Dinner Dengan Professor di Jepang - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Dinner Dengan Professor di Jepang


Setelah aku melewati ujian wawancara untuk masuk Okadai, Professor Tanaka yang merupakan Prospective Supervisor untuk S2 -ku mengundang untuk ke ruangannya. Karena itu hari Jum'at maka aku meminta datang setelah sholat Jum'at, dan beliau Ok aja.

Ketika datang ke ruangan beliau, aku disuguhi teh, yang itu hambar dan juga dingin. Unik. Percakapan dimulai dengan pembahasan mengenai kuliahku dan beberapa target yang harus aku kerjakan selama nanti di Jepang.
secercah harapan

Setelah cukup lama bercakap-cakap, aku diajak masuk ke Laboraturium Molecular Simulation yang berada tepat di sebelah ruangan beliau. Unik sekali lab-nya. Isinya bola pingpong, molimut, dan beberapa bentuk visual 3D lain. Sebelum masuk, aku berfikir kalau lab ini sangat serius dan berisi komputer-komputer, ternyata enggak, malahan lebih terlihat berwarna dan asyik. Kayak TK. :D

Tidak terlalu lama, kami kembali ke ruangan dan beliau mengatakan untuk mengundang Mas Heri (Yang banyak membantuku selama datang ke Jepang) dan aku untuk dinner di Restoran. Setelah beliau bertanya-tanya mengenai masalah makanan Halal Haram, akhirnya kami mengatur jadwalnya.

Percakapan saat itu membahas mengenai musim.  Sepertinya Professor yang sudah sering diundang ke luar negeri ini menggunakan tata krama masyarakat internasional. Aku sudah pernah baca kalau di Inggris, pembicaraan mengenai musim itu adalah sekedar basa-basi aja. Artinya urusan sudah selesai. Oleh karena itu aku sudah siap mengakhiri percakapan. Aku pamit.

Esok harinya aku bertemu Profesor lagi, tapi kali ini bersama dengan Mas Heri. Selama perjalanan menuju ke Restoran tempat dinner, kami mengobrol banyak. Kami membahas dari topik penelitian (karena Mas Heri juga background-nya medis, jadi ngerti banget ttg sains) hingga topik sejarah dan budaya.

Professor bilang kepada kami "Kalian punya banyak sekali mimpi untuk diwujudkan, itu seperti ketika saya muda dulu, sekarang anak muda Jepang kehilangan semangatnya untuk belajar, kami sudah terbiasa menang".

Apa yang coba disampaikan Professor memang benar, kita di negara yang serba rusak dan kurang ini pasti punya banyak mimpi. Pemuda pemudinya belajar keras dan lebih struggle daripada negara maju untuk bisa menggapai cita-cita. Makanya tak heran banyak orang-orang hebat yang muncul di Indonesia.

Tetapi Professor juga bilang kalau Jepang bisa semaju ini karena visi pemimpinnya pada era itu. Saat  ituambisi dari seluruh pemerintah Jepang ialah untuk menjadi "the leading nation through technology" dan sekarang itu sudah tercapai.

Artinya jika Indonesia ingin lebih maju, maka pemimpinnya harus punya visi yang jelas, pemerintahnya nggak boleh pasif, dibarengin dengan usaha dan optimis masyarakatnya.

Obrolan dengan Professor memang agak berbeda, yang pasti aku ingat itu salah satunya ialah joke (candaan) dari Prof. Saat itu kami sedang berbicara masalah penelitian yang disinyalir palsu tetapi masuk Jurnal Nature. Kata Professor:

Peneliti itu ditanya, "Apakah penelitian Anda ini benar?" Ia menjawab dengan tegas bahwa ini benar. Kemudian ketika semua saintis di dunia tertarik dan mencoba, tak satupun yang berhasil. Kembali dilakukan wawancara pada peneliti tersebut, "Kenapa tidak ada yang berhasil mendapatkan hasil penelitian yang sama dengan Anda?" peneliti tersebut menjawab "Iya, karena saya punya resep rahasianya". Setelah itu Ia benar-benar dipaksa untuk mereproduksi ulang hasil penelitiannya dan ternyata gagal.  Dia sendiri lupa resep rahasianya.

Hahahaha... Aku ketawa nyaring banget saat itu.

Kalian nggak ketawa? Mungkin jokes macam ini tipikal yang dikalangan sendiri. Ketika ngobrol seru dan lucu banget, tetapi ketika dituliskan akan hilang feelnya. Tapi intinya, bercakap-cakap dengan Prof. adalah pengalaman yang unik.

2 comments

Aku bisa membayangkannya dan aku pasti nggak akan tertawa...

Aku bisa membayangkan kau yang sedang membayangkannya.. Dan aku ketawa ngakak.. Senang. :P

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top