Wisata Hokkaido - Sapporo Tower - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Wisata Hokkaido - Sapporo Tower


Alhamdulillah.. Karena ada acara kongress PPI Jepang, akhirnya aku bisa mendarat di pulau terbesar ke-2 di Jepang.  Thanks PPI Kansai atas 'beasiswa-nya'. XD. Dari cerita anak-anak Jepang, Hokkaido ialah tempat paling dingin di Jepang, ini adalah satu-satunya informasi tentang kota tujuan itu yang aku ketahui. Jadi perjalanan ke Hokkaido ini akan menjadi sangat menarik.

Kemudian di perjalanan menuju kota tujuan aku menghabiskan waktu ditemani sebuah buku dari Natgeo yang membahas tentang Jepang, kali ini ialah bagian Hokkaido yang memang belum pernah aku baca sebelumnya. Ternyata ada banyak sekali hal yang sangat menarik tentang Hokkaido, selain fakta sebagai tempat paling dingin di Jepang.

Beragam Fakta Tentang Hokkaido

Hokkaido merupakan wilayah Jepang yang kondisi alamnya sangat ekstrim, sehingga pada masa lalu daerah ini disebut Ezo, tanah buangan. Saat itu wilayah ini hanya ditinggali oleh suku Ainu. Suku yang sama sekali tidak memiliki kekerabatan dan kesamaan budaya dengan orang Jepang. Hingga pada tahun 1859 terjadi perpindahan besar-besaran ke wilayah Ezo, akhirnya suku Ainu tergusur wilayahnya. Merasa tergusur, suku kecil ini memberikan perlawanan, namun perang ini tidak berlangsung berkepanjangan. Mereka akhirnya dipaksa untuk belajar berbahasa Jepang (日本語) untuk kebutuhan sosial dan kenegaraan.
Beruang alam liar Hokkaido
Saat ini Hokkaido yang dulunya 'tanah buangan' ini telah disulap menjadi wilayah kuliner terbesar di Jepang. Hasil lautnya begitu melimpah, dan penternakannya mampu mensuplai 75% dari pasokan susu di Jepang. Disamping itu, kepulauan ini terkenal memiliki alam liar yang masih sangat terjaga kondisinya, beruang cokelat masih sering mengaum di dalam hutan-hutan alami, ikan air tawar masih mendiami danau-danau dan gunung-gunung vulkanik aktif memberikan pemandian air panas alami (onsen) yang siap dinikmati.
Baca Juga: Pendakian Gunung Fuji Jalur Yoshida

Sebelum berangkat menuju Hokkaido, salah satu pesan dari senior PPI Kansai, Mas Wendi ialah:
"Di Hokkaido, kota Sapporo merupakan tempat yang sangat indah dan menarik Mas,. Saran saya, jalan-jalan dulu setelah selesai Kongress sebelum kembali ke Okayama"
Dari pesan singkat ini, aku langsung bisa memutuskan langkah berikutnya. XD

Masih dari buku yang sama, disebutkan bahwa perkembangan pembangunan dan arsitektur kota Hokkaido banyak terpengaruh oleh arsitektur barat. Beberapa bangunan bersejarah merupakan hasil asimilasi arsitektur bergaya barat dan Jepang yang dibuat oleh arsitek Jepang yang belajar "western science". Hasilnya ialah kota dengan bangunan-bangunan beratap lancip khas wilayah salju di eropa dengan sudut-sudut kota yang dihiasi kuil tradisional khas Jepang. Sebuah perpaduan yang unik dan menarik.
Baca Juga: Tentang Arsitektur Masjid Kobe

Sampai di Sapporo

Setelah perjalanan udara selama dua jam, aku tiba di Chitose Saporo Airport, karena memang ingin segera sampai, aku langsung mengambil kereta JR (Japan Railway) tujuan Kota Sapporo yang akan menjadi lokasi kongress PPI Jepang. Sistem transportasi di Jepang benar-benar sangat maju, walaupun aku belum pernah ke pulau ini sebelumnya, tetapi aku bisa dengan mudah mencapai suatu lokasi menggunakan transportasi umum. Kita tidak berbicara tentang teknologi disini, tetapi sistem yang benar-benar dipikirkan dengan jeli dan cermat sehingga memudahkan pengguna transportasi umum.

Setelah melaju di atas rel selama 45 menit, aku sampai di Sapporo Eki. Oke, mungkin 46 menit jika kalian ingin tau tepatnya. Aku langsung keluar melalui gerbang keluar bagian barat dan mencoba menghubungi Mas Wahyu dari PPI Hokkaido yang akan menjemputku. Setelah keluar, aku langsung menghampiri Mas Wahyu, beliau agak kaget dan bilang "Loh.. Aku kirain orang Jepang tadi, mirip", Aku jawab ringan "Lah.. Kulit cokelat gelap gini, masa' nggak ketahuan?" Kami tertawa.

Setelah melalui perjalanan dari jam 4 pagi di Okayama, hingga tiba di Sapporo jam 12.30, aku kelaparan. Mas Wahyu kemudian ngajak makan ke Warung Jawa, sebuah kedai kecil berjarak satu blok dari Hokkaido University yang menyajikan menu-menu khas Jawa. Aku yang kebetulan udah lapar banget, nggak sempat mikirin seafood Hokkaido yang terkenal banget, langsung aja sepakat dengan pilihan Mas Wahyu ke Warung Jawa.

Aku pesan satu porsi bakso sedangkan Mas Wahyu memilih Pop Mie (kalau gak salah). Kami ngobrol cukup lama di Warung Jawa ini, pemilik kedai sangat ramah dan 'welcome' dengan orang luar. Langsung akrab dan ngobrol banyak, terutama kita sharing masalah kemajuan orang Jepang itu bukan hanya teknologinya tetapi juga pola pikirnya. Selain itu kita ngobrolin wisata di Hokkaido, lumayan menarik.

Setelah makan kami langsung menuju ke apapto yang akan kujadikan tempat menginap. Apato ini milik Mas Jamal, beliau sedang menunaikan ibadah haji pada waktu itu, sehingga apatonya diserahkan sepenuhnya untuk menampung Kontingen PPI dari wilayah lain. Rencana-nya sih aku taruh tas aja kemudian jalan-jalan, tapi ternyata aku ketiduran, entah karena kecapean atau kekenyangan.

Wisata ke Sapporo Tower dan Odori Park

Aku bangun ketika magrib, setelah sholat aku memutuskan untuk ke luar dan mencari makanan.
Tips penting yang harus kalian lakukan kalau travelling atau berada di tempat baru di luar negeri ialah menandai lokasi tempat tinggal di google map. 
Karena memang aku mudah sekali lupa lokasi, buta peta, dan nggak perduli arah, maka menandai lokasi tempat menginap sebelum bepergian ialah hal yang sangat penting. Setelah aku tandai lokasi apato Mas Jamal ini, kemudian mencari lokasi tempat makan terdekat, juga masih menggunakan google map.

Setelah cek di Google Map, ternyata ada tempat wisata yang dekat dari apato Mas Jamal, (dekat versiku 20 menit jalan kaki). Akhirnya aku lupa kalau lapar dan langsung mengikuti petunjuk google map menuju ke Sapporo Tower.

Wisata Sapporo Tower sebenarnya sudah tutup pada jam 5:00 sore, tetapi karena aku lebih tertarik melihat daripada naik ke atas towernya, jadinya tetap pergi menuju arah tower. Seperti biasa, Jepang tidak pernah mengecewakanku masalah desain dan tata wilayahnya. Tepat di bagian depan Sapporo Tower ada Odori Park.

Taman Odori ini posisinya sangat strategis untuk menikmati keindahan dari Sapporo Tower dengan gemerlap lampu-lampunya. Dari tempat ini, kita juga bisa melihat seberapa 'hidup-nya' kota Sapporo pada malam hari. Berbagai kegiatan dilakukan oleh muda-mudi disini, ada yang latihan breakdance, main skateboard, berduaan, bahkan ada yang latihan bermusik dan menyanyi di taman ini.
Aku berhenti di beberapa titik, pertama bagian paling dekat dengan Sapporo Tower, kemudian bagian yang ada air mancurnya juga untuk mengambil foto dan yang terakhir ialah bagian dimana muda-mudi bermain musik dan bernyanyi. Di akhir ini aku berhenti karena melihat orang-orang asing bergabung dengan grup musik bersama orang Jepang. Setelah beberapa lagu kemudian aku menyapa mereka dan mengobrol. Dalam group ini ada banyak orang internasional, dari Australia, German, Korea dan tuan rumah Jepang, mereka hampir semuanya fasih berbahasa Inggris dan Jepang. Dari sekilas pengamatan, Hokkaido sangat maju dalam hal berbahasa Inggris, sangat mudah menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris disini, jauh sekali berbeda dengan di bagian Okayama.

Seorang yang aku ajak ngobrol pada waktu itu berasal dari Australia, dia ke Jepang pada saat lulus SMA, katanya banyak pemuda di Australia melakukan hal-hal lain sebelum masuk ke kampus untuk kuliah. Nah.. Dia memilih untuk tinggal di Jepang selama setahun sebelum melanjutkan ke fasa kehidupan selanjutnya. Lucunya ialah akhirnya dia sangat menyukai Hokkaido dan sudah tinggal di sini selama 5 tahun. Sekarang dia sudah menikah dengan orang Jepang dan punya satu orang putri yang mungkin berusia 5 bulan. Dan satu lagi, dia belum terfikirkan untuk kembali ke kampung halamannya.

Terkadang dalam perjalanan kita akan menemukan rumah yang membuat kita nyaman dan bertahan. Karena rumah sejatinya ialah tempat yang kita bangun dengan kenangan indah dan rasa nyaman.

Selanjutnya aku akan cerita seputar Piknik di Moerenuma Park dan Jalan-jalan ke Mt. Moiwa di Hokkaido!
Stay tunes and Thanks for reading guys!


2 comments

Aih... Jadi kepengen ke Jepang, titip salam gitu mas kaya anak2 jaman sekarang make kertas kalo lagi wisata di Jepang. Hehehe

Emoh.. Yang mimpi ke Jepang kamu yang suruh nulis aku.. :P

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top