Ilmuwan Agnostik (Hampir Atheis) VS Ilmuwan Religius - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Ilmuwan Agnostik (Hampir Atheis) VS Ilmuwan Religius


Sekitar sebulan yang lalu aku nonton video di Youtube tentang sains dan seputar ilmuwan sains. Ada sepotong diskusi yang sangat menarik yang sempat kutonton tentang Ilmuwan Atheis Vs Ilmuwan Religius. 

Kenapa kusebutkan Ilmuwan Religius, itu untuk mengatakan kalau ilmuwan tersebut bukan seorang muslim. Tetapi ini bisa kita generalisasikan sebagai cara pandang ilmuwan religius. Okelah langsung aja.

Isi Diskusi Atheis VS Religius

Karena ini potongan diskusinya aja, jadi aku nggak begitu tahu apa yang ditanyakan oleh Ilmuwan Religius tersebut ke Neil Degrease Tyson. Tapi setidaknya mereka sedang berbicara tentang salah satu keanehan di alam semesta, yaitu Dark Energy. Dari jawabannya, mungkin bisa dikatakan pertanyaanya gini:

"Apa kamu bisa menjelaskan apa itu Dark Energy?"
Jawabannya ini merupakan inti dari video diskusi tersebut:

"Hehehe.. Yah.. Aku tidak bisa menjelaskannya. Kenyataanya, ilmu fisika yang kita miliki saat ini tidak akan dapat menjelaskan bagiamana alam semesta meluas dengan kecepatan yang bertambah. Seorang atheis pernah memberitahuku seperti ini, ini sangat menarik: Kalau kau ingin mengatakan bahwa itu adalah bukti keberadaan tuhan, maka tidak bisa seperti itu. Hanya karena kau tidak mengetahui itu dan para saintis tidak dapat menjelaskannya, maka itu adalah Tuhan dan Tuhan itu ada. Kalau begitu caramu berfikir maka banyak sekali hal yang tidak dapat dijelaskan pada masa lalu, saat ini sudah dijelaskan dengan baik. Apakah artinya keberadaan tuhan terkikis?"
"Oke.. Oke.. Aku tidak pernah punya masalah kalau kalian berpendapat bahwa itu adalah Tuhan. Tetapi yang paling buruk ialah ketika kau hanya berhenti pada kesimpulan itu. Bahwasannya Tuhanlah yang melakukan itu semua dan titik. Pada momen dimana kau kehilangan rasa penasaranmu itu, kau menjadi tak lagi berguna dalam sains."

Neil DeGreasse Tyson

Oke. Aku akan coba jelaskan dengan pengetahuanku yang sangat minim ini. Pertama tentang Neil Degrease, ia adalah seorang Physicist (Fisikawan) yang mengaku dirinya ialah Agnostik. Agnostik ialah orang yang percaya pada hukum-hukum alam, hal-hal yang terjadi di alam ini memiliki sebab-sebab kejadian yang logis. Menurutnya ini berbeda dengan atheist. Atheist suka sekali menyebarkan pikirannya, berdebat tentang ketiadaan tuhan dan hal-hal lainnya tentang filosofi. Aku sendiri tidak akan melakukannya, karena aku sibuk, aku tidak punya waktu untuk itu, aku adalah seorang saintis, dan aku mengajar pada para pemikir muda hal-hal yang benar. Begitu kata Neil deGreasse Tyson.


Dark Energy

Kemudian tentang pokok bahasan dalam diskusi ini. Jadi gini, seluruh bukti saintifik telah menyatakan bahwa awal terjadinya alam semesta ini ialah dari ledakan besar (The Big Bang Theory). Nah.. Salah satu bukti saintifik yang valid tentang teori ini ialah ditemukannya sisa-sisa ledakan Big Bang berupa gelombang mikro kosmik oleh Penzias dan Wilson. Gelombang Mikro Kosmik ini hingga sekarang mengalami ekspansi, menurut semua hukum fisika yang ada saat ini ekspansi yang terjadi pada gelombang ini seharusnya melambat. Namun menurut pengamatan (kenyataanya), yang terjadi malah sebaliknya, ekspansi pada gelombang ini mengalami percepatan, (semakin cepat). Maka menurut dasar hukum fisika, gelombang tersebut mendapat tambahan energi. Darimanakah energi tersebut? Tidak ada ilmuwan yang mampu menjawab dan menjelaskannya, sehingga disebutlah Dark Energy.


Rasa Penasaran itu Sangat Penting

Oke, terlepas dari ngerti atau tidaknya kalian tentang Dark Energi tersebut, ada hal yang menarik disini. Sadar atau tidak, jawaban pada paragraf kedua dari Neil Degrease Tyson itu merupakan hal penting yang harus kita renungkan sebagai muslim. Bahwasannya segala yang terjadi di dunia ini ialah karena kehendak Allah, itu adalah sesuatu yang pasti kita yakini. Tetapi bagaimana caranya itu bisa terjadi, atau dalam bahasa yang lebih islami "bagaimana sunatulloh yang terjadi" juga merupakan hal yang tidak boleh kita tinggalkan.

Saat dimana kita tidak lagi penasaran pada "cara Allah" mewujudkannya itu merupakan saat dimana kita tertinggal dari negara-negara maju di dunia. Bukti nyata kalau mempelajari cara terjadinya sesuatu itu sangat penting bagi seorang Muslim ialah banyaknya ayat-ayat di dalam Al-Qur'an yang berisi tentang runtutan kejadian-kejadian yang terjadi di alam.

Karena kalau kau berhenti pada keyakinan "Itu adalah kehendak Tuhan" maka Newton tidak akan menemukan Gaya Gravitasi. Karena dia akan berfikir bahwa buah apel jatuh kebumi merupakan kehendak Tuhan (saja). Bahkan mungkin kita, manusia akan masih berada di goa, karena api, petir dan badai yang terjadi semua ialah kehendak Tuhan, yang tidak ingin kita ketahui penyebabnya dan bagaimana terjadinya.

Dalam diskusi dengan dosenku (yang kebetulan lagi di Jepang) kemarin, beliau berkomentar bahwa. Orang Islam kita itu yah, kalau lihat fakta yang luar biasa tentang air aja, mereka langsung menyebut Subhanallah... Masyaallah.. Tapi yang menemukan dan menjelaskan fenomena itu orang-orang atheis. Dan mereka ketika diajak untuk mempelajari tentang itu ogah-ogahan.

Ini sama persis seperti yang dikatakan Neil Degrease Tyson. Dititik dimana kamu berhenti hanya pada kalimat Subhanallah ataupun Masyaallah, disitulah kamu gagal mempelajari Al-Qur'an dengan  baik.

Oke.. Sekarang kita bicarakan dengan santai, kenapa aku tuliskan ini di Blog? Semoga saja ini berkaitan. Jadi semakin lama aku lihat semakin banyak orang islam yang "ignorance" atau tidak punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan ini berakibat fatal.

Rasa Penasaran Itu bisa Mencegah Penyebaran HOAX

Orang-orang islam, terutama dari Indonesia mudah sekali menyebarkan berita HOAX. Salah satu yang terbaru dan sering sekali kulihat di FB ialah tentang Astronot wanita Sunita Wiliams. Aku berkali-kali mengkonfirmasi hal ini, karena bertebaran di FB.




Jadi gini, ketika kita membaca artikel tentang "Keajaiban Al-Qur'an" jangan hanya berhenti pada Subhanallah atau Masyaallah. Tetapi telitilah, bagaimana penjelasan ilmiahnya, bagaimana itu bisa terjadi? Apa penyebabnya? Kalau sudah seperti ini cara berfikirnya, maka kita nggak akan mudah lagi terjebak HOAX.

Contohnya ini, salah satu HOAX dari situs berita PANJIMAS (Kelihatannya situs berita islami, tapi isinya HOAX), judulnya "Kesaksian Astronot Wanita Jadi Mualaf Setelah Melihat Keajaiban Mekah dan Madinah.

Dalam berita tersebut dikatakan seperti ini:
Sunita berkata : ‘”Dari Bulan seluruh Bumi kelihatan hitam dan gelap kecuali dua tempat yang terang dan bercahaya. Ketika aku lihat dengan Teleskop, ternyata tempat itu adalah Mekkah dan Madinah. Di Bulan semua frekuensi suara tidak berfungsi, Tapi aku masih mendengar suara Adzan”.
Ketika membaca ini, jangan berhenti pada kalimat "Masyaallah" tetapi tanyalah "Kenapa Adzan terdengar disana? Apa karena adzan yang dikumandangkan oleh orang muslim memiliki energi yang cukup untuk sampai ke bulan? Bagaimana mungkin?

Kemudian dengan cara itu, cepat atau lambat kamu akan bisa tahu kalau itu HOAX. Jadi begitulah. Jangan hanya berhenti pada mengetahui fenomena alam yang terjadi, tetapi cari tahulah bagiamana caranya fenomena tersebut bisa terjadi.

Yap itulah sedikit hal yang bisa kita pelajari dari diskusi ilmuwan atheis dan ilmuwan religius untuk malam ini.. semoga bermanfaat buat para pembaca.. Thank you..

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top