Nikola Tesla - The Mad Scientist #Part2 - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Nikola Tesla - The Mad Scientist #Part2


Yoooosh! Akhirnya aku punya waktu cukup untuk menyelesaikan janjiku ini. Yah! Lanjutan dari Biografi Nikola Tesla - The Master of Lightning #Part1. Kali ini aku ambil judul Nikola Tesla - Mad Scientist yang berfokus pada kehidupan Tesla setelah ia menjadi terkenal (Hampir bak selebritis) karena penemuannya tentang arus listrik AC yang mampu menjangkau wilayah yang sangat jauh.
Nikola Tesla

Tesla telah sukses dengan AC yang telah diaplikasikan dalam industri listrik. Kemudian seorang fisikawan Lord Kelvin yang saat itu bertanggung jawab dalam riset untuk memanfaatkan energi air terjun Niagara mendengar tentang arus AC temuan Tesla. Ia langsung menemui Tesla. 

Niagara Falls - Pembangkit Listrik Tenaga Air Pertama di Dunia

Salah satu pertanyaan paling penting dari Lord Kelvin adalah apakah arus listrik AC yang ditemukan Tesla ini cukup aman? Pembuktian Tesla yang sebelumnya, tidak mampu digunakan dalam hal ini. Sebab berbicara mengenai pembangkit listrik tenaga air dari Niagara Falls akan menghasilkan energi listrik yang luar biasa besarnya. Bahkan dengan sistem AC masih tidak terbayangkan bagaimana besarnya energi yang akan dihasilkan ini. 

Setelah melihat langsung bagaimana aplikasi dari generator Tesla, Lord Kelvin langsung melakukan kontrak dengan Westinghouse Electric (pemegang patent Tesla). Nikola Tesla menjawab ini sebagai sebuah tantangan dan kesempatan besar untuk merealisasikan mimpi masa kecilnya. Ia pernah membayangkan Niagara Falls dalam mimpinya, dan menggunakan energi potensial air yang jatuh sebagai pembangkit listrik. 

Sistem yang akan dibangun di Niagara Falls adalah sistem listrik terbesar saat itu dengan tenaga yang setara 5000 kuda. Desain generator dan seluruh permasalahan mekanis diselesaikan langsung oleh Tesla. Hingga pada hasil akhir dari pembangkit listrik ini, Tesla adalah satu-satunya dari semua ilmuwan yang yakin jika pembangkit listriknya telah siap beroperasi. Ini adalah salah satu hal yang hanya dimiliki oleh para jenius, yaitu konsentrasi dan fokus yang tinggi untuk menyelesaikan segala permasalahan dengan sempurna. 

Pada tahun 1896, sistem generator listrik Niagara Falls diaktifkan. Tenaga yang dihasilkan dari air terjun ini mencapai 22.000 volt. Kemudian hanya dalam beberapa tahun, generator listrik ditingkatkan hingga 10 kali, dan energi listrik ini dialirkan 380 mil hingga mencapai kota New York. 

Sukses-nya teknologi arus AC yang diciptakan Tesla, ternyata ditanggapi dengan salah oleh Westinghouse Electric Company. Pengembangan asset yang terlalu berlebihan menyebabkan perusahaan ini dalam keadaan yang kritis. Keputusan bisnis yang bodoh menyebabkan perusahaan ini mengalami kesulitan finansial. Demi menyelamatkan perusahaan ini (semua temuannya dan rangkaian listrik yang telah terinstal) Tesla memutuskan untuk merobek kontraknya dengan Westinghouse Electric Company. Kontrak dengan nilai 2.5 dolar perbulan untuk setiap satu tenaga kuda listrik yang dihasilkan oleh generatornya. Ini benar-benar kekalahan besar bagi seorang penemu di dalam dunia bisnis. 

Bagaimanapun Westinghouse Electric Company merupakan pihak yang paling diuntungkan dalam hal ini. Namun Nikola Tesla telah siap untuk memulai hal baru, ia optimis akan menemukan sesuatu yang baru yang akan membawanya ke puncak kejayaan lagi. 

High Frequency Machine

Nikola Tesla segera memulai penelitian barunya, yaitu mendesain mesin yang mampu menghasilkan energi listrik dengan frekuensi tinggi. Setelah debut-nya di Niagara Falls, semua orang dan tokoh penting di Amerika ingin mengenal sosok Tesla. Saat itu, Tesla mengambil sikap sebagai sahabat bagi orang-orang elite dan populer di Amerika. Bagi seorang penemu (inventor) menjalin keakraban dengan elite bisnis dan orang popular merupakan hal yang sangat penting, karena merekalah yang akan menjadi investor dalam penelitiannya nanti. 

Karena begitu populernya seorang Nikola Tesla, banyak sekali wanita yang terpesona oleh pria cerdas kelahiran Serbia ini. Beberapa nama artis populer dan  tokoh wanita di New York jatuh hati pada Tesla. Bahkan istri dari Andrew Johnson Editor dari majalah Prestigious yang juga teman dekatnya tertarik pada Tesla. Tetapi ketertarikan Tesla hanya pada penemuannya, ia bahkan mengatakan terlalu banyak gangguan ketika wanita-wanita ini mendatangi tempat kerjanya. Sikap dingin dari Tesla membuat wanita-wanita tersebut menyerah.

Pada 1873, James Clark Maxwell seoarang  fisikawan Inggris telah membuktikan secara matematis bahwa cahaya adalah radiasi elektromagnetik, cahaya adalah elegromagnet. Mengacu kepadan prinsip tersebut, Tesla membuat sebuah alat misterius, yang masih terasa misterius hingga saat ini, yaitu: Tesla Coil. Tesla Coil adalah alat yang dapat meningkatkan voltase dan frekuensi listrik juga mampu mentransfer energi listrik tersebut tanpa menggunakan kabel (wireless).
modern Tesla Coil
modern Tesla Coil
Tesla Coil ternyata memiliki potensi yang luar biasa. Dengan alat ini Tesla menjadi orang pertama  yang mengambil foto x-ray dan suatu saat ketika ia membawa lampu pijar di tangannya, lampu tersebut menyala tanpa sambungan kabel. Ini artinya, Tesla Coil yang ia ciptakan mampu mentransfer listrik tanpa kabel. Kejadian ini menghidupkan kembali obsesi seorang Nikola Tesla.

Tesla memamerkan penemuannya ke beberapa ilmuwan Amerika, Inggris dan Peracis, juga sahabat karibnya, penulis ternama Mark Twain. Semua yang menyaksikan penemuannya begitu terkagum, sehingga banyak yang berfikir ini bukan lagi sains tetapi magic. Ia mulai berfikir untuk menggunakan alatnya untuk mentransfer informasi dan energi.

Suatu ketika Tesla bermimpi tentang ibunya. Mimpinya membawa kesimpulan bahwa suatu hal buruk terjadi pada ibunya. Beberapa saat setelah itu ia mengetahui kalau ibunya meninggal. Dengan pengalaman ini ia mendapatkan inspirasi untuk temuannya berikutnya. Ia berkeyakinan bahwa 'prasangka' yang diperolehnya itu hanya mungkin terjadi ketika gelombang otaknya berada pada frekuensi yang sama dengan ibunya.

Wireless Transmitter

Tesla kembali fokus pada penelitiannya dan mengurung dirinya di laboraturiumnya di New York. Ia menutup diri dari kehidupan sosial agar bisa lebih fokus mengikuti intuisinya. Ia menyadari bahwa yang diperlukan untuk bisa mengirimkan dan menerima sinyal ialah pengaturan frekuensi yang sama dari dua alat pada suatu jarak. Ini adalah point paling penting dari transmisi radio dan televisi yang kita gunakan hingga saat ini. Ia bahkan telah sampai pada tahap akan menguji alat yang dirancangnya untuk mengirimkan sinyal radio sejauh 50 mil. Tetapi terjadi musibah yang tidak disangka-sangka, laboraturium miliknya terbakar. Hampir semua dari hasil penelitiannya hangus menjadi abu.

Pada saat yang bersamaan, seorang ilmuwan muda bernama Gulielmo Marconi sedang dalam penelitiannya untuk membuat wireless telegraph. Mendengar hal ini, Nikola Tesla bergegas bangkit dari keterpurukannya, karena hasil kerjanya bisa saja didahului oleh Marconi. Ia kembali membuka laboraturiumnya. Tak lama hingga ia mampu merekonstruksi kembali sebuah transmiter radio pertama. Tetapi temuannya tentang radio transmitter ini baru diakui sebagai idenya Tesla 50 tahun setelah penemuannya.

Saat Tesla terobsesi pada resonansi dan frekuensi tinggi, Marconi melakukan hal-hal yang lebih berguna. Ia menemukan alat untuk mentransfer sinyal sejauh 5 mil di Inggris. Setelah melihat publikasi Marconi, Tesla memutuskan untuk membuat sebuah alat dari temuannya. Ia memamerkan radio remote control, alat ini digunakan pada sebuah kapal kecil yang dikendalikan oleh remote tanpa menggunakan kabel (wireless). Tesla mendemonstrasikan alat ini, dan mendeklarasikan bahwa alatnya bisa digunakan sebagai senjata perang. Tetapi menurut militer, alat tesla ini terlalu rumit dan rapuh sehingga tidak efektif jika digunakan dalam perang.
Walaupun alatnya dinyatakan kurang cocok untuk perang, tetapi Mark Twain tertarik dan ingin membantu Tesla untuk menjual alatnya ke dunia militer. Namun Tesla sendiri berfikir bahwa ia tak ingin menjadi seseorang yang diingat membantu dalam perang, ia akan lebih suka diingat sebagai seseorang yang menghilangkan peperangan di dunia.

Melanjutkan obsesinya terhadap listrik berfrekuensi tinggi, Tesla ingin mempelajari tentang petir. Ia memutuskan untuk membangun laboraturiumnya di Italia. Sebuah bangunan yang jauh dari tempat penduduk dengan menara dan coil yang menjulang tinggi di bagian atasnya. Di dalam laboraturium itu ia membangun Tesla coil terbesar yang pernah dibangun.

Ketika Tesla membangkitkan Tesla Coil buatannya, arus listrik dengan energi sangat besar mengaliri tower yang dibangunnya. Ini adalah petir buatan manusia yang kilatannya memancar dari tower yang dibangunnya. Listrik berenergi besar ini juga menyebabkan suara yang terdengar hingga kota terdekat dari laboratoriumnya. Setelah petir ini mati, listrik di seluruh kota padam. Pembangkit listrik kota rusak parah akibat energi listrik berfrekuensi tinggi yang dipancarkan oleh Tesla Coil dari laboraturiumnya. Warga kota mulai takut pada kehadiran orang misterius ini. Tetapi seperti biasanya, Tesla semakin terkagum atas temuannya dan meneruskan penelitiannya hingga 6 bulan.

Wardenclyffe

Hasil dari penelitiannya ialah, sebuah ide bahwa dia mampu menyatukan dunia dengan wireless communication. Melihat temuannya dari radio remote control, dan sepak terjangnya, seorang pengusaha besar J. P. Morgan tertarik untuk mendanai proyek Tesla untuk membangun radio tower for wireless communication system.

Sementara itu, sang inventor, Nikola Tesla sebenarnya ingin membangun sebuah tower yang tidak hanya mengirimkan sinyal radio, tetapi juga mengirimkan energi listrik (wireless energy transfer) . Ia sama sekali tidak memeberitahukan J. P. Morgan tentang rencana aslinya.

Pada musim panas, 1900. Tesla mulai membangun sebuah tower yang dikenal sebagai Wardenclyffe dengan menggunakan uang investasi dari J. P. Morgan. Ketika selesai pembangunannya, dimulailah pengaktifan tower ini. Tower ini sebenarnya bukan hanya tidak bekerja sesuai keinginan J. P. Morgan, tetapi juga hanya sebuah uji coba yang dilakukan oleh Tesla. Ini bukan merupakan rancangan sebuah industri, tetapi sebuah percobaan dalam skala besar yang merupakan obsesi Tesla untuk mentransfer energi listrik.
Dalam komentarnya, Michio Kaku - ilmuwan A.S. mengatakan bahwa yang terjadi pada Tesla ialah apa yang saat ini kita kenal sebagai OCD- Obsesive Compulsive Disorder. Hanya saja saat itu, ilmu psikologi belum mampu menganalisa dan menanganinya
Sementara dengan uang investasi yang diperolehnya, Tesla belum menghasilkan 'nilai tawar' dalam dunia bisnis. Sedangkan ilmuwan muda Gulielmo Marconi telah mengembangkan beberapa sistem Tesla hingga ke tahap penggunaan dalam mentransfer sinyal radio. Mendengar hal ini, Tesla hanya mengatakan "Marconi adalah orang baik, dia menggunakan 70 patent milikku, tapi biarlah dia melanjutkan kerjanya". Melihat hal ini J. P. Morgan merasa bahwa temuan Marconi tidak terlalu mahal dan lebih memiliki nilai tawar dalam bisnis. Ia memutuskan untuk berinvestasi pada Marconi.

I do a Busines Mr. Tesla!

Dana awal yang diberikan J. P. Morgan telah habis untuk percobaan Tesla dengan Tower of Dream-nya. Setelah itu Ia kembali pada investornya, dengan mengirimkan surat untuk meminta kucuran dana berikutnya. Tetapi Morgan mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada hasil dari uang yang ia berikan kepada Tesla, tidak ada kemajuan pada sistem radio transmitter, dan juga mempertanyakan apa sebenarnya yang Tesla lakukan selama ini? Menjawab pertanyaan ini, Tesla dipaksa untuk menjelaskan bahwa yang ia lakukan bukan sekedar "hal remeh-temeh" membuat transmitter radio, tetapi membuat tower pusat energi dengan kekuatan 1000 kuda yang dapat mentransfer energinya tanpa kabel (wireless), alat ini mampu mengaktifkan jutaan elektronik dalam radius yang sangat besar. Mendengar hal ini, J. P Morgan memutuskan untuk menyetop aliran dana untuk proyek Tesla, Ia tidak melihat nilai bisnis dari apa yang dilakukan oleh Tesla dengan towernya. Ia lebih memilih mengalirkan dananya pada Marconi yang membuat radio transmitter.

Dengan sisa dana dan sumberdayanya, Tesla melanjutkan eksperimen dengan towernya. Ini membuat masyarakat setempat melihat cahaya aneh di langit saat itu. Semacam aurora borealis. Disaksikannya aurora ini membuat Tesla berkata "Ini bukanlah sebuah mimpi yang mustahil. Mentransfer listrik tanpa kabel bisa menjadi kenyataan, hanya memerlukan sedikit inovasi lebih lanjut, pengetahuan fisika teknik, dan dana yang lebih besar". Tetapi Tower of Dream ini tetap hanya berakhir sebagai harapan saja. Orang-orang tidak lagi melihat Tesla sebagai seorang pembawa perubahan, melainkan seorang yang telah gagal dan merugikan investor dengan menaranya yang tidak menghasilkan apa-apa.

Kegagalannya pada proyek menara membuatnya benar-benar miskin dan terpuruk. Ia kembali ke kota, menginap di penginapan murah dan setiap harinya memberi makan merpati.  "Merpati adalah sahabat sejatiku, mereka setiapadaku" ucap Nikola. Ia semakin kehilangan kharisma-nya, ia bahkan tak tahu apa yang harus dilakukannya. Tak lama kemudian paten dari arus AC ciptaanya telah habis, pada masa ini, siapapun bisa menggunakan teknologi yang ditemukan oleh Tesla dengan gratis.

1909, Marconi mendapatkan Noble Prize sebagai pioner dalam wireless communication. Nikola Tesla yang saat itu membutuhkan uang, langsung menggugat bahwa Marconi menggunakan 70 patent-nya. Tetapi bukti yang dimilikinya tidak cukup kuat. Walaupun Tesla adalah seorang yang paling pertama menggagas ide wireless tetapi sebenarnya sudah terlambat untuk mengklaim semua temuannya.

The Mad Scientist

Setelah Marconi, akhirnya nama Edison dan Tesla dinyatakan sebagai penerima Nobel Prize. Tetapi seminggu kemudian, Nobel Prize diberikan kepada ilmuwan lain. Beberapa rumor mengatakan bahwa Nikola Tesla menolak untuk membagi Nobel Prize dengan musuh bebuyutannya Thomas Alfa Edison. (sudah aku jelaskan di Part 1 The Master of Lightning

Mengingat jasanya yang begitu besar pada perkembangan teknologi dan energi listrik yang hingga sekarang masih digunakan. Para ilmuwan Amerika memberikan penghargaan Edison Medal kepada Tesla. Tetapi pada saat malam penyerahan penghargaan, sang penerima tidak datang dalam acara tersebut. Pagi harinya Ia ditemukan berada di depan perpustakaan, memberi makan sahabatnya, merpati. Dengan ajakan dan bujukan, akhirnya Tesla mau menerima Edison Medal atas karyanya transmisi energi listrik tanpa kabel, Tesla Coil. Sambutan yang disampaikan oleh Nikola Tesla di depan para audiens ialah tentang pencapaiannya dalam transfer energi listrik tanpa kabel yang menghasilkan aurora borealis di atmosfer. Pidatonya ini dianggap hanya sebagai "khayalan" oleh sebagian besar tamu, dan orang-orang mulai berpendapat bahwa Tesla sudah "kehilangan kesadaran".

Dengan penghargaan yang diperolehnya, Tesla mendapatkan posisi sebagai Konsultan Teknisi (Consultant Engineer), ia dapat membuka laboraturium lagi. Tesla memberikan berbagai saran dan masukan yang sangat futuristik sehingga gagasannya ini lebih diterima oleh penulis dan pembuat film sebagai sains fiksi dibandingkan kenyataan yang bisa diwujudkan. Untuk menghibur dirinya Tesla sering datang ke bioskop untuk melihat ide-ide futuristiknya dalam bentuk film.

Pada 1916, seorang ilmuwan muda menarik perhatian media dan publik. Albert Einstein mengemukakan teori relativitas yang begitu fenomenal dan mengejutkan dunia. Tesla merasa saintis muda ini melakukan banyak kesalahan dalam teorinya, ia terus menyerang Einstein bahwa teorinya sangat jauh dari realitas. Bahkan Tesla juga membuat The Dynamic Theory of Gravity tandingan dari General Theory of Relativity milik Einstein. Tetapi dalam penyampaiannya tentang teori ini, Tesla menggunakan bahasa yang terlalu puitis yang tidak dapat dipahami hingga saat ini. Tak seperti General Theory of Relativity yang hanya mampu menjelaskan gaya tarik yang berlaku pada benda-benda besar, Teori yang dikemukakan Tesla ini dikatakan berlaku untuk semuanya dari atom, molekul hingga gaya antar planet. Namun kembali lagi pada konsep sains, ketika General Theory of Relativity telah terbukti mampu memprediksi pembelokan cahaya melalui observasi saat gerhana matahari, teori milik Tesla tidak menghasilkan sebuah bukti ilmiah.

Einstein saat itu bekerja juga pada teori atom, efek fotolistrik (photoelectric effect) dan pemisahan inti atom untuk energi. Einstein dan para saintis muda Amerika menggunakan seluruh pengetahuan untuk membuat sebuah bom atom. Sementara itu Tesla mengatakan bahwa "Tidak ada hal baik yang datang jika kalian memisahkan inti atom. Kita telah memiliki sumber energi terhebat dari alam".

The Death Beam

Melihat perang tak terhindarkan, Nikola Tesla mengatakan bahwa ia telah membuat rancangan senjata yang mampu menembakkan energi listrik berkekuatan besar yang mampu menghancurkan 20 pesawat dalam satu tembakan. Tembakan ini semacam senjata lasser dengan energi yang super besar. Senjata rancangan Tesla ini bahkan digunakan ilustrasinya dalam kartun Superman sebagai The Death Beam.

Tesla mengambil langkah yang bertujuan untuk menghilangkan perang di muka bumi. Ia banyak terpengaruh oleh filosofi dari Cina dimana untuk menyelesaikan perang, jangan lemahkan negara yang kuat tetapi berikan senjata terkuat kepada semua kubu. Tesla menawarkan senjatanya pada pemerintah Inggris, Yugoslavia(bagian Serbia, negaranya), Amerika dan Uni Soviet. Pemerintah Inggris awalnya tertarik pada konsep Death Beam Tesla ini, tetapi perjanjian tersebut akhirnya dibatalkan. Hingga akhirnya Tesla meninggal dunia, ia berada dalam kondisi miskin di hotelnya.

Kematian Tesla merupakan hal besar yang dikabarkan di Amerika, ia mendapat penghargaan layaknya seorang pahlawan. "Tesla tidak mati, karyanya masih menerangi seluruh kota New York dan menghidupkan industri-industri hingga kini".

Setelah kematiannya, pemerintah Amerika Serikat menggeledah laboraturium milik Tesla ini. Tujuan sebenarnya dari penggeledahan ini ialah untuk mengamankan rancangan Death Beam yang pernah dibuat oleh Tesla kemudian mengirimkan barang-barang Tesla ke Museum Nikola Tesla di Belgrade, Yugoslavia.

Tetapi pada akhirnya tidak ada yang bisa mengerti semua konsep yang dituliskan Tesla di laboraturiumnya. Mereka kehilangan pokok penting dari rancangan senjata super ini. Banyak yang berkata kalau Nikola Tesla hanya membual di akhir karirnya untuk menarik kembali perhatian publik, tetapi tak sedikit pula yang meyakini bahwa Tesla benar-benar memiliki rancangan Death Beam tersebut. Sampai akhir, tak seorangpun tahu kebenarannya. Tak seorangpun mampu menebak isi kepala seorang Nikola Tesla - The Mad Scientist.

Tapi hasil dari penggeledahan tersebut setidaknya diperoleh fakta bahwa rancangan dasar sistem radio dan transmitter merupakan patent milik Nikola Tesla, akhirnya kepemilikan paten Radio dan Transmitter dicabut dari Marconi dan kembali dicantumkan atas nama Tesla. Sayang sekali Tesla tak bisa menikmati kemenangannya ini.

Gambar: 


  • http://www.history.com/s3static/video-thumbnails/AETN-History_VMS/812/163/BRAND_THC_BSFC_178895_SFM_000_2997_15_20150113_00_HD_still_624x352.jpg
  • http://www.reformation.org/en-wardenclyffe.jpg
  • http://pixdaus.com/files/items/pics/4/52/40452_d3f25056d00360833cd8e1ff6a6330bb_large.jpg
  • http://s1174.photobucket.com/user/tonicourt/media/steampunk/Tesla_boat1_zps146bd53d.jpg.html


9 comments

keren
entah kenapa aku suka membaca ttg cerita berhubungan dg sains

Labnya tesla kok bisa kebakaran?

Seru tuh kayanya tentang The Dynamic Theory of Gravity

terharu......... sudah tiada baru karyanya di patentkan, waktu masih hidup hanya di kira penghayal . :'(
(serasa membaca tragedy story)

Mantapp kak admin.. :)
Postingan2nya menarik semua ttg sains. Jd termotivasi untuk masuk FMIPA dan lebih mendalami sains

bagus untuk pengetahuan dan pembelajaran dar alur hidupnya kang tesla...

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top