Termakan HOAX Lagi? Kerusakan Struktural Media Pemberitaan Sains - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Termakan HOAX Lagi? Kerusakan Struktural Media Pemberitaan Sains


Ehm... Hadirin dan hadiroh rohimakumulloh... Anggap saja aku sedang membuang-buang waktu. Kali ini aku bakalan berkomentar mengenai Tony Stark asal Bali, yap.. Tawan. Pada akhirnya peristiwa ini terlalu menarik untuk aku lewatkan, bukan karena hebohnya Facebook ataupun media massa tentang berita ini, tetapi karena mengingatkanku akan diskusi singkat dengan Dosen pembimbingku.
Robot Tangan yang dikendalikan dengan Hoax
Robot Tangan yang dikendalikan dengan Hoax
Pada saat itu, beliau membahas tentang materi termodinamika, hukum ke-nol, pertama, kedua dan ketiga. Hukum termodinamika ialah ilmu yang mempelajari tentang energi yang terdapat dalam suatu sistem. Saat itu beliau mengatakan, berdasarkan hukum  termodinamika pertama maka apa yang diberitakan di jpnn itu HOAX, masih ingat kan dengan cerita pria lulusan SD yang menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Hampa? Ini kalau orang ngerti Termodinamika pasti langsung tau kalau itu HOAX
Pembangkit Listrik Tenaga Hoax
Pembangkit Listrik Tenaga Hoax
Tak cukup sampai disitu, ini komentar yang lebih menarik lagi, intinya gini "Kalau punya penemuan itu, publikasikan di jurnal, presentasikan di DIKTI, beritakan ke pihak terkait dan ahli. Ini enggak, malah beritakan dulu ke Java Pos, Ngalam Post, Derik.com. Booming! Kacaunya lagi mahasiswa yang baca pada langsung percaya lagi, di share lah.. parahnya lagi kalau ini mahasiswa kimia yang ngeshare."

Struktur Publikasi Penemuan yang Normal

Yap. Kalau membaca tulisanku sebelumnya tentang God Particle dan kisah Perjuangan Einstein (yang ada 4 part), maka kalian pasti sudah tahu bagaimana para ilmuwan yang sebenarnya bekerja. Dari kisah Perjuangan Einstein kalian tahu kalau sejak  tahun 1940-an ilmuwan telah menyusun kerangka publikasi ilmiah yang solid, dimana ketika memiliki penemuan ataupun teori baru maka hal paling pertama yang perlu dilakukan ialah mempublikasikannya di jurnal yang terbaik. Tak hanya itu, bahkan ilmuwan harus memikirkan ulang untuk penerbitan jurnalnya jika datanya kurang valid, karena reputasi yang sedang dipertaruhkan.

Kemudian dari artikel tentang God Particle kalian sudah tahu kalau media yang benar itu memberitakan suatu penemuan sains setelah dipublikasikan di Jurnal. Jangan terbalik-balik, ataupun sengaja dibalik. This way will keep the reader away from stupidity!

Struktur Publikasi Penemuan yang 'Abnormal'

Dalam setiap HOAX yang sudah terjadi di Indonesia, pada umumnya punya pola yang sama loh. Pertama buat alat yang luar biasa (usually too good to be true), kemudian rangkai cerita, masukin ke koran. Oke.. Sebagaimana prinsip memancing, harus mulai dari yang kecil dulu, masukin ke koran lokal. Setelah itu, akan go nasional, dilirik oleh media massa Nasional, dikros cek oleh ahli.. dan.. dan.. Alhamdulillah, karena hidupnya sangat 'kekurangan' mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ehh.. Sebentar.. sebentar.. bagiamana dengan kros cek para ahli? Yah jelas HOAX lah.

Tetapi kemudian portal-portal berita akan sekali lagi merekayasa sebuah kisah yang dramatis, yang akan membuat orang lupa kalau portal tersebut secara ugal-ugalan sudah menyebarkan HOAX. 

Ini bukan persoalan "patut diberi bantuan" ataupun "patut diapresiasi", sekali lagi ini bukan masalah itu. Kalian tanyakan ke semua orang di Indonesia "Apakah orang kurang mampu perlu diberikan bantuan?" semua orang juga bakalan jawab perlu kok! Aku juga gitu. 

Tetapi sekali lagi fakta bahwa apa yang dilakukan orang-orang ini (pelaku dan media) sangat menghawatirkan dunia ilmu pengetahuan di Indonesia. Kalau di luar negeri, media sampah macam itu pada sudah diblacklist dan nggak laku, karena memang baca media macam itu sama aja pembodohan kan? *tell me if I am wrong!

Kenapa ini sangat menghawatirkan dunia Ilmu Pengetahuan di Indonesia, karena akhirnya yang bohong diapresiasi, sedangkan ribuan saintis (yang beneran) bekerja keras, membaca berbagai referensi, membuat metode, melakukan eksperimen, dan menulis jurnal kemudian terlewatkan oleh pemberitaan media. Kenapa? Hanya karena media kita malas membaca jurnal-jurnal sains. Mereka lebih suka menulis berita dengan mendengar karangan tukang bubur yang menciptakan panci anti peluru. :v 

Jadi kalau kalian masih tertarik membaca berita-berita dari Kam*os.com, java*ost.com la*utan6.com dan media omong kosong lainnya, sory to say, but you'll be stupid. Oke, dan sekarang kamu bakalan bilang kalau enggak kok, mungkin cuma yang sains aja yang kurang tepat, karena mereka nggak ahli, kalau berita politiknya bener kok. (for me, I'll heard "blah.. blah.. blah.."). Logikanya, kalau ilmu sains yang notabenenya eksak dan "Experimentally tested" aja udah berani dipalsukan, berapa kemungkinan berita politik yang jelas-jelas fluid (berbeda-beda dari setiap pihak) akan dipalsukan? Hitung sendiri yap.. :D

Sekarang kita bahas trik sederhana, bagaimana agar kita nggak mudah terbodohi oleh HOAX. Inilah beberapa hal yang perlu kalian perhatikan:

Too Good To Be True

Kalau kalian merasa berita itu "too good to be true" maka tunggu dulu, jangan langsung share berita tersebut. Ingat, Pembangkit listrik tenaga hampa, Robot dengan neurotransmitter dari barang rongsokan, apa lagi yah?

Pembangkit listrik rumahan saja itu sudah luar biasa, ditambahi dengan tenaga hampa is too good to be true. Robot dengan neurotransmitter aja itu sudah penemuan terbaru, dari barang rongsokan is too good to be true

Lihat Latar Belakang

Lihatlah latar belakang pembuat teknologi tersebut. Ini yang paling mudah. Jadi ada seoarang anak SMP yang membuat helm dengan pendingin kepala, ini atas bimbingan dari gurunya juga, perhatikan bahwa latar belakangnya ialah memenangkan lomba sains terapan. 
Nara
Nara -the real deal
Ada lagi seorang yang menemukan teknologi terapi kanker, yaitu Dr. Warsito, kalau melihat reputasinya, beliau menyelesaikan pendidikannya di Jepang, dengan fokus bidang penelitian yang tidak jauh-jauh dari kelistrikan dan biomedis. Jelas sangat relevan dengan penemuan beliau.
Dr Warsito
Dr Warsito -the real deal
Kemudian seorang telah menemukan kompor biomassa yang memberikan kualitas api yang bagus dari bahan bakar biomassa yang hemat. Kompor ini telah diproduksi massal, latar belakang pembuatnya ialah seorang Guru Besar Ilmu Fisika Komputasi dari Universitas Brawijaya Prof. Muhammad Nurhuda, dan Teknologi pada kompor ini merupakan hasil penelitian yang serius dan tekun dari beliau. Kurang terpercaya gimana coba reputasi beliau ini?
Prof Nurhuda
Prof Nurhuda -the real deal


Bandingkan dengan HOAX yang beredar. Tentu saja, penemuan mereka ini tidak akan ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Hampa yang ditemukan oleh lulusan SD atau Lengan Robot yang Terhubung Langsung ke Otak yang ditemukan oleh lulusan SMK. 

Pernyataan ini bukan berarti bahwa orang lulusan SD atau SMK tidak akan mampu membuat sesuatu yang besar tetapi bahwa ada sepak terjang sebelumnya, ada proses dari awal untuk membuat sesuatu, karena yang instant itu cuma mimpi. 

Pikirkan Secara Rasional

Pertimbangan ketiga ini tentu saja akan sangat beragam untuk setiap orang. Jadi gini, berfikir ialah salah satu pembeda antara manusia dengan hewan. Kita cerdas kalau terbiasa berfikir. 

Pikirkan saja, bagaimana mungkin orang lulusan SD yang hanya dengan beberapa juta rupiah menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Hampa, sementara Ilmuwan yang menguasai persamaan schrodinger (yang rumitnya kayak pikiran cewek), termodinamika dengan dilengkapi fasilitas penelitian terbaik dan dana jutaan dolar tidak pernah mampu membuatnya. 

Pikirkan apakah mungkin seorang yang tanpa pengalaman membuat robot, secara autodidak menciptakan robot yang dilengkapi dengan neurotransmitter dapat bergerak secara spesifik mengikuti perintah dari otak hanya dengan bahan baku barang rongsokan, sementara ribuan ilmuwan berkolaborasi hanya untuk menempelkan sebuah tangan robot ke syaraf motorik orang yang cacat. 

Please... deh!

Oke.. Sebagai penutupan, aku cuma mau bilang "This is Mystupidtheory!, so take it or leave it"
Semua yang aku tulis ialah pendapatku, tidak perlu percaya karena aku juga stupid, that's why I am studying!


4 comments

Sebuah pencerahan yang berbeda.

Ini benar2 menambah pengetahuanku..
thanks

Semoga bermanfaat.. Terimakasih..

Alhamdulillah.. Ambil baiknya.. :)

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top