Mencari Tempat Sholat di Jepang - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Mencari Tempat Sholat di Jepang


Mungkin ada beberapa dari para pembaca blog (wkwkwk.. Gr amat kalau punya pembaca) yang penasaran dengan kehidupanku sebagai muslim selama tinggal di negeri sakura. Jangankan kalian, teman-teman aku yang orang Jepang dan international student juga sering penasaran dengan gaya hidupku sebagai muslim selama di Jepang.

Sebelumnya, aku sudah menuliskan tentang mencari makanan Halal di Jepang

Jadi kali ini aku coba menuliskan salah satu hal yang pernah ditanyakan oleh temanku yang orang jepang soal gaya hidup muslim di Jepang.  

Sholat 5 Kali Sehari

Sekitar sebulan yang lalu, temanku yang orang Jepang aku ajak gabung main badminton dengan teman-teman Indonesia. Nah.. Kebetulan jam 7 malam, kami beramai-ramai melaksanakan sholat magrib berjamaah. 

Setelah selesai melaksanakan sholat, temanku langsung datang dan bertanya 
"Apa yg baru aja kamu lakukan?" 
"Sholat. Aktivitas berdoa kepada Tuhan". Jawabku
"Ohh.. Apa itu kamu lakukan setiap hari?" 
"Ya, 5 kali sehari" 
"Ha? 5 kali sehari? Kalau di Jepang apa nggak susah melaksanakannya?" Yang dia maksud melaksanakan sholat. 
"Enggak,  selama ada tempat yang bersih, aku bisa melakukan sholat, dan hampir setiap sudut di Jepang itu bersih, jadi sangat mudah melaksanakannya."
"Apa tidak ada yang memperhatikanmu kalau kamu sholat di tempat-tempat umum?"
"Umumnya setiap kali aku sholat orang hanya akan melihat beberapa saat, tapi nggak ada yang melihat terus-terusan (staring) ataupun merekam ketika aku sedang sholat."
"Ohh.. I see"
"Yah.. Thanks to you guys. Budaya kalian sangat menghargai orang lain, sehingga membuatku begitu mudah melaksanakan semua kewajibanku sebagai seorang muslim."
"Oh.. ya? Great.. Let's have another game" Dan kami lanjutkan dengan bermain badminton. 

Ketika mengakhiri percakapan itu, aku tersenyum. Aku bisa menjawab percakapan itu mungkin karena kisahku jalan-jalan ke Kyoto

Apa Sulit Menemukan Tempat Sholat di Jepang?

Dalam sebuah perjalananku ke Kyoto, sekitar empat bulan yang lalu, liburan musim dingin. Di Kyoto aku berkeliling ditemani oleh teman-teman kensyusei (pekerja perusahaan). Selalu ada hal yang menarik ketika kamu bertemu dengan orang-orang baru dan lingkungan yang baru. 

Teman-teman kensyusei ini terlihat lebih akrab, mereka sholat shubuh berjamaah karena tinggalnya di satu lokasi yang sama. Mereka juga terbiasa sholat berjamaah ketika melakukan perjalanan bersama. Saat jalan-jalan bersama mereka, ada percakapan menarik yang kurang lebih seperti ini. 

"Sudah dzuhur, ayok sholat dulu" ajak pimpinan group (yang biasa jadi imam sholat)
"Yuuk.." Kompak semuanya. 
"Em.. Dimana yah?" Tanyak pimpinan. 
"Disitu aja, kosong dan bersih tuh tempatnya" Aku berpendapat. (Tempat yang aku ajukan itu sangat terbuka, tetapi kosong)
"Jangan disitu, banyak orang nanti yang lihat" Ketua pimpinan berpendapat. 

Setelah itu beberapa temam menyebar untuk menemukan tempat sholat berjamaah. Sampai akhirnya beberapa kembali lagi dan melaporkan beberapa tempat yang potensial untuk tempat sholat. Di saat itu ada yang tiba-tiba berpendapat

"Ini kita mau sholat kan? Bukannya mau mesum juga, ngapain cari tempat yang tersembunyi segala? Ibadah ini Broo, bukan maksiat."

Aku langsung ketawa mendengarnya. Sangat cerdas dan benar! Ngapain dibuat sulit, selama tempatnya bersih, tidak mengganggu umum, dan bisa menghadap kiblat, khan sudah cukup untuk sholat?

Terkadang sadar atau tidak, kita menjadi takut menyatakan bahwa "Saya adalah Seorang Muslim". Atau mungkin kita dengan lantang dan nyaring menyatakannya ketika di depan teman seiman, tetapi ketika ditabrakkan pada teman yang berbudaya lain, kita langsung ragu, bahkan nggak berani melakukan kewajiban kita sebagai muslim. 

Buatku perjalananku saat ke Kyoto itu memberikan pelajaran yang sangat penting. Jadi sekarang, untuk mencari tempat sholat di Jepang sangatlah mudah. Karena memang hampir setiap sudut di Jepang sangat bersih dan bisa digunakan sebagai tempat sholat, kita hanya perlu sebuah alas kain tipis ataupun sajadah. Sangat praktis. Menurutku sih umumnya budaya orang Jepang sangat mempermudah kita untuk menjadi seorang muslim yang baik di negara sakura ini.

Jadi kalau bisa dengan mudah, kenapa harus panik dan dipersulit?

8 comments

oh begitu ya.. apalagi sifat orang Jepang yang individual, jadi gak kepo-kepo amat dan gak norak pas lihat orang sholat di tempat umum, ya. Jadi bisa sholat dengan tenang.
Malah di Indonesia yang kalau sholat gak di tempatnya (di mushola atau masjid) dilihatin dengan pandangan dan komentar aneh.

Nahh.. Iya, itu.. Saya kemarin jg mau bahas itu sih.. Di Indonesia malahan kalau di tempat-tempat hiburan terus nggak ada Mushola, terus kita sholat di lapngan pada diliatin.. Kan aneh.. :D

Wah, pengalamanya sangat menarik, tapi ngomongin soal tempat ibadah umat muslim di jepang, rata-rata disana mesjid atau mushola bentuknya sefamiliar yang pernah kita lihat di Indonesia begitu ? atau seperti rumah - rumah pada umumnya ?

Beda-beda mas, yang sudah bisa beli tanah dan dapat izin bangunan biasanya berbentuk seperti Masjid (dengan kubah), ini umumnya di kota-kota besar. Tetapi kalau komunitasnya masih baru, belum punya dana, atau belum dapat izin bangunan, maka bentuk bangunannya ialah Apato (apartement, kotak-kotak), itu biasanya cuma nyewa satu lahan apato kemudian dialihfungsikan menjadi Masjid.
Di Okayama, tempat saya tinggal, masih berupa Apato. :) thanks sudah mampir.. semoga manfaat

Pengalaman yang menarik dan membantu sekali bang untuk kami yang belum ke Jepang.
Ngomong - ngomong kalo di Jepang itu yang Yakuza kayak di film itu benar ada bang? dan dimana biasanya daerah seperti itu bang?

Emm.. Sepertinya benar ada, tapi kayaknya sudah mulai berkurang dan hilang.. Saya sendiri kurang tahu dimana kotanya.. hehehe.. Maaf, saya tinggal di kota kecil..

Klo sholat jumat gimana mas? Ribet ga mas nyari2 masjidnya? Pernah bentrok sama ujian atau kuliah ga?

Alhamdulillah nggak ribet, masjid kebetulan ada disebelah kampus saya Okayama University. Nggak pernah bentrok dengan ujian dan kuliah, sensei saya baik, kasih jadwal yang "menguntungkan".. :D

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top