Bagaimana Kalau Terlambat Masuk Kelas di Jepang? - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Bagaimana Kalau Terlambat Masuk Kelas di Jepang?

Sejak aku SD dulu, Negeri Sakura sudah terkenal kalau orang-orangnya disiplin dan sangat menghargai waktu. Dulu guru-guruku di SD selalu mengingatkan untuk disiplin waktu seperti orang-orang Jepang.

Biasanya kami selalu mendapatkan cerita-cerita tentang betapa orang Jepang sangat menghargai waktu dan disiplin di pagi hari, tepat setelah mendapat sabetan kayu jambu atau penggaris papan tulis. Sudah pasti karena ada yang terlambat masuk kelas. Inilah yang menyebabkan cerita tentang betapa disiplinnya orang Jepang tertanam dibenakku.
Terlambat Masuk Kelas di Jepang

Adakah Mahasiswa Jepang yang Terlambat?

Pertanyaan ini harus aku jawab: Ada!. Orang jepang juga ada yang terlambat, yah namanya juga manusia kan ada beragam perilakunya.

Sebagian besar mahasiswa Jepang tidak akan mengulangi keterlambatannya. Artinya mungkin mereka terlambat sekali waktu, tapi kemudian berikutnya tidak akan terulang lagi. Walaupun tetap ada juga yang terlambat terus-terusan, karena nggak pernah ditegur jadinya kebiasaan berlanjut.
Baca Juga: Pendidikan Karakter Anak di Jepang


Apa yang Terjadi Kalau Terlambat Masuk Kelas di Jepang?

Tahun lalu aku masih kuliah, artinya masih ada kelas yang harus aku ikutin untuk dapat kredit. Jadi sempat merasakan suasana kelas di Jepang.

Di Kelas S2

Sebenarnya kelasku ini agak mengejutkan juga menurutku. Karena memang ada anak yang terlambat ketika masuk kelas. Kemudian ada juga yang tertidur di kelas. Bahkan ada yang sampai terkenal kalau bakalan tertidur setelah 30menit kelas dimulai (clue:ini bukan aku). *senseiku cerita

Jadi ini cukup mengejutkan buatku. Seolah-olah cerita tentang betapa masyarakat Jepang itu disiplin dan memiliki semangat belajar tinggi itu khayal belaka.

Tetapi ternyata memang kelas di kampus, apalagi S2 itu tidak bisa sepenuhnya dijadikan acuan. Karena sekali lagi, ada banyak tipe-tipe manusia. Dan di level S2 kita sudah dianggap dewasa dan tahu hal-hal yang benar dan yang salah, sudah dianggap paham skala prioritas dan mengerti akan betapa pentingnya untuk tepat waktu.

Oleh karena itu kalau terlambat di Kelasku ini, pada umumnya dibiarkan. Tidak akan ada peringatan ataupun apa-apa. Aku nggak pernah lihat professor memanggil mahasiswa yang terlambat. Dua semester, beberapa orang terlambat dan tidak ada satupun yang ditegur. Begitulah kelasku di S2.

Tak hanya terlambat, bahkan yang tertidur di kelas juga dicuekin. Tidak ada prosesi dibentak, diomelin, dihukum dan dihinakan sama sekali. Semua berlangsung damai.

Tetapi dibalik itu semua, pasti ada penilaian yang akan berkurang. Akan jatuh nilainya jika terlalu sering terlambat. Artinya professor tetap memberikan sanksi kepada yang terlambat dalam bentuk nilai yang jeblok.
Baca Juga: Kuliahku Awesome, Atom, Autumn!

Di Kelas S1

Karena tidak mau mengeneralisir begitu aja, aku akhirnya tanya ke teman yang kuliah S1 di Jepang. Ternyata sesuai dugaanku di S1 berbeda perlakuan bagi mahasiswa yang terlambat ini. 

Setiap professor memiliki hak penuh untuk memimpin dan mengarahkan kelasnya. Oleh karena itu mereka memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengarahkan kelas mereka dan termasuk perlakuan yang berbeda-beda bagi mahasiswa yang terlambat. 

Beberapa perlakuan yang mungkin terjadi kalau kalian terlambat di kelas S1 di Jepang ialah: 
1. Silent Kill. Tipikal professor ninja ini sangat banyak jumlahnya, dan mereka ini biasanya yang paling bahaya. Soalnya kalau kamu terlambat bakalan dibiarin dan diizinkan mengikuti kelas seperti biasa tetapi kemudian nilai sudah pasti akan jeblok. Dan di akhir semester kamu akan menyesalinnya.

2. Black List. Tipikal professor ini jarang ditemuai tetapi masih ada di beberapa kampus. Mereka ini mempunyai catatan presensi yang berbeda. Dia sengaja menyiapkan presensi khusus untuk mahasiswa yang terlambat. Jadi kalau kamu terlambat kamu akan jelas-jelas ada di daftar terlarang. 

3. Warning! Tipikal professor ini yang biasanya paling disukai mahasiswa karena kalau terlambat akan dipanggil maju, ditanya kenapa terlambat dan diperingatkan kalau nilainya berkurang dan diminta tidak melakukan (terlambat) lagi. Ini disukai karena dinilai perhatian terhadap mahasiswanya, dan jumlah mereka cukup banyak di kampus. 

4. Death Note. Tipikal professor yang paling menyeramkan bagi mahasiswa. Kalau kamu terlambat di kelasnya, kamu bakalan disuruh maju, ditanyain, dicatat namamu dan dikeluarkan dari kelas. Untungnya jumlah professor seperti ini sangat sedikit, bahkan langka untuk ditemui. 

Dalam bayangan kalian pasti yang nomor 4 adalah yang paling sadis kan? Tapi menurutku nggak. Ada banyak dosen yang lebih sadis di Indonesia. 

Tipikal professor Death Note ini aku kira pasti dosen yang galak, tetapi ternyata nggak juga. Jadi prosesi dipanggil, disuruh maju, ditanyain hingga dikeluarkan dari kelas  yang dia lakukan itu dilakukan dengan sopan. Sama sekali tidak dipermalukan di depan kelas ataupun dibicarakan setelah keluar dari kelas. 

Jadi pada umumnya ada dua perlakuan standard yang dilakukan professor di Jepang ketika kamu telat masuk kelasnya. Pertama ialah kamu akan tetap diperlakukan dengan sopan, yang kedua nilai kamu akan berkurang karena kamu terlambat. Menurutku ini fair.

Terlambat Masuk Kelas di Indonesia

Siswa Terlambat

Kalau di SD dulu anak-anak 90an pasti akrab dengan alam, karena ketika terlambat masuk kelas kita dikenalkan betapa sakitnya kayu jambu, batang rotan ataupun penggaris kayu. Ini hukuman yang sangat umum, bahkan bisa dikatakan natural, 100% organik dari alam. XD

Sekarang mungkin pendidikan 100% organik ini sudah hilang. Mungkin hukuman-hukuman sekarang hanya membersihkan toilet ataupun mencabut rumput di lapangan, atau lebih mudah? Ahh.. Lemah!

Mahasiswa Terlambat 

Di Indonesia perlakuan untuk mahasiswa yang terlambat juga bervariasi. Namun ada beberapa hal yang berbeda dari Jepang. 

Perlakuan terburuk yang didapat mahasiswa telat masuk di Indonesia ialah bakalan dipermalukan di depan kelas, diomelin kemudian dikeluarin dari kelas. Ini jelas lebih sadis dibandingkan di Jepang. 

Ada lagi yang lebih sadis, kalau kita yang terlambat bakalan dipermalukan, dihukum dan dihinakan, sementara ketika beliau yang terlambat seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Minta maaf pun nggak. 

Tapi dari itu semua aku sudah mengalami yang lebih keji, kalau kita yang terlambat bakalan diomelin dan dipermalukan, kemudian ketika beliau yang terlambat tetap kami sekelas juga yang kena marah setengah jam penuh. Kami dimarahin dengan dalih tidak membaca buku ketika dia terlambat masuk kelas. What? Ini kalau nggak dosen ajaib nggak bakalan begini perilakunya. 

Yap itulah beberapa perlakuan kalau terlambat masuk kelas di Jepang. Tapi ini semua tidak berlaku untuk dunia kerja. Untuk dunia kerja di Jepang, urusan terlambat ini sangat ketat aturannya, dan seringkali hukumannya sangat ekstrim. 

Tulisan ini semua subjektif yang pernah aku alami dan ketahui saja, selebihnya mungkin akan berbeda-beda di setiap kondisi. Yang pasti overall Jepang layak sekali menjadi salah satu negara paling disiplin dan paling menghargai waktu. Dan ini harus kita contoh. 

Share if you like it!
Thanks for reading Myst!
 
Back To Top