Kembali Angkat Blade, Setelah Sekian Tahun. - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Kembali Angkat Blade, Setelah Sekian Tahun.


Hae guys.. Kalian pasti sudah menunggu-nunggu ceritaku kan? Hahaha.. Ngaku aja deeh.. Oke. Apa yah yang baru? Mm.. Aku belajar bahasa Jepang gratisan di perpustakaan, kalian udah tau? Jadi, karena aku nggak bisa ikut kelas reguler di kampus, akhirnya aku ikut kelas gratisan di Kyoyama Library, dan aku diperlakukan sangat istimewa, karena datang tanpa tahu sedikitpun tentang Bahasa Jepang, aku akhirnya dibuatkan kelas khusus. Kelas yang levelnya dibawah anak kecil, diajarin secara private, aku sendiri.. XD

Kelas Bahasa Jepang ini jadwalnya setiap hari Sabtu, jadinya setiap sabtu aku ke perpustakaan. Hal yang paling unik dari belajar Bahasa Jepang disini ialah, walaupun Sensei(guru) bisa berbahasa Inggris, tetapi dia berusaha untuk tidak berbahasa inggris selama kelas berlangsung. Aku dilatih agar terbiasa mendengarkan bahasa jepang. Senseinya baik banget dehh.. Seru!

Saat awal-awal dulu, selesai kelas Bahasa Jepang aku pasti bosen dan nggak tahu mau ngapain, akhirnya sekitar sebulan yang lalu aku jalan-jalan ke lapangan kota (Momotaro Arena) untuk melihat orang-orang olah raga. 
Momotaro Arena Okayama
Sisi Menarik Momotaro Arena Okayama

Nahh.. Pas itu aku kepikiran untuk ikutan olah raga juga, karena aku bisanya tenis meja, aku tanyak deh ke orang disitu (anak SMA yang kusetopin di tengah jalan), aku tanyak 
"Ngerti Bahasa Inggris nggak luh?" 
"Sikit-sikit Ngerti lah.." Jawabnya
"Tahu nggak tempat main tenis meja?"
"Ohh.. Tahu, aku pernah main disana"
"Dimana itu? Aku mau maen tenis meja" Aku langsung to the point
"Emm.. Umm... Etooo.... Kuanterin lahh.."Ajaknya. 
"Yakin luhh? Nggak papa?" (padahal emang sesuai harapanku). 

Nah.. Setelah aku tahu tempatnya, aku tanyak ke penjaga tempat itu jadwal main tenis meja-nya. Mereka nggak ngerti Bahasa Inggris, jadinya saling tunjuk sama temannya yang lain. Lucu, aku ketawa-ketawa aja.. XD. Akhirnya ada cewek yg kelihatannya pinter dikit lah... Dia ngerti Bahasa Inggris campur Nihonggo sikit-sikit.. Pokok aku dapat aja jadwal main tenis mejanya. 

Beberapa hari kemudian aku datang ke tempat tersebut, rencananya aku cuma mau izin, aku boleh ikutan main tenis meja bareng mereka apa nggak. Aku lihat yang main rata-rata berusia lanjut, jadi aku pesimis kalau mereka ngerti Bahsa Inggris. Jadi aku rencanakan bahasa tubuh dengan menggerak-gerakkan tanganku untuk mengatakan "Gua pengen maen pimpong bareng kalian" kemudian mereka akan mengangguk-ngangguk tanda sepakat atau diiringi dengan ucapan "Haik.. Haik.." dan main dehh. 

Wkwkwk... Setelah berkenalan, ternyata dalam klub tenis meja (yang isinya orang-orang tua) ini adalah pensiunan. Ada yang Professor, Pekerja Perusahaan, dan Guru Bahasa Inggris, jadinya banyak yang mengerti Bahasa Inggris.  Komunikasi tanpa masalah.. Lancar Jaya.. 

Yang awalnya aku cuma mau izin ikutan main. Ehh... Ternyata malah langsung diajak main, dipinjamin Blade dan langsung disiapkan meja dan bola. Lucky me.. :).  Untungnya sisa-sisa pukulan dari latihanku pas SMP masih ada, jadinya setelah disediakan fasilitas gratisan nggak malu-malu-in lahh... 

Kuperhatikan rata-rata pemain yang pukulannya bagus disini pakai posisi grip Penhold termasuk pelatihnya. Beberapa orang disitu langsung ngelihatin aku main, karena jarang sekali yang main pakai grip Shakehand dan stabil pukulannya. Mungkin mereka pelajari posisiku.. Entahlah.. 

Setelah main selama sekitar dua jam, aku diberitahu kalau ini adalah klub Tenis Meja, anggotanya banyak dan aku boleh gabung. 
"Kita bayar pelatih dan lapangannya setiap kali main, bayar pelatihnya sekitar...." Belum selesai Orang tua yang Professor itu menjelaskan, pelatihnya udah bilang:
"Nggak perlu, dia bisa main disini gratis, tinggal bayar lapangannya aja"
(Lucky me... :)
Mendengar kata free aku langsung menyambar "Oke.. Saya akan datang lagi minggu depan"
---------0-----0----------

Setelah tahu jadwal lengkap latihannya, aku putuskan untuk ikut dua kali seminggu, itu hari kamis malam dan sabtu siang (Setelah Belajar Bahasa Jepang di Perpus). Minggu lalu aku beruntung banget dahh... 

Ada pemain (tua) yang tipenya deffensive (bertahan), dan dia tertarik dengan spin (semacam smash dalam badminton) dan permainan offensive-ku akhirnya kami main. Keren banget dahh pukulannya.. Aku suka.. Setelah itu pelatih tangannya gatal juga pengen gabung untuk main dua lawan satu. Dua orang tua melawan satu anak muda. Karena aku dapat jatah main gratisan, nggak mungkin kan aku nolak? :V Akhirnya main dahh.. Pukulannya pelatih pakai tipe karet bintik, yang beda banget dengan pukulan pemain deffensive. Aku kwalahan, tapi masih bisa spin bola-bola mereka. Setelah beberapa saat, pelatih memutuskan untuk berhenti main, dia ambil iPad-nya dan ngerekam permainan kami. 

Setelah benar-benar kelelahan, kami berhenti. Mitsuichi -san (pemain tua yang defensive itu) bilang gini:
"Aku sudah tua.. Aku kehabisan tenaga"
Aku jawab "Oh.. Aku juga merasa tua kalau gitu..." 
"Hahahaha"

Setelah selesai membereskan lapangan dan memasukkan semua bola ke tempatnya (Ini budaya disini, apapun yang kau lakukan, kau juga yang harus bereskan). Setelah semuanya kembali ke tempatnya. Pelatih ngajakin aku makan siang bersama. Alhamdulillah...  Mitsuichi -san tanya-tanya masalah makanan halal, dan aku akan dicarikan makanan yang ikan-ikan dan sushi saja. 

Akhirnya aku makan di Hotel yang elite banget dehh.. Prasmanan, pun karena aku yang anak muda sendiri, aku diambilkan makanan banyak banget sama mereka. Katanya "Kami udah tua, makan sedikit aja udah cukup, kamu kan anak muda, harus makan banyak biar kuat spin lagi"

Aku ketawa, dan tanpa ragu melahap ikan mentah selanjutnya.. :D

Minggu depan aku bakalan main lagi dengan Mitsuichi -san, pasti seru.. Mungkin suatu saat aku akan minta divideokan.. Biar bisa pamer gitu.. :V

Thanks Udah dengerin curhatku.. wkwkwk.. :P 
Ada pengalaman menarik saat makan siang ini, akan aku ceritakan pada postingan berikutnya.. Tunggu yapz.. :D

6 comments

Eeeh sumpeee? Baik banget mereka xD

Mereka welcome banget sama orang asing ya lek gitu? Atau budaya di Okayama emang lebih intim?

Soale stereotype yg kudengar orang Jepang itu kaku dan jaga jarak sama gaijin sih >,<

Dari ceritamu di atas kayake mereka mudah banget dideketin .__.

Yang banyak kubaca juga gitu.. Tapi selama ini yang kualami malah ramah2 banget sama aku.. Hehe.. Entahlah.. Tapi emang kita yg harus berani deketin mereka sihh.. Aku khan nggak pernah malu datangin orang2 buat tanyak2 atau minta tolong.. :D Kalau pada nggak mau yaudah, cari yg mau aja.. *nggaktahudiri*

Serunya fuuuzh... aku bayangin kayak film di jepang2, anak muda dan bapak tua kelelahan setelah bertarung XD. Dialog ini yg paling kusuka fuzh

"Aku sudah tua.. Aku kehabisan tenaga"
Aku jawab "Oh.. Aku juga merasa tua kalau gitu..."
"Hahahaha"

Iya, kalau ngobrol sama aku khan selalu asik Mol.. :V

Hehe.. Banyak hal yang menarik kalau kita mau menuliskannya.. :D

kak gaya bahasanya beda ya dari yang awal? hahaha

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top