Ortuku Guru! - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Ortuku Guru!

Ibu saya adalah seorang Guru, demikian pula ayah saya. Ayah saya sudah menghabiskan separuh idupnya untuk profesi ini. Jadi saya besar dalam keluarga dengan latar belakang keguruan yang kuat. sehingga pendidikan menjadi hal yang utama menurut orang tua saya. Tapi selain itu jadi anak guru emang kadang tidak enak juga, terutama saat masa-masa ujian Sekolah. kalau dulu jamannya catur wulan, jadi ketika catur wulan tiba kami sekeluarga akan ikut membantu pekerjaan Ibu dan Ayah untuk mengoreksi dan merekap nilai Siswa-siswi ayah dan ibu.
http://3.bp.blogspot.com/-5s24qAZPBe0/TZgGxoxf11I/AAAAAAAAAAM/s9G2Rd3jMCw/s1600/kartun-ujian-nasional1.jpg

Dalam mengoreksi lembar ujian milik ayah itu tidak menyenangkan sama sekali. Karena ayah saya seorang guru matematika, jadinya lembar jawaban penuh angka-angka dan grafik cartesian. Memusingkan! Sungguh!! Namun sebaliknya ibu saya adalah guru SD, sehingga Ia mengajar semua mata pelajaran. Mengoreksi lembar ujian anak SD itu senam perut, tak habis habisnya aku tertawa melihat jawaban yang muncul dari anak anak SD yang lugu ini.
Setelah melihat jawaban-jawaban tersebut saya jadi bingung. Apa sebenarnya yang diajarka Ibu saya kepada anak-anak ini?.

Pengalaman ayah saya sebagai guru juga unuk, selalu ada cerita menarik di kelas. Ayah saya terkenal sebagai tipikal guru killer, walaupun entah mengapa beberapa murid justru semakin dekat dengan ayah. suatu hari di kelas ayah sedang menjelaskan sebuat soal persamaan linear, dan saat itu Ia kebelet ingin kentut. sambil menahan kentut ia menerangkan hingga soal selesai. dan setelah itu Ia berteriak "KAMU! ACO! KERJAKAN SOAL NOMOR 5a! Pfft.." Ya.. Ketika ayah kentut Ia berteriak nyaring dan menunjuk salah seorang siswanya. Sehingga suara kentutnya tertutup teriakan lantangnya.. 

Itulah kisah menarik dari kehidupan keluarga saya.. jadi jangan heran jika saya keren, oleh karena keluarga saya yang keren itu..

M. Mahfuzh Huda, yang merindukan Umi
Malang pagi cerah, dan belum keluar rumah
 
Back To Top