Rahasia Di Balik Nama Laut Mati - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Rahasia Di Balik Nama Laut Mati

Beberapa waktu yang lalu aku mengikuti sebuah pembahasan di startalks radio tentang garam. Inti dari pembahasan ini ialah betapa berpengaruhnya garam dalam sejarah ummat manusia. Dalam pembahasan ini dibahas sedikit tentang "Dead Sea" atau Laut Mati, dan ini yang menjadi ide awal aku menulis Rahasia di Balik Nama Laut Mati.
Laut Mati

Apa Itu Laut Mati?

Laut mati merupakan jenis "hypersaline sea" atau lautan yang memiliki kandungan garam yang jauh lebih tinggi daripada air garam di samudera. Laut Mati berlokasi di perbatasan antara Israel, Yornadia dan Palestina. Karena kandungan senyawa kimia garam yang tinggi maka air di lautan ini memiliki massa jenis yang jauh lebih besar sehingga manusia dapat mengapung di atasnya tanpa bantuan alat apapun. Proses terjadinya laut mati sama dengan penjelasanku sebelumnya tentang "Mengapa Air Laut Asin", hanya saja dalam kasus ini jumlah airnya jauh lebih sedikit sehingga garam yang terlarut menjadi sangat pekat.

Mengapa diberi Nama Laut Mati?

Nama laut mati sendiri sebenarnya berasal dari sifatnya, yaitu tidak dapat ditinggali oleh hewan maupun tumbuhan. Karena kadar garamnya yang terlalu tinggi, air di tempat ini tidak dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup apapun. Seperti yang pernah aku jelaskan dalam artikel "Apakah Zombie Mungkin Terjadi?", bahwasannya garam yang berlebihan dapat merusak sel makhluk hidup karena akan menyerap air terlalu banyak dan menyebabkan dehidrasi. Ini membuat makhluk hidup akan mati di Laut Mati.

Apakah Benar-Benar Tak Ada Organisme yang Bisa Hidup Di Laut Mati?

Dari penjelasan di atas, jadi apakah tidak ada makhluk hidup yang bisa hidup di laut mati? Jika kita hanya melihat makhluk hidup ialah dari Kingdom Animalia, Plantae dan Fungi, maka benar-benar tidak ada yang bisa hidup di laut mati.

Namun jika yang dimaksud makhluk hidup ialah termasuk mikroorganisme dan bakteri, para ilmuwan telah mengkonfirmasi bahwa banyak bakteri dan mikroorganisme yang mampu hidup di laut mati. Ilmuwan dari Max Plank Institute, di Jerman meneliti tentang keberadaan makhluk hidup di dasar laut mati, dan mereka menemukan spesies-spesies bakteri baru. Fakta ini mengkonfirmasi kalau ada makhluk hidup di laut mati.

Haruskah Berganti Nama?

Hasil investigasi dari tim peneliti Max Plank Institute membuktikan bahwa laut mati ternyata tidak benar-benar mati. Dalam kacamata sains laut mati memiliki makhluk hidup, walaupun itu hanya berupa mikroorganisme dan bakteri.

Maka nama Laut Mati atau "Dead Sea" secara saintifik tidak lagi relevan dengan penemuan ilmiah yang ada saat ini. Laut mati diberi nama laut mati karena keterbatasan orang-orang di masa lampau untuk melihat keberadaan mikroorganisme, inilah yang menyebabkan mereka menyimpulkan kalau danau ini pantas mendapat nama Laut Mati. Padahal kenyataannya? Nggak benar-benar mati kok!

Dalam hal ini memang tidak akan ada perubahan nama dari "Dead Sea" atau laut mati, karena memang sudah sangat terkenal sebagai laut mati.

Thanks for Reading Myst

Ref
http://news.nationalgeographic.com/news/2011/09/110928-new-life-dead-sea-bacteria-underwater-craters-science/
 
Back To Top