Surat Cinta dari Saintis - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Surat Cinta dari Saintis


Sebenarnya udah dari kemarin-kemarin sih mau nulis ini. Awalnya bingung mau dikasih judul Puisi Saintis, atau apalah.. Akhirnya aku buat aja judul Surat Cinta dari Saintis. Toh kan bisa aja di surat berisi puisi. Ini hanyalah iseng belaka setelah mendengar beberapa puisi saintis di Youtube.

Anyway, hari ini aku dapat surat dari anak-anak di Jepang. Sweet banget deh amplopnya. Tapi aku belum bisa baca isinya. Isinya tulisan kanji dan kana yang masih sangat asing buatku. Mungkin akan aku ceritakan di postingan berikutnya.

Oh ya, balik ke topik, inilah hasil isengku Surat Cinta dari Saintis
Surat cinta saintis


Surat Cinta dari Saintis

Hai.. Apa yang sedang kau lakukan?

Sepertiku, semoga kau juga sedang menikmati seduhan kopi.

Unik yah? Aku rela melakukan ekstraksi dan filtrasi pada 353 Kelvin hanya untuk menikmati secangkir larutan caffeine.

Tapi aku bisa menjelaskan atas rasa canduku kepada caffeine.

Caffeine masuk ke aliran darah dan tersebar ke seluruh organ tubuh. Caffeine akan bereaksi dengan reseptor adenosin.

Peristiwa ini, memaksa otak kita bereaksi dengan memproduksi dopamin, epineprin dan serotonin yang membuatnya sangat aktif.

Produksi enzim secara massal ini menyebabkan kelenjar adrenal memproduksi adrenalin dan membuat tubuh kita sangat aktif.

Inilah yang menyebabkan aku candu pada caffeine. Ahh.. kau tau itu kan?

Sedangkan kamu.. Aku masih heran bagaimana aku bisa begitu candu padamu?

Aku tak pernah punya hipotesis untuk memulai analisanya.

Kamu.. Masih begitu misterius buatku.

Ahh.. Ya, ya baru saja terfikirkan. Apakah itu karena aromamu yang mengandung feromon? Tapi bagaimana? Kau bahkan berjarak puluhan mill dariku, mana mungkin terjadi reaksi.

Kenapa kau begitu menarik buatku? Kau bahkan mampu melengkungkan ruang dan waktuku untuk memikirkanmu.

Sebentar. Apakah itu Teori Relativitas Einstein? Tapi pasti  tubuhmu yang mungil tak punya massa yang cukup untuk menarik ruang dan waktuku. Lalu bagaimana?

Apa sebenarnya rahasiamu? Kenapa tulang martil telingaku begitu mengenali frekuensi suaramu?

Dan lagi, bagaimana caramu membuat hatiku beresonansi ketika melihat gambarmu di sosial media?

Sampel galaksi mana sebenarnya, yang digunakan Tuhan untuk menghias matamu?

Ini begitu tak masuk akal.. Seolah olah kamu menguasai sains dari dimensi lain.

Atau kamu memang berasal dari dimensi ke empat? bersama dengan mobius strip dan botol klein?

Kalau begitu bagaimana caraku mencapaimu?

Kukira kita harus sepakat, bahwa makhluk dimensi tiga sepertiku hanya bisa berharap

Aku hanya bisa menunggumu, karena kau yang berada di dimensi empatlah yang bisa menemuiku disini.

Aku akan menunggu..

Mahfuzh TNT

Silahkan share kalau ini cukup menarik.. :D

2 comments

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top