo yang cukup menarik untuk difoto, ini beberapa diantaranya:
A post shared by Huda (@hudatnt) on

A post shared by Huda (@hudatnt) on


Sebenarnya ada beberapa tempat lagi yang bisa dikunjungi di Kanazawa, tetapi karena saat itu waktunya terbatas jadi aku cuma ke tiga tempat saja. Selain itu museum seni yang ada dekat Kanazawa Castle juga sedang tutup karena menjelang tahun baru. Perjalananku selanjutnya ialah menuju ke Shirakawa Go di Gifu Prefecture.

Thanks for Reading. 
Share if you like it!
 
Back To Top