Diet di Jepang Toyyib Sayangnya Belum Tentu Halal - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Diet di Jepang Toyyib Sayangnya Belum Tentu Halal


Sekitar setahun yang lalu aku lumayan banyak menulis tentang diet dan artikel kesehatan. Dari sekian banyak artikel kesehatan dan diet berbahasa inggris yang aku jadikan referensi, banyak sekali yang mengacu pada gaya makan orang-orang asia terutama korea, china (pedesaan) dan jepang. Trend makan sayur dikalangan masyarakat Korea, China dan Jepang ini awalnya kupikir hanya karena kebiasaan tradisional di desa-desanya. Tetapi ternyata di Jepang diet sehat ini merupakan pola yang dibentuk oleh masyarakatnya.

Alhamdulillah karena aku berkesempatan mewujudkan mimpiku ke Jepang, aku bisa melihat langsung bagaimana diet orang-orang jepang dan budayanya langsung. 

Semua orang pasti sudah tahu kalau di Jepang dan Korea memakan sayuran mentah ialah hal yang umum dilakukan. Tidak seperti di Indonesia yang menggunakan gado-gado dan pecel untuk memakan sayuran mentah dan rebusan, di Jepang memakan sayuran yang dicincang tipis ialah hal yang biasa. Ini sangat umum diperlihatkan dalam adegan di film-film. 

Sekitar seminggu yang lalu aku berkenalan dengan seorang mahasiswa Jepang. Ketika mengobrol, aku menawarkan untuk makan siang bersama, tetapi dia menolak. Begini percakapannya: 
"Maaf, aku tidak makan siang karena aku sedang diet.."
"Ehmm.. Kamu diet? Badanmu udah bagus, kau tidak terlihat gemuk"
"Iya tapi ini tidak sehat karena dalam 4 tahun ini berat badanku naik 4kg"
Saat itu aku langsung syok.. Apa? Naik 4kg dalam 4 tahun dan kau bilang itu nggak sehat? Are you kidding me? Aku sebenarnya mau nyemprot tuh anak dengan komentar yang banyak dan gila, tapi kutahan. Bagaimanapun aku ingin terlihat waras di depan seseorang yang baru saja kukenal ini. 
"Apa naik 4kg dalam 4 tahun kau bilang nggak sehat? Di negaraku itu disebut "tumbuh""
"What? gain 4kg in this past 4 years is not healthy? I my country, we says that's grown up"
Setelah kembali membaca beberapa materi ketika orientasi kampus, barulah aku sadar kalau yang dilakukan temanku itu adalah hal yang wajar.

[Sory banget, aslinya aku mau fotokan materi kampusnya dan pajang disini, tapi handphoneku lagi mati total--InsyaAllah nanti diupdate]

 Jadi dalam materi orientasi kampus diberikan petunjuk cara membeli makanan di cafetaria. Di cafetaria seluruh menu memiliki setidaknya 4 label warna.

Warna Merah

Ini menunjukkan kadar tinggi protein. Jika labelnya berwarna merah besar, berarti makanan tersebut memiliki kadar protein yang tinggi.

Umumnya makanan ini berasal dari produk peternakan, telor, ikan, dan dari kedelai.

Makanan ini disiapkan untuk mereka yang hoby olah raga. Jenis makanan kaya protein sangat bagus untuk membentuk otot tubuh. Jadi kebanyakan anak-anak di jepang memilih makanan ini setelah berolah raga (biasanya masih pakai seragam softball atau olahraga lain.

Warna Hijau

Ini menunjukkan jumlah serat. Jika label hijau berukuran besar, maka makanan ini mengandung serat yang dalam jumlah yang tinggi.

Kadar serat yang tinggi berasal dari sayuran dapat memperlancar fungsi tubuh, ini sangat diperlukan oleh tubuh.

Jenis menu ini sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang diet dan ingin menurunkan berat badan. Menu ini juga menjadi pilihan bagi para vegetarian. Jadi rata-rata wanita banyak memilih menu ini, beberapa menu berlabel hijau ini aku makan juga, karena sayur-sayuran mentah atau rebusan saja. Tapi kalau ada cairannya, perlu berhati-hati karena kadang itu adalah arak.

Warna Kuning

Ini menunjukkan jumlah energi dalam makanan. Label warna kuning menunjukkan makanan yang mengandung energi tinggi.

Umumnya menu ini berasal dari biji-bijian, cereal, minyak dan gula.

Sumber energi ini dibutuhkan utamanya ketika sarapan, karena ketika akan memulai aktivitas pagi kita memerlukan energi yang banyak.

Warna Biru

Ini menunjukkan jumla garam dalam produk makanan. Garam memberikan rasa yang sangat unik dan enak tetapi disini diberi peringatan jumlah garam yang boleh dikonsumsi setiap harinya..

Label Indikator Alergi


Label ini diberikan jika produk mengandung bahan-bahan penyebab alergi. Jadi kalau kalian alergi telur, maka hindari produk berlabel telur.

Label Produk Hewani

Label ini diberikan untuk produk-produk yang menggunakan bahan dasar dari hewan. Mungkin ini sengaja disediakan untuk para vegetarian agar menghindari label ini.

Label Halal

Ini ada di cafe, dikhususkan untuk para mahasiswa muslim. Jadi nggak perlu khawatir memakan makanan haram. Makanan yang halal ada kok. :)

Jadi makanan di Jepang pada umumnya sangat memperhatikan kesehatan konsumennya. Diberikan banyak anjuran dalam menu makanan harian. Mereka mengatur diet hariannya sehingga memiliki tubuh yang sehat dan ideal. Sangat patut dicontoh. Andai saja makanan yang dibuat disini Halal  semua aku bakalan jamin bahwa itu Halalan Toyyiban.

Thanks udah baca.. Nanti ku update fotonya. XD

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top