Pendidikan Karakter Anak di Jepang - Menghargai Karya - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Pendidikan Karakter Anak di Jepang - Menghargai Karya


Salah satu hal yang paling mencolok tentang orang Jepang ialah begitu mudahnya memuji orang lain. Orang Jepang sangat suka memuji orang lain, bahkan salah satu kata bahasa Jepang yang paling populer ialah "sugoi" yang berarti "keren/hebat/bagus/luar biasa". Karya sekecil apapun akan diapresiasi, ini karena pendidikan karakter anak Jepang untuk menghargai karya yang dibuat.

Dalam satu pengalaman yang menurutku paling lucu ialah, aku pernah dipuji karena tidak melakukan sesuatu. Ini sering terjadi ketika aku menolak minum alkohol dan menceritakan kalau aku muslim, pertanyaan selanjutnya biasanya gini "Jadi kamu nggak pernah mabuk-mabukan selama hidup?" aku jawab "Tidak", kemudian mereka jawab "Sugooi!". Jadi mereka memujiku karena aku nggak pernah mabuk, memuji untuk hal yang tidak pernah aku lakukan. Lucu kan?

Membersihkan Asrama 

Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, bahwa pendidikan karakter anak jepang ini dilakukan pada summer camp.  Setelah pada hari sebelumnya kami belajar memasak dilanjutkan dengan acara belajar bahasa inggris melalui lagu anak, pulang dalam keadaan sangat lelah, dan akhirnya mandi air hangat, pagi hari ini kami mulai dengan membersihkan seluruh ruangan yang akan kami tinggalkan kemudian makan di dapur umum(read kantin).

Anak-anak kecil ini sudah dibiasakan untuk membereskan peralatan tidurnya. Kalau di Jepang, tidurnya itu seperti pada film Doraemon, jadi ada kasur lantai dan selimut tebal (futon). Jadi mereka diajarin membereskan futon, dan jangan dikira membereskan futon ini cuma asal terlipat terus dimasukin lemari, NO! Futon ini dilipat dengan jumlah lipatan yang sama seperti sebelum digunakan kemudian disusun berdasarkan urutan bedcover, selimut dan bantal. Ini membiasakan anak untuk membereskan apa yang telah mereka gunakan hingga sama seperti sedia kala.

Setelah urusan kamar beres, kami membersihkan ruangan-ruangan lain yang kami lewati dan kami tempati. Menyapu, mengepel dan membersihkan sampah yang kami bawa dari luar ke dalam asrama. Pokoknya asrama harus bersih seperti sedia kala, dan anak-anak kecil ini dengan semangat dan tertawa-tawa membersihkannya. Sangat mendidik dan menyenangkan.

Sarapan Sehat

Agak memalukan sih pengalamanku di kantin ini. Sarapan pagi ini berupa prasmanan, dan saat masuk kantin, aku lihat anak-anak hanya mengambil dua lembar roti, jadi dalam pikiranku "wah kalau cuma dua lembar roti nggak kenyang nihh..". Akhirnya aku ambil lauk yang banyak, telur, ikan dan sayur aku ambil banyak, terakhir ternyata bisa ambil nasi atau roti, akhirnya aku diambilkan nasi, numpuk deh makanan di piring. Mungkin anak-anak sudah terbiasa makan roti kalau pagi hari, makanya pada ambil roti.

Aku jalan dengan satu set sarapan ala Jepang yang lengkap dari protein, karbohidrat, vitamin dan lemak-nya. Kemudian mengambil tempat duduk bersama anak-anak. Nah disitu ada yang nanya "Kak, kenapa ambil makannya banyak amat?". wkkwkwk.. Aku malu.. Tapi aku jawab "Aku lapar, jadi ambil banyak." XD

Membuat Liontin dari Batu Marmer

Sesuai dengan jadwal yang sudah tertulis, bahwasannya hari ini kami akan membuat perhiasan dari batu. Awalnya aku masih nggak tahu akan membuat apa, dan kalau dari batu nanti jadinya seperti apa. Tetapi ternyata cukup jelas ketika ditunjukkan instruksinya sekilas.

Jadi yang kami buat hanyalah liontin (bandulan kalung), dengan menggunakan batuan marmer. Batuan marmer ini sifatnya lunak namun dapat mengilap jika digosok perlahan. Jadi sebenarnya tidak terlalu pas untuk dijadikan perhiasan karena terlalu lunak. Tetapi untuk bahan prakarya perhiasan anak, tentu saja akan sangat sempurna.

Jadi setiap anak akan mendapatkan batu berbentuk kotak, pensil, kikir, dan ampelas. Batu marmer yang berbentuk kotak itu kemudian mereka gambar dengan pensil. Bentuk yang diberikan ialah magatama (semacam jimat dalam kepercayaan shinto). Setelah menggambarkan bentuknya, mereka kemudian mengikis batu marmer tersebut untuk mencapai bentuknya dengan menggunakan kikir.

Aku selain mengerjakan proyekku sendiri, juga membantu anak-anak ini menyelesaikan tugasnya. Walaupun kami pasti akan membantu untuk membuatnya tetapi anak-anak ini tidak banyak minta bantuan, mereka berusaha menyelesaikannya sendiri.

Salah satu kejadian paling menarik pada acara ini adalah, seorang anak karena terlalu semangat mengikis batunya, ia terpeleset dan mengikis jarinya, akhirnya berdarah. Anak ini nangis, kemudian dibawa kran air, dicuci dan diplester lukanya, seketika itu dia langsung diam. Bukan hanya itu, dia juga kembali mengambil batunya dan melanjutkan proyeknya. Jadi sejak kecil mereka sudah memiliki mental berjuang untuk menyelesaikan apa yang menjadi tugasnya. Pantang bagi mereka mengerjakan sesuatu setengah jadi.

Akhirnya semua anak memiliki karyanya masing masing. Selain proyek anak-anak aku juga sudah menyelesaikan liontinku. Karena waktu itu aku nggak mau buat pola liontin yang sama dengan anak-anak, batu marmerku aku bentuk jantung / hati, cuma kepikiran bentuknya yang oval jadi mudah aja gitu.


Liontin buatanku ini jadi dilihatin anak-anak. Semua pada dateng dan pengen lihat, terus liontinnya dipinjem di elus-elus ke pipi, katanya halus gitu. Aku ketawa ngelihatin tingkah lucu bocah-bocah ini. :D

Setelah liontin jadi, mereka diberikan tali yang digunakan sebagai kalung. Semua anak menggunakan liontinnya, dan bagaimanapun bentuk kalung milik temannya mereka akan memujinya. Mereka saling memuji dan menghargai karya milik temannya. Tentu saja mereka juga menghargai karya mereka sendiri sehingga mau memakai liontin buatannya sendiri.

Dari aktivitas sederhana ini, ada banyak pelajaran berharga yang bisa aku ambil dari anak-anak ini. Bukan hanya tentang kerja keras dalam membuat sebuah karya, tetapi juga menghargai bagaimanapun karya yang telah kita buat, juga memuji karya milik orang lain. Semua kegiatan ini bernuansa sangat positif dan membangun, tidak ada perkelahian ataupun bertengkar, pokoknya seru banget lah..

Yap that's all.. Thanks for reading. See ya!

3 comments

Budaya jepang memang mengagumkan.
Dari disiplin,etos kerja, budaya membaca bahkan budaya makan sehat, konsisten diajarkan sejak kecil.

Seru ya.. smg bisa bikin acara spt itu..

Harus banyak belajar dari anak-anak ini. :-D

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top