Pengalaman Iphone Hilang di Jepang (Kisah Nyata) - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Pengalaman Iphone Hilang di Jepang (Kisah Nyata)

Baiklah kali ini aku mau sharing tentang pengalaman Iphone hilang di Jepang. Dalam tulisan ini hilang maksudnya ialah ketinggalan, kelupaan dan jatuh ketika bersepedah, jadi bukan hilang dalam artian dicuri secara langsung.

Selama di Jepang, aku sudah sekali kehilangan dompet, sekali kehilangan kartu pelajar dan  dua kali kehilangan Iphone.

Pada kasus kehilangan dompet dan kartu pelajar, karena berisi informasi alamat dan instansi resmiku (Universitas Okayama), maka dompet dan kartu pelajar kembali dengan sendirinya.

Nah yang menarik ialah ketika kehilangan Iphone. Ketika kehilangan HP, tidak banyak informasi yang bisa didapat, jadi biasanya tidak akan bisa kembali dengan sendirinya. 

Pengalaman Pertama Kehilangan Iphone Di Jepang

Pengalaman pertama ini terjadi di Shinjuku, Tokyo. Saat itu aku sedang janjian dengan dua orang teman di PPIJ. 

Kami pergi ke warung okonomiyaki, setelah memesan makanan, mengobrol, bahkan sempat menyelesaikan pembuatan okonomiyaki (self service seperti di filem-filem), baru kemudian aku sadar kalau Handphoneku hilang. 

Dalam keadaan panik, aku langsung meminjam smartphone temanku dan menelepon ke HPku. Beberapa kali menelpon tidak ada jawaban. Aku semakin panik. 

Kemudian karena aku masih ingat bahwa terakhir kali pegang HP di toilet dekat terminal, jadi langsung meluncur ke lokasi. 

Di toilet aku nggak menemukan apa-apa. Kembali ku coba menelpon nomorku (masih menggunakan HP temanku). Nihil, tak ada jawaban. 

Akhirnya aku coba hubungi petugas terdekat (polisi). Tetapi saat itu petugas "Lost n Found" di dekat eki sudah tidak ada. 

Aku memutuskan untuk mencari petugas, bagaimanapun caranya. Akhirnya ketemu petugas penjaga di dekat mesin ATM.

Dengan bahasa jepang kasta sudra, aku mencoba berkomunikasi (bertanya). Akhirnya Si Pak Penjaga ATM mengatakan "coba cek ke toilet". Aku bilang "Udah, tapi nggak ada". 

Dia bertanya, "dimana toiletnya?". Aku bilang "itu Disitu"

Kemudian Si Pak Penjaga ATM mulai menggunakan bahasa Jepang yang tidak terlalu aku pahami, lalu menunjuk ke arah toilet dan menyuruhku pergi ke arah sebelahnya toilet. 

Aku bingung dan akhirnya diam. 

Merasa dikerjain sama Pak Penjaga ATM, aku kemudian memutuskan akan bertanya ke petugas penjaga pintu masuk kereta bawah tanah (Subway). 

Dengan skill bahasa Jepang yang juga mengenaskan, aku mencoba berkomunikasi dengan lawan bicara. Setelah bertanya berulang-ulang, akhirnya aku 'menebak' dengan segenap insting yang ada bahwa Si Penjaga bilang "Itu adalah toilet wilayahnya pusat belanja Mas, Jadi kalau hilang di situ urusannya ke bagian "Lost and Found" pusat belanja, bukan ke "Lost and Found" terminal. 

Ohh.. Jadi mungkin Si Penjaga ATM sebelumnya juga menjelaskan seperti itu. XD

Dengan tergesa-gesa karena masih panik, akhirnya aku mencari bagian Lost and Found dari pusat belanja. 

Setelah bertanya ke bagian informasi, akhirnya aku menemukannya. 

Alhamdulillah saat itu Iphone-ku ditemukan kembali. Ada orang yang membawanya dari toilet ke bagian "Lost and Found" agar bisa dikembalikan ke pemiliknya (aku). 

Sebelum menyerahkan Iphone-ku, petugas (polisi) menanyakan beberapa hal terkait ciri-ciri hanphone yang hilang. Misalkan "Kapan hilangnya? Dimana terakhir melihatnya? Iphone warna apa? Apakah terkunci? covernya warna apa? dan berapa no HP-nya?"

Setelah menjawab semua pertanyaan, aku diminta mengisi form. Semacam dokumen pengisian kehilangan barang. 

Akhirnya mereka menunjukkan Iphone-ku yang masih utuh, lengkap dengan cover dan Kita-card (Semacam kartu atm buat naik kereta). Terakhir aku berterimakasih dan pergi dengan perasaan beruntung dan menang. 

Pengalaman Kedua Iphone Hilang di Jepang

Kemarin malam, sepulang dari jalan-jalan dengan pembimbing skripsiku, aku menyadari kalau Handphoneku hilang.

Akhirnya aku menyusuri kembali jalan yang aku lalui sebelumnya. Setelah menyusuri jalan bolak balik dan tidak menemukan apa-apa aku memutuskan untuk pulang.

Sampai rumah aku langsung coba mencari cara bagaimana melacak lokasi Iphone yang hilang. Awalnya aku sangat optimis kalau ini bisa dengan mudah dilakukan.

Tetapi ternyata akun iCloud untuk Iphone-ku berbeda dari Mac, sehingga tidak bisa mengakses lokasi Iphoneku.

Saat itu aku mulai panik, langsung hubungi Mas Heri via FB, dia ini senior di Okayama. Aku minta tolong untuk diteleponkan no handphone-ku.

Beberapa saat kemudian Mas Heri bilang kalau teleponnya masih nyambung, tetapi tidak diangkat. Dan beliau menyarankan untuk lapor ke kantor polisi.

Karena ingat kejadian sebelumnya, bahwa ketika iphone kita ditemukan tidak akan diangkat teleponnya, maka aku optimis kalau HPku bakalan balik.

Akhirnya langsung meluncur ke kantor polisi.

Kantor polisinya kosong, karena lagi patroli. Tetapi disiapkan telepon sehingga bisa langsung menelpon petugasnya.

Akhirnya aku telpon petugas dan minta mereka untuk datang. 15 menit kemudian mereka sudah tiba.

Aku langsung menceritakan masalah kehilangan iphone. Kemudian polisi langsung meminta data lengkap dimana warna iphone, cover, no HP dan yang lainnya.

Sembari mengisi form, mereka berkomunikasi dengan kepolisian pusat dan mencari informasi.

Tidak lebih dari 30 menit mereka sudah mengetahui informasi bahwa hanphone-ku berada di kepolisian dekat stasiun (lokasi terakhir aku melihat HP). Kami bersama-sama menuju stasiun.

Sesampainya di stasiun, benar saja Iphone-ku sudah mereka temukan. Langsung berasa lega banget.

Standard Operation Procedure (SOP)

Hampir semua orang Jepang mengerti bahwa ketika menemukan sesuatu ia harus melaporkan ke kantor polisi. Kantor polisi akan mendata dan menyiapkan apabila ada orang yang melaporkan kehilangan.

Dengan jaringan yang ada, kantor polisi mampu menyebarkan informasi ini dengan sangat cepat dan efektif. Cara bekerja seperti ini membuat kepolisian mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.

Pun masyarakat yang membatu polisi merasakan manfaatnya. Karena ketika kehilangan handphone atau sesuatu mereka bisa mengandalkan bantuan kepolisian setempat.

Di tengah masyarakat dengan kualitas kejujuran yang tinggi, kita akan hidup lebih nyaman dan tenang.
Baca Juga: Pendidikan Karakter Anak Jepang
 
Back To Top