Kesalahan Fatal Saintis - Penemuan Jantung Dinosaurus - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Kesalahan Fatal Saintis - Penemuan Jantung Dinosaurus


Apakah saintis adalah orang-orang yang paling benar? Apa saintis, professor dan para ahli tidak pernah melakukan kesalahan? Beeeeep! Saintis juga manusia, mereka melakukan kesalahan dan terkadang ini sangat fatal. Kali ini kita akan berbicara mengenai salah satu kesalahan fatal yang menghebohkan dunia sains, ini berhubungan dengan penemuan jantung dinosaurus.

Penemuan Fossil Willo

Pada tahun 1993, Michael Hammer seorang kolektor fosil menemukan sebuah kerangka dinosaurus di area South Dakota. Fosil dinosaurus berjenis Thescelosaurus ini ditemukan dalam keadaan utuh dan sangat baik, karena lokasi penemuannya ialah di lahan milik seorang wanita bernama Willo, maka fossil ini diberinama Willo. 

Dinosaurus jenis ini merupakan herbivora dengan ukuran badan sepanjang 3.96 meter, dan berat sekitar 299.3 kg. Diperkirakan telah punah 65 juta tahun yang lalu. Pada awalnya tidak ada yang begitu spesial dengan fossil ini, hanya sebuah fossil dinosaurus kecil yang dalam keadaan sempurna (utuh). 

Pada tahun 1996 Willo akhirnya diserahkan ke Museum di North Carolina, sebelum penyerahannya ini dilakukan CT-Scan untuk seluruh bagian. 

Penemuan Tentang Jantung Dinosaurus

Baru pada tahun 2000 hasil penelitian dari scan ini cukup mengejutkan para ilmuwan, karena bentuk dari bagian dalam tulang rusuknya benar-benar menyerupai bentuk jantung. Akhirnya dari hasil CT-Scan diproyeksikan dalam bentuk tiga dimensi dan benar-benar mengindikaiskan bentuk jantung. 

Pada saat pertama kalinya penelitian ini dipublikasikan, ilmuwan masih belum yakin jika jantung dari dinosaurus masih tersisa mengingat bahwa setiap materi organik pasti akan terdekomposisi oleh bakteri seiring dengan berjalannya waktu. 

Tahapan berikutnya ilmuwan kembali menyelidiki fosil ini menggunakan X-Ray Diffraction (X-RD). Hasil penelitiannya berupa tingginya kandungan senyawa besi pada bagian dalam organ yang menyerupai jantung tersebut, bahkan konsentrasi terbesar besi tersebut membentuk pola empat ruang jantung. 

Konsentrasi besi yang tinggi ini mengindikasikan bahwa organ ini merupakan jantung yang berisi darah. Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu komponen darah ialah hemoglobin yang mengandung unsur besi. Jadi konsentrasi sejumlah besi mengindikasikan bahwa banyak darah yang terdapat dalam organ tersebut. 

Kekerabatan Burung dan Dinosaurus

Lebih jauh lagi, dengan jantung yang memiliki empat ruang maka dapat diperkirakan sistem peredaran darahnya, dan dinosaurus tergolong berdarah panas. Artinya pendapat selama ini bahwasannya hewan yang paling dekat dengan dinosaurus ialah reptil merupakan kesimpulan yang keliru, sedangkan pendapat yang beredar selama ini bahwa burung merupakan hasil evolusi dari dinosaurus menjadi sangat mungkin.

Pendapat mengenai burung merupakan evolusi dari dinosaurus dahulunya hanya didasarkan pada sisik pada bagian kaki dan bentuk kaki dari burung, namun dengan adanya kesimpulan baru tentang jantung dinosaurus ini, bukti bahwa burung berasal dari hasil evolusi dinosaurus menjadi sedikit lebih masuk akal. 

Kesalahan Fatal Saintis

Jadi jika pada fossil Willo ini ditemukan jantung dinosaurus, maka sudah kebayang kan? Berapa banyak fossil yang dibersihkan bagian 'dalam' nya dan hanya diambil tulangnya saja? 

Mendapatkan temuan seperti ini para saintis merasa kecewa, sedih dan malu, karena sudah berapa banyak temuan fossil yang terbuang jantung dan organ dalam dari dinosaurus karena kesalahan metode penggalian dan perlakuan awal ketika menemukan fossil tersebut. 

Namun kemudian para saintis menyepakati untuk menambahkan satu langkah baru yang menjadi standard dalam melakukan penggalian fossil dinosaurus, yaitu melakukan X-RD scan sehingga dapat memastikan apakah jantung dinosaurus masih ada atau sudah mengalami dekomposisi. 

Keadaan dimana jantung dinosaurus masih utuh dan menjadi batu merupakan sebuah proses fosilisasi (pembentukan fosil) yang berbeda dan masih dipertanyakan prosesnya. Banyak yang mengemukakan teori bahwa fossil yang lengkap seperti Willo ini dapat terjadi karena perubahan kondisi bumi yang ekstrim pada masa itu, sehingga tubuh dinosaurus tidak hancur terdekomposisi melainkan mengalami saponifikasi (reaksi penyabunan) sehingga steril dari bakteri dan kuman. Setelah terjadi saponifikasi kemudian jasad perlahan mengalami pembatuan (pembentukan menjadi fosil).

Jadi saintis sekalipun melakukan kesalahan yang fatal, namun sains hanya berhenti sampai disitu, akan ada perbaikan pembaruan. Dalam sains, melakukan kesalahan ialah sebuah kemajuan penting dalam belajar hal-hal baru.

Salah satu skill paling dasar menjadi seorang saintis ialah, mau mengakui kesalahan dan melakukan perubahan ke arah kebenaran. Siapapun yang terlalu sombong untuk menerima kebenaran tidak akan mencapai puncak dalam sains.


Sumber: 
http://www.smithsonianmag.com/science-nature/willo-the-dinosaur-loses-heart-93712793/?no-ist
https://www.scientificamerican.com/article/a-dinosaur-with-heart/
http://www.nytimes.com/2000/04/21/us/scientists-say-they-have-found-the-heart-of-a-dinosaur.html?_r=0

5 comments

jadi inget dulu asal-usul ilmu kimia yang berasal dari keinginan manusia menemukan ramuan yang pas untuk membuat emas dari logam lain :D

waw ini brarti kemajuan ilmu pengetahuan. bisa jadi temuan lain bisa menyusul

request bahas mesin waktu chronoviso-nya Pellegrino Ernetti dong!

Thanks masukannya.. Tapi sepertinya rumit, mungkin saya belum bisa menjelaskannya sama sekali dalam waktu dekat. Maaf. :)

Ha? Dinosaurus lebih dekat kekerabatannya dengan burung daripada reptil? Ciyus?

Kukira artikel ini bakal menjelaskan kesalahan kalau saintis pernah mengira dinosaurus kerabatnya burung. Ternyata malah sebaliknya.

Tapi dilihat dari sisi mana pun, mereka lebih reptil daripada makhluk apa pun XD

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top