Runtuhnya Teori Sains : Phlogiston The Pseudo Element - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Runtuhnya Teori Sains : Phlogiston The Pseudo Element


Pada masa-masa awal perkembangan ilmu kimia modern, para ilmuwan berusaha menjelaskan tentang gas. Perkembangan ilmu kimia modern yang diawali oleh Jabir Ibnu Hayyan, Al-Kindi, Al-Razi hingga Johann Becher, kimiawan telah berusaha mendeskripsikan proses pembakaran. Hingga akhirnya murid dari Johann Becher yaitu Ernst Stahl (1660-1734) mendeskripsikan element gas bernama Phlogiston.
teori phlogiston

Phlogiston The Pseudo Element

Phlogiston berasal dari bahasa Yunani yang berarti "terbakar". Saat itu phlogiston diyakini sebagai element yang terdapat di dalam benda-benda yang bisa terbakar. Jadi proses pembakaran ialah proses dilepaskannya element phlogiston ke udara. Kehilangan phlogiston ini menyebabkan massa dari suatu padatan atau bahan menjadi berkurang. 

Konsep sederhana lainnya dari phlogiston ialah pada pembakaran lilin. Jika kita membakar lilin di dalam sebuah ruangan tertutup, maka beberapa saat lilin akan mati dengan sendirinya. Ini disebabkan karena phlogiston keluar dari lilin dan memenuhi ruangan, karena ruangan penuh oleh element phlogiston maka phlogiston yang masih terkandung di dalam lilin tidak lagi bisa keluar, akibatnya api pada lilin akan padam. 

Namun kemudian dikenal sebuah reaksi pembakaran yang terjadi pada logam. Reaksi pembakaran pada logam ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi pada senyawa organik. Pembakaran logam menyebabkan massa logam tersebut bertambah. Ini sangat tidak masuk akal dengan konsep keberadaan phlogiston. Jika pembakaran itu mengeluarkan phlogiston, maka seharusnya massa dari logam akan berkurang setelah pembakaran, tetapi kenapa kenyataanya tidak?

Ini menyebabkan tanda tanya besar pada teori keberadaan teori phlogiston yang diungkapkan oleh Stahl. Walaupun kontroversial ide tentang element phlogiston ini bertahan cukup lama. Hingga seorang kimiawan asal Inggris Joseph Pristley (1733-1804) mengungkapkan penemuannya tentang sebuah gas "deplogisticated gas".

Runtuhnya Konsep Phlogiston

Diawali dari penemuan bahwa pembakaran metal membuat massanya bertambah, Pristley (1774) melakukan percobaan pembakaran langsung merkuri, pada masa itu pembakaran dari semua logam disebut kalsinasi. Dan dari pembakaran merkuri dihasilkan merkuri calx, atau yang kita sebut sekarang sebagai merkuri oksida. Merkuri oksida ini kemudian dipanaskan lagi, dari pemanasan ini disilkan gas. Gas yang dihasilkan ini disebut "deplogisticated gas" oleh Pristley dan dianalisis lebih lanjut. 

Uniknya, deplogisticated gas ini ketika dianalisa mampu membuat nyala api pada lilin menjadi lebih besar (lebih terang). Gas ini juga memberikan efek yang menakjubkan ketika dipaparkan pada tikus. Tikus yang menghidup gas ini memiliki usia lebih panjang dibandingkan tikus yang menghirup udara biasa. Ketika Pristley menghirup gas ini, ia merasa lebih ringan dan segar untuk bernafas dibandingkan udara biasa. 

Setahun kemudian Antonie Laurent de Lavoisier (1743-1794) seorang kimiawan asal Perancis yang dikenal dengan temuannya mengenai Hukum Kekekalan Massa, melakukan percobaan yang sama. Ia mendapatkan hasil yang sama persis seperti Pristley. Dengan serangkaian percobaan untuk menganalisis sifat dari gas ini, Lavoisier meyakini semua senyawa asam memerlukan gas ini agar dapat terbentuk, itulah sejarahnya sehingga gas temuannya ini diberi nama oksigen (oxygen). Nama ini berasal dari bahasa Yunani 'oxys' dan 'genes' yang berarti "pembentuk asam". 

Gas yang sama juga telah diperoleh oleh seorang eksperimentalist asal Swedia, Carl Wilhelm Scheele (1742-1786). Pada tahun 1773 (setahun sebelum Pristley), Ia telah mendapatkan hasil gas oksigen yang ia beri nama (fire air: udara api). Temuannya ini ia kirimkan pada lembaga publikasi perancis namun baru dipublikasikan pada 1775 (dua tahun setelah penemuannya). 

Perkembangan berikutnya dari oksigen dilakukan oleh Lavoisier dimana ia menganalisa bahwa pembakaran merupakan reaksi dengan oksigen. Namun teorinya ditentang oleh para ilmuwan karena jika pembakaran merupakan reaksi dengan oksigen maka apa yang terjadi pada phlogiston? dimana peranan phlogiston? Lavoisier belum menjawabnya. 

Traité Elémentaire de Chimie

Pada 1785 barulah Lavoisier menyatakan pendapatnya bahwa:
Kimiawan membuat prinsip yang tidak jelas mengenai phlogiston, sifat dari phlogiston yang dideskripsikan oleh para kimiawan menyalahi konsep sains dimana sifat dari phlogiston dibuat-buat untuk cocok pada setiap keadaan. Terkadang dikatakan sebagai api yang bebas, kadang dibilang campuran antara api dan tanah, terkadang dapat melalui pori kecil dan kadang tidak bisa. Terkadang memiliki massa dan terkadang tidak memiliki massa. Terkadang berwarna dan kadang-kadang tidak berwarna. Terlalu mudah berubah sifatnya tanpa ada alasan yang jelas
Lavoisier telah membukakan mata para peneliti di dunia bahwa ada kemungkinan kalau phlogiston adalah konsep yang salah. Sejak saat ia juga fokus untuk menjelaskan keterlibatan Oksigen dalam berbagai reaksi kimia yang telah diketahui pada masa itu. 

Akhirnya pada 1789 Lavoisier telah mantap dengan segala penjelasannya tentang adanya gas Oksigen ini. Teorinya tentang oksigen ini dituliskan dalam bukunya "Traité Elémentaire de Chimie" yang artinya "Risalah Unsur-unsur Dalam Ilmu Kimia"

Buku ini tak hanya membahas mengenai oksigen tetapi juga mengenalkan konsep element (unsur) dasar yang tidak dapat dipisah menjadi komponen lain. Saat itu setidaknya ada 30 element yang benar yang telah dideskripsikan oleh Lavoisier. Buku inilah yang akhirnya berhasil memasukkan phlogiston sebagai pseudo element atau unsur yang tidak nyata, hanya asumsi belaka. 

Dari perjalanan para saintis ini untuk mengungkapkan kebenaran dibalik Pseudo Element: Phlogiston, dapat kita simpulkan bahwa sebuah asumsi sains yang keliru pasti akan diruntuhkan oleh sederetan fakta yang ditemukan seiring berjalannya waktu. Namun dalam upayanya para saintis menggunakan metode yang saintifik, dengan berbagai referensi, eksperimen dan publikasi ilmiah.

Untuk sebuah konsep yang tidak terlihat saja, saintis mampu menemukan kebenaran dibaliknya. Ini semua dapat dicapai dengan metode ilmiah, bukan asumsi yang asal-asalan. Saintis adalah orang-orang yang ingin mengetahui cara alam ini bekerja, mereka melakukan berbagai eksperiment untuk mendapatkan kebenaran.

Membangun Konsep Sains

Dalam membangun konsep sains yang ilmuwan lakukan bukan menghancurkan teori lama terlebih dahulu tetapi menguji dan menyempurnakan teori baru. Setelah sempurna barulah ia meyampaikan teorinya yang lebih baik dalam menjelaskan fenomena alam. Saintis menguji kesalahan teorinya melalui beragam eksperimen dan metode ilmiah sebelum kemudian mempublish karyanya dalam bentuk buku. Sama persis seperti apa yang dilakukan oleh Lavoisier pada teori mengenai phlogiston yang sudah kuceritakan. 

Jadi bagi kalian yang merasa mengetahui kebenaran yang lebih ilmiah daripada teori sains yang sudah ada, silahkan menguji teori kalian terlebih dahulu sebelum akhirnya meruntuhkan teori yang telah ada. 

Jika melirik pada perdebatan teori bumi datar (Flat Earth Theory), maka saranku adalah lakukan segala cara untuk menguji teori bumi datar terlebih dahulu. Pertama lakukanlah eksperiment dan pengukuran terkait fenomena alam yang terjadi di bumi. Pertanyaan "Bagaimana terjadinya gerhana matahari dan bulan, berapa jarak bumi bulan dan bumi matahari, bagaimana pasang surut air laut, bagaimana ujung bumi, bagaimana gravitasi, bagaimana menjelaskan aurora dan jika memang bumi datar maka berapa ketebalannya?"

Jika memang teori bumi datar mampu menjelaskan segala fenomena yang terjadi di bumi dengan baik (atau sangat baik) maka barulah kalian bisa menuliskanya dalam bentuk jurnal ilmiah. Ketika eksperiment dan perhitungan yang dilakukan dapat diulangi oleh orang lain, bagaimanapun juga teori tersebut akan diakui oleh dunia. 

Sumber:

  1. Ball Philip, 2002, The Elements A Very Short Introduction, Oxford University Press, New York. 
  2. Wikipedia.org
  3. http://education.jlab.org/itselemental/ele008.html

Gambar:

  1. https://www.highschimney.com/articles//wp-content/uploads/2012/02/Burning-Wood.jpg
  2. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d9/Antoine_Lavoisier_Trait%C3%A9_%C3%89l%C3%A9mentaire_de_Chimie_1789_Toppage.jpg

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top