Mengenai Hormatilah Orang Yang Berpuasa - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Mengenai Hormatilah Orang Yang Berpuasa


Lagi puyeng aja kali nih otak, habis kesetrum sama persaman Weight Distribution Approximation yang diturunkan di kelas Liquid State Theory pagi ini. Jadi yaudah lah, daripada malas-malasan di Lab (idealnya sih baca buku atau ikut kuliah di Youtube), yaudah lebih baik menulis.

Belakangan sedang ramai sekali kasus ibu-ibu penerima aliran dana hasil melanggar perda. Emm.. Enak nihh kalau kita juga ngelanggar perda. Setidaknya kita bakalan terkenal dan diberi apresiasi, kan ini masih sama seperti yang aku bilang, kalau yang bohong, yang melanggar, yang brengsek akan diapresiasi oleh media kita (read: Termakan HOAX Lagi).

Hormatilah Orang yang Berpuasa

Hal yang menarik dari kasus ini, selain semakin populernya slogan “Hormatilah orang yang tidak berpuasa” ialah ramainya pernyataan “Orang berpuasa kok minta dihormati”.

Menurutku sih nggak ada yang salah dengan pernyataan “Hormatilah orang yang berpuasa”. Karena pernyataan ini bukan berarti kita gila hormat, atau kepengen dihormati. Nggak! Menurutku pernyataan ini sangat dalam maknanya. Maknanya bahwasannya orang yang berpuasa sedang diuji, alangkah baiknya kalau kita jangan menambah berat ujiannya.

Banyak orang memiliki persepsi yang sangat dangkal mengenai pernyataan ini. Bahwasanya “Hormatilah orang yang berpuasa” itu sekedar “Jangan makan di depan orang yang berpuasa”. Ini kan salah kaprah.

Hormatilah orang yang berpuasa ini punya makna yang lebih dalam. Karena makan bukanlah satu-satunya hal yang membatalkan orang puasa. Artinya “Jangan membuat marah orang yang sedang berpuasa”, “Jangan berpakaian minim sebab orang yang berpuasa harus menjaga hawa nafsunya” dan mengingatkan akan etika-etika lainnya ketika berhubungan dengan orang yang sedang berpuasa. Apakah manja? Nggak juga, wajar kok kalau orang yang diuji berharap kalau ujiannya tidak bertambah.

Harap Tenang Ada Ujian

Ini nggak ada bedanya dengan ketika ujian kemudian di depan sekolah akan ditulis “Harap tenang, ada ujian”. Bukan berarti anak-anak yang ada di sekolah pada manja kan? Pun ini juga bukan berarti anak-anak yang ujian itu mita dihargai ataupun dihormati. Tapi mereka cuma perlu suasana yang tenang untuk bisa menyelesaikan ujiannya dengan baik.

Ketika anak-anak ujian, kita yang berada di luar ruangan tidak bisa membantu mereka. Hal paling minimal yang bisa kita lakukan ialah diam, berusaha untuk tidak mengganggu mereka. Hanya itu! Orang yang berpuasa, seperti itu pula. Puasa ialah ujian dimana ini ibadah hanya antara tiap-tiap orang dengan Tuhannya. Kita nggak bisa bantu apa-apa. Hal paling minim yang bisa kita lakukan ialah untuk tidak menngganggu mereka, tidak menambah ujiannya.

Jika saat ujian itu ada sebuah konser (yang sangat ribut) di depan sekolahan. Apakah anak-anak tidak terganggu? (Omong kosong kalau nggak!). Kalau saat ujian matematika orang-orang berteriak tentang rumus persmaan linier padahal soal yang harus mereka selesaikan ialah presamaan kuadrat. Masih yakin kalau nilai mereka akan bagus?

Jelas saja untuk siswa terbaik di kelas mungkin seberapapun ributnya dunia luar, nggak akan ada pengaruhnya dengan nilainya. Tapi apa yakin seisi kelas tidak akan terpengaruh? Kalau aku sih jelas aja bakalan ada dalam deretan paling bawah pada daftar nilai ujian ini. XD

Iman Kita Nggak Kuat Blass Kok

Jadi sekali lagi jangan seenaknya mengatakan “Kalau iman kita kuat, walau bagaimanapun puasa kita nggak akan batal”.

Aku tekankan yah, Iman kita lemah! Buktinya banyak sekali kemungkaran dan kita cuma bisa membenci dalam hati, atau hanya berceloteh di FB ataupun blog (seperti aku).

Berada jauh sekali dari Indonesia membuat aku rindu tulisan “Hormatilah orang yang sedang berpuasa”. Bukan dalam arti aku ingin dihormati disini, tetapi dalam arti aku memohon sekali untuk tidak menambah ujianku.

Disini sekalipun puasa 16 jam, bahkan kadang nggak sahur, bukan masalah buatku. Saat ini sedang musim panas, bukan terik matahari dan rasa haus ujiannya, tapi wanita-wanita diluar keliaran dengan busana sesukanya. Akhirnya aku memilih mengurung diri di Lab pada siang harinya. Dan pada point itulah aku sadar betapa pentingnya tulisan “Hormatilah orang-orang yang sedang berpuasa”. Ahh.. memang selevel itulah imanku, iman kerupuk, yang mudah melempem kalau kena air.

2 comments

Penjabaran makna kata yang mencerahkan min.
Soal ibu - ibu yang berjualan di tengah hari saya juga sempat bingung karena ada saja pihak yang mencoba untuk mengaburkan kebenaran, alhasil banyak simpang siur dan beragam pendapat dari netizen.
Hingga akhirnya saat ini barulah kita bisa menemukan siapa yang benarnya.

Thank you komennya bro..
Hehehe.. Mudah-mudahan orang Islam di Indonesia semakin dewasa dengan adanya kejadian ini.. Semoga pada tahu "belangnya" media-media nasional.. :D

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top