Saintis Bukanlah Hartawan - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Saintis Bukanlah Hartawan


Setelah melihat profil banyak saintis dan penemu, ada hal besar yang baru kusadari. Bahwasannya saintis tidak mau menumpuk-numpuk hartanya!

Mungkin banyak yang akan berfikiran "Emang dasarnya saintis kan kere! Miskin!". Ya, itu mungkin benar, tetapi tidak sepenuhnya benar. Banyak sekali saintis yang bisa menjadi kaya jika mereka mau.

Kalau kalian sudah membaca tentang Biografi Nikola Tesla yang sudah kuceritakan sebelumnya, kalian pasti sudah tahu kalau Tesla bisa saja menjadi sangat kaya raya jika ia mau. Tetapi ia lebih memilih untuk mendedikasikan hidupnya pada karya dan penemuan sains, hampir setiap kali dia mendapatkan uang akan Ia habiskan untuk penelitian dan pengembangan sains.

Hal yang sama juga terjadi pada Newton dan Galileo. Tak satupun dari mereka yang hidup dengan harta yang melimpah atau berlebihan. Mereka rela menghabiskan uang hasil penelitian dan patent-nya untuk meneliti hal baru dan membuat karya-karya baru.

Mungkin contoh-contoh saintis di atas ialah mereka yang sangat arogan dan egois, menghabiskan dana jutaan dolar hanya untuk memuaskan rasa penasaran pribadinya sendiri, sementara banyak sekali orang di luar sana mengalami kemiskinan, kelaparan dan penderitaan.

Tapi mari kita lihat contoh-contoh lainnya:

Alfred Bernhard Nobel

Kalau kalian pernah mendengar tentang Nobel Prize atau Nobel Laurate baik itu dalam bidang fisika, kimia, medis, sastra ataupun perdamaian, maka orang pertama yang memulai tradisi Nobel Prize ini adalah kimiawan Alfred Bernhard Nobel.
Alfred Bernhard Nobel

Ia dilahirkan di Stockholm 1833, mendapatkan pendidikan di Rusia, Paris dan Amerika Serikat menjadikannya seorang kimiawan yang luar biasa. Keluaraga Alfred sendiri merupakan pengusaha peledak untuk keperluan tambang. Kemudian dengan kemampuan kimia yang dimilikinya, Nobel berusaha melakukan penelitian untuk bahan peledak, hasilnya adalah dia berhasil menemukan bahwa kombinasi antara Nitrogliserin dan Kieslguhr dapat memberikan kualitas ledakan yang terbaik dan leibh mudah untuk dikotrol. Kemudian rumusan peledak ini ia beri nama dinamit.

Pada tahun-tahun berikutnya ia terus melanjutkan penelitiannya dan berhasil menemukan beberapa bahan peledak lainnya yang sangat laris digunakan dalam pertambangan dan perang, tetapi perang lebih mendominasi pasarnya.

Sekitar 1887 saudara dari Alfred Bernhard Nobel meninggal dunia, tetapi sebuah surat kabar lokal mengira bahwa Alfred Nobel-lah yang meninggal dunia. Dalam artikel di surat kabar tersebut dikatakan "the merchant of death is dead" yang dalam bahasa indonesia bisa diterjemahkan "Saudagar kematian sudah mati".

Alfred Nobel kemudian membaca surat kabar tersebut dan kaget, ia baru menyadari kalau orang-orang dan masyarakat menganggapnya sebagai seseorang yang menyebabkan peperangan dan kematian. Ia menjadi sangat perhatian terhadap penggunaan dari setiap temuannya dan berusaha mengubah opini masyarakat tentang dirinya. Ia tak mau mati dikenal sebagai seorang "Saudagar kematian"

Alfred Nobel kemudian menggunakan uang dan harta yang ia miliki dari paten temuanya dan perusahaan yang ia miliki untuk memberikan penghargaan kepada ilmuwan dalam bidang kimia, fisika, sastrawan dan pejuang perdamaian.  Kemudian hingga matinya Nobel Prize tetap menjadi sebuah penghargaan paling fenomenal dalam bidang sains, literatur dan pejuang perdamaian. Alfred Bernhard Nobel berhasil mengubah image-nya menjadi seorang yang sangat berjasa dalam sains.

Jonas Salk

Salah seorang saintis dalam bidang biologi berkebangsaan Amerika yang paling briliant ialah Jonas Salk. Ia adalah seorang virologist atau ahli mengenai virus.
jonas salk
Pada tahun 1941, Salk memulai perjalanannya dengan belajar tentang virus pada Thomas Francis Jr. di Universitas Michigan. Karena passion-nya dalam bekerja di bidang sains medis, Ia mendapatkan dana untuk melakukan beberapa penelitian.

 Pada masa itu Polio merupakan penyakit yang paling menakutkan yang dapat dialami oleh manusia. Salk sebagai seorang virologist melihat hal ini sebagai tantangan yang harus ia selesaikan. Ia memulai penelitiannya untuk membuat antivirus polio dengan pendanaan dari beberapa sumber. Dalam pengujian penelitiannya ini Salk bahkan menggunakan sampel antivirus buatannya pada anak istri dan dirinya sendiri. Setelah melihat hasil bahwa antivirus ini tidak memiliki dampak negatif pada manusia (yang diujikan pada anak dan istrinya), maka sampel antivirus ini kemudian diujikan ke publik. Setelah pengujian tersebut dikemukakan bahwa antivirus ini efektif 90% mampu menangkal polio.

Setelah menemukan vaksin anti-polio ini, Salk tidak mendaftarkan penelitiannya ini sebagai patent. Ia menyatakan bahwa "There is no patent, could you patent the sun?". Pernyataan ini menjadi sebuah sikap yang sangat luar biasa dan diapresiasi hampir seluruh saintis di dunia.

Jika saja Salk mematenkan vaksin polio buatannya, maka ia akan sangat-sangat kaya raya. Tetapi melihat bahwasanya dengan patent itu akan menyebabkan beragam permasalahan yang buruk dampaknya bagi ummat manusia, ia memutuskan untuk tidak mematenkan vaksin polio hasil risetnya.

B J Habibie

Aku mau cerita biografi sang mantan presiden ini, tapi takut kalau kalian protes. Bisa jadi pembaca sekalian jauh lebih mengetahui biografi saintis nomor satu Indonesia ini. Apalagi bahkan biografi beliau ini sudah di film-kan.
B J Habibie
Mungkin banyak yang merasa kalau aku terlalu memaksakan ketika memasukkan Pak Bachrudin Jusuf Habibie sebagai seorang saintis, karena memang beliau lebih pas kalau dikategorikan sebagai Engineer. Tetapi engineer dan saintis sangatlah tipis perbedaanya, jadi mohon maklum deh kalau aku ambil beliau sebagai contoh saintis.

Tak perlu lagi aku bahas siapa beliau ini. Tapi singkat cerita Pak Habibie adalah salah seorang saintis yang sama sekali bukan hartawan. Dari sekian banyak patent yang dimiliki, beliau membangun:
  • Yayasan Orbit Hasri Ainun Habibie. Yayasan ini bergerak dalam memberikan beasiswa untuk pelajar Indonesia. Baik dari tingkat SMA hingga tingkat Universitas. 
  • Habibie Center. Yayasan ini berfokus kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia melalui pendidikan-pendidikan dan seminar. Pembangunan intelektual dan perwujudan masyarakat yang demokratis merupakan tujuan didirikannya. Yayasan ini juga mengadakan pemberian penghargaan untuk para peneliti dan ahli ilmu-ilmu dasar, bentuk penghargaan yang paling terkenal ialah Habibie Award yang diberikan setiap tahunnya. 
Itulah beberapa nama ilmuwan dan saintis yang sebenarnya jika mereka mau bisa menumpuk harta dan kekayaan yang sangat besar, namun mereka memilih untuk menyumbangkan hartanya atas nama ilmu pengetahuan, generasi penerus bangsa dan kesejahteraan ummat manusia. 

Semangat para saintis ini dalam mengalokasikan hartanya dan kekayaan intelektualnya untuk orang lain merupakan semangat yang sama dengan yang dimiliki oleh ummat islam. Para pendahulu muslim, Rosulullah dan para sahabat berusaha keras mendapatkan harta kekayaan untuk dapat dipergunakan dalam membantu orang lain dan meningkatkan kesejahteraan ummat. 

Sahabat saya seorang pengusaha muda dan juga blogger Fauziah Rachmawati mengatakan dalam tulisannya:
Bagi seorang muslim, harta dan kekayaan bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan alat atau jalan untuk mencapai surga melalui harta tersebut.
Lebih lengkap lagi, dia membahas para Tokoh muslim yang berjuang sebagai pengusaha dan menggunakan hartanya di jalan da'wah dalam bukunya yaitu 10 Kunci Rizki Ala Sahabat Rosululloh.

Jadi bagaimana pendapatmu? 

Yosh! Thanks for reading..
Share kalau ini bermanfaat _^

2 comments

memang betul sih
harta semakin banyak semakin membuat resah
mending disumbangkan :D

wah, pak habibi masuk juga, ternyata. Hebat da pak habibi, idola saya banget

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top