Mengunjungi Masjid Kobe Jepang - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Mengunjungi Masjid Kobe Jepang


Melanjutkan perjalan setelah mengunjungi K Computer, superkomputer tercepat di Jepang, aku mengunjungi Masjid Kobe. Walaupun rangkaian acara di K-Computer dilaksanakan oleh PPI, Persatuan Pelajar Indonesia, tetapi waktu itu ada orang jepang yang ikutan di acara ini. Aku langsung aja ajak kenalan, Kotaro namanya.
perjalanan ke masjid kobe

Kotaro kuliah di jurusan Ilmu Komputer dan sangat tertarik pada penanganan bencana, itu sebabnya dia mengikuti Fun Scientific Event. Dia juga datang ke acara dengan menggunakan kaos Bandung, yang menandakan dia pernah ke Bandung, Indonesia.

Setelah acara aku mengobrol sebentar dengan Kotaro, kemudian dia bergabung dengan kelompok mahasiswi indonesia. Kebetulan ternyata teman-teman mahasiswi ini mau ke Masjid Kobe, mendengar itu aku langsung memperkenalkan diri dan bilang kalau mau gabung juga lihat Masjid Kobe. Dari percakapan, ternyata Kotaro juga mau ikutan ke Masjid Kobe, hanya saja kami naik Port Liner (semacam kereta) sedangkan dia sendirian naik sepeda motor.

Di perjalanan menuju Masjid Kobe kami melewati kuil. Ada yang menarik di sini, di depan kuil itu banyak orang yang berkumpul. Mereka berkumpul di depan kuil untuk main Pokemon Go. Aku tanyak ke teman-teman "Kenapa mereka main pokemonnya terpusat disini?", masih kurang jelas jawabannya apa. Yang pasti banyak banget yang main pokemon di gerbang depan kuil itu, bahkan udah seperti tempat wisata.
Orang-orang main pokemon di depang Kuil

Masjid Kobe

Masjid Kobe lokasinya dekat dengan Sannomiya Eki, jadi setelah sampai ke Sannomiya Eki, langsung aja jalan kaki sekitar 15 menit. Di Masjid Kobe, Kotaro sudah menunggu, dia mengobrol dengan seseorang, mungkin orang Pakistan atau Bangladesh, dari cara bicaranya.

Aku datang dan langsung menuju ke pintu masjid. Kemudian kotaro menyusul dan bilang
"Apa yang diucapkan orang muslim ketika bertemu orang lain?"
"Assalamualaikum" aku jawab sambil jalan.
Ketika sudah sampai di pintu masuk, aku duduk melepas sepatu.
"Assalamualaikum" Kotaro langsung masuk, benar-benar seperti orang muslim.
Aku senyum-senyum aja lihat dia, omoshiroi! (interesting)

Pertama aku menuju tempat wudhu, Kotaro mengikuti. Setelah itu dia minta diajarin wudhu, antara bingung dan senang aku ajarin aja step by step wudhu. Dia ngikutin. Kami masuk ke ruangan sholat, ruang utama Masjid.

Ruang sholat masjid terbagi menjadi dua, lantai 1 dan lantai 2. Lantai 1 untuk laki-laki dan lantai 2 untuk perempuan. Karena aku masih merasa laki-laki aku menuju lantai 1 aja, :D. Sebelum sholat aku kasih sedikit panduan ke Kotaro, melihat tingkahnya sepertinya dia bakalan ikutan sholat. Aku sholat dzuhur dan ashar, dijamak dan qoshor, karena kondisiku masih dalam perjalanan dan menuntut ilmu.

Masjid Kobe ini memiliki arsitektur gaya timur tengah, persis sekali dengan yang biasa kita temui di Indonesia. Beda jauh dengan masjid di Okayama yang bentuk bangunannya masih Apato, tanpa kubah ataupun tulisan arab di bagian depannya.
interior masjid kobe
Kondisi di sekitar Masjid kobe ini juga sepertinya didominasi oleh orang-orang Muslim, terdapat beberapa tempat makan timur tengah di sekitarnya.

Masjid Kobe ini termasuk bangunan yang bersejarah di Jepang, khususnya wilayah Kobe. Bangunan ini adalah salah satu bangunan yang bertahan ketika terjadinya gempa bumi di Kobe, 17 Januari 1995. Karena itu bangunan masjid digunakan sebagai tempat pasokan persediaan makanan darurat. Melihat peran ini membuat banyak orang Jepang yang mengenal Masjid Kobe.

Tuhan Ada di Segala Tempat

Setelah selesai sholat aku ngobrol-ngobrol lagi dengan Kotaro. Ia punya ketertarikan yang luar biasa pada hal-hal baru, terutama budaya. Dia bilang "Aku mau menikmati budaya luar, bukan sekedar pemandangan saja. Itulah sebabnya setiap datang ke tempat lain aku lebih menikmati berkomunikasi dengan orang lain, melihat budayanya, belajar bahasanya dibandingkan mengambil foto pemandangan".

Prinsip orang Jepang, kepercayaan Shinto ialah Tuhan ada di mana-mana. Orang Jepang meyakini ada banyak Tuhan yang berada di setiap tempat. Seperti di hutan ada Tuhan, di lautan ada Tuhan, pun Kotaro menganggap di tempat ibadah orang muslim ada Tuhan, itulah sebabnya dia ikut masuk dan beribadah seperti orang muslim ketika masuk ke Masjid Kobe.
Bareng Kotaro
Tidak ada satu akidah pakem dalam prinsip agama shinto dan agama ini berasal dari rasa terimakasih kepada alam, sehingga kemanapun mereka pergi mereka akan menghormati alam dan menghormati kepercayaan orang lain. Tidak akan pernah kita lihat orang Jepang yang berdebat tentang kepercayaan orang lain, atau mengkritisi bahwa Tuhan ini salah, Tuhan itu benar. Karena bagi mereka Tuhan itu yah memang banyak dan ada di setiap tempat.

7 comments

Seru, mas :") Jadi pengen ke Jepang liat masjid Kobe.
Salam buat Kotaro, ya #eh :v

wah indahnya mesjidnya, aku paling suka lihat aritektur mnsjid di berbagai daerah selalu ada yg unik

Senangnya bisa berkunjung ke salah satu Masjid di Jepang, memang ada berapa Masjid di Kobe?

Jadi itu penyebab mereka pada dasarnya sangat toleran dengan perbedaan budaya atau agama orang lain?

Iya tapi Kotaro di Kobe, jauh.. Hehe

Yang saya ketahui cuma satu ini Mbak, tapi belum browsing yang lain juga sih. hehe

Nggak tahu juga, belum tentu sih. Mungkin ada sebab lain, tapi yang pasti mereka sangat toleran dengan agama orang lain.

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top