Penggunaan Angka Arab - Sebuah Revolusi Sains - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Penggunaan Angka Arab - Sebuah Revolusi Sains


Aku belajar matematika sejak kelas satu SD, Umiku (read:ibuku) guru matematika saat aku SD dan Aby adalah guru matematika SMP sampai sekarang. Matematika ialah perlajaran yang paling membuatku tertarik ketika SD dan SMP, karena menurutku sangat simpel dan logis. Walaupun aku nggak hapal perkalian (sampai sekarang) tetapi tetap aja menurutku matematika ialah bidang yang menarik.

Aku menemukan kesenangan dan rasa penasaran ketika mengerjakan soal matematika, merasa cemas dan gelisah ketika tidak bisa menyelesaikan, dan merasa sangat puas ketika mendapatkan hasil yang tepat. Ku rasa kalian pernah merasakan "Ahaa! moment", itu adalah ketika di kepala kalian ada semacam sengatan listrik "Aha! Ternyata begitu caranya", perasaan yang sama setiap kalian mendapatkan gagasan yang baru. "Ahaa! moment" ini selalu terjadi ketika aku menyelesaikan soal matematika. Ada kepuasan yang luar biasa. 

Walapun sudah selesai SMP dan SMA tapi aku masih sering diskusi dengan Aby tentang matematika. Terutama karena dia pembimbing olimpiade di sekolah jadi terkadang pulang sekolah membawa kertas soal olimpiade matematika. Aku seringkali tertarik dengan soal-soal ini. Soal olimpiade matematika selalu unik dan menantang, walaupun levelnya hanya SMP. Cobalah kalian kerjakan, sekali-kali. :D

Angka yang Kita Gunakan Ialah Angka Arab

Saat itu kuliah anorganik, dosenku Pak Rachmat T mengatakan "Latin kan nggak punya angka, Angka yang Kita Gunakan Ialah Angka Arab". Ini merupakan pernyataan yang sangat mengejutkan buatku. Aku sudah tahu kalau banyak ilmu-ilmu kedokteran dan sains berasal dari arab dan saintis muslim. Tapi nggak pernah tahu fakta kalau angka yang kita gunakan ialah angka Arab. Siang itu benar-benar shock, maksudku aku suka sekali dengan matematika, tapi nggak ngerti fakta sederhana ini. Pun bertanya-tanya "kok Aby nggak pernah ngasih tahu ini yah?"

Fakta tentang angka arab ini kemudian sangat membekas di kepalaku, tetapi hanya sebagai ingatan, tidak ada pemikiran lebih lanjut. Baru-baru ini, aku kembali terpikirkan.

Konsep Angka

Manusia telah mengenal angka berabad-abad lamanya. Menurut pendapat paling banyak dari ilmuwan, manusia terdahulu menciptakan konsep angka dari anggota-anggota tubuh yang mereka miliki. Seperti jari yang pada satu telapak tangan ialah lima, kemudian seluruh jari ialah 10. Dari jumlah jari ini kemudian lahirlah angka romawi yang memiliki lambang I, V, X yang mewakili angka pada jari manusia. Kemudian dikemabangkan lagi dengan lambang M, L, C, dan beberapa simbol lain yang mewakili jumlah yang lebih besar.

Sistem angka romawi ini sangat sederhana. Aku kurang tahu apakah ini masih harus dipelajari saat SD, tapi dulu aku wajib belajar cara menuliskan angka romawi. Diantara angka romawi ialah I=1, V=5 dan X=10. Aturan penulisannya sederhana, jika nilai yang lebih kecil berada di sebelah kiri, maka nilai nya dikurangkan, contoh: IV= satu berada di kiri; jadi 5-1=4. Jika yang nilainya lebih kecil berada di depan maka nilainya angkanya di tambahkan, contoh VI = satu berada di sebelah kanan; nilainya ditambahkan 5+1=6. Simple kan?

Angka Arab

Ilmuwan islam masa lalu menyerap pengetahuan dari bangsa Yunani dan bangsa lainnya. Bangsa arab tidak menggunakan konsep angka romawi, melainkan angka arab. Angka arab jelas sekali memiliki tingkat perkembangan yang jauh lebih tinggi. Angka-angka ini melepaskan konsep angka yang berasal dari anggota tubuh, sehingga memiliki 10 simbol tetapi tidak memiliki simbol untuk angka 'sepuluh". Aku masih nggak habis pikir seberapa jenius pembuat sistem angka ini.

0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Yang paling revolusioner ialah bahwa sistem angka ini meniadakan lambang untuk sepuluh dan menggantinya dengan konsep penulisan '1' dan '0' menjadi berarti sepuluh. Kemudian sistem tersebut memberikan kita konsep puluhan-satuan, ratusan-ribuan dan seterusnya. Sangat brilian dan luar biasa. Hingga sekarang mungkin masih banyak yang tidak paham bagaimana briliant-nya ini. Baiklah mari menghitung.

Menghitung Operasi Bilangan

Aku anggap kalian pasti sudah mengerti dua sistem bilangan ini. Sekarang coba dengan sistem bilangan Romawi, kalian tuliskan angka 'empat puluh tujuh' kemudian tambahkan dengan angka 'seratus dua puluh empat'. Hitung!

XLVII + CXXIV =..........

Kalian bisa membayangkan bagaimana perhitungan ini harus dilakukan? Sangat rumit! Super ribet! Belum lagi jika kita melakukan perkalian, pengurangan, dan pembagian. Pasti akan sangat mengerikan, bahkan bisa jadi tidak masuk akal. Kalau sistem angka romawi yang harus kita gunakan, bisa-bisa sampai usia SMA kita cuma bisa melakukan operasi matematika +, -, : dan x. Itupun sudah bagus kalau nggak menyerah.

Sekarang bandingkan dengan adanya konsep satuan, puluhan, ratusan yang berasal dari angka arab. Penjumlahan empat puluh tujuh kemudian ditambahkan dengan seratus dua puluh empat menjadi sangat ringan, mudah, bahkan hanya urusan anak SD kelas 2.  Kemudian masalah perkalian hanya perlu menghafalkan perkalian 1-10 dan sudah bisa mengerjakan jutaan persoalan matematika, tidak lebih dari urusan anak SD kelas 6.

Kalkulator dan Komputer

Kemungkinan besar, jika kita bertahan dengan angka romawi, tidak akan ada yang namanya kalkulator apalagi komputer. Pasti masih sangat membingungkan untuk membuat logika penjumlahan, perkalian dan pembagian. Belum lagi angka romawi tak mengenal nol '0'. Akan sangat rumit membuat kalkulator hanya untuk perhitungan sehari-hari. Kita belum berbicara logaritma dan trigonometri sin cos tan.

Sistem komputer dibangun dengan menggunakan bilangan biner yaitu 1 dan 0. Tanpa kemunculan bilangan nol, maka konsep logika komputer tidak akan bisa dibangun. Artinya, jika dulu kita tidak mengenal sistem angka arab, 99% kemungkinan hingga sekarang kita belum punya komputer.

Bahasa yang Diterima Dimanapun

Dalam salah satu presentasi ilmiah (populer), Neil d Grease Tyson mengatakan bahwa "Matematika ialah bahasa dari sains". Matematika merupakan pendekatan paling logis, paling sistematis dan mampu dinalar oleh siapapun di dunia. Tetapi sebenarnya, ini tak lepas dari peranan sistem angka yang mendukung.

Tanpa sistem angka arab, ini tidak akan tercapai. Jika kita berfikir ulang, Romawi memiliki karakter tulisan romawi, India memiliki tulisan india, Jepang punya tulisan kanji, dan Arab memiliki tulisan arab. Tetapi semuanya mengadopsi angka arab dalam sistem kehidupannya, tidak ada satupun yang menggunakan angka asli dari karakter tulisannya. Misalkan di jepang, tidak akan ditemukan struk bill belanjaan yang angka-nya menggunakan angka kanji, walaupun mereka memiliki angka kanji. Pun ini terjadi di semua negara. Tidak ada yang bertahan dengan sistem angka yang mereka miliki, semua beralih ke angka arab. Karena simple!

Jika sejak ditetapkannya orang-orang masih kesulitan memahami Bahasa Inggris yang jadi bahasa internasional. Angka arab telah menjadi sistem angka internasional sejak lebih dari seribu tahun silam. Ini karena sangat majunya konsep angka arab tersebut. Luar biasa kan?

Jadi angka arab ini merupakan revolusi sains yang luar biasa. Bahkan bisa dikatakan bahwa penggunaan angka arab dalam sains, merupakan titik awal dimana 'bahasa sains' diciptakan. Terbayangkan betapa pentingnya? sangat penting seperti bahasa.

Yaps.. Sekian, semoga manfaat..

1 comments:

Angka 2 dan angka 6 arab jangan terbalik ya he he

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top