Penggunaan Mangkok Plastik dan Kaca Ditinjau dari Ilmu Kimia - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Penggunaan Mangkok Plastik dan Kaca Ditinjau dari Ilmu Kimia


Ini mungkin adalah aliran baru dalam artikel blog ini. Postingan artikel  penggunaan mangkok plastik dan kaca menurut ilmu kimia ini merupakan percobaan alias eksperimen di blog ini, kan emang kerjaanya saintis untuk melakukan eksperimen?

Jadi mau mencoba, apakah ada yang tertarik jika aku membahas bahan kimia yang ditemui sehari-hari dan di akhir akan memberikan kesimpulan berupa anjuran. Karena ini eksperimen, maka jika terjadi kesalahan mohon untuk menyampaikan via komentar blog ini. Sebagai awalan aku memulainya dengan pembahasan yang sederhana dulu, belum sampai ke penjelasan cara pembuatan struktur indium tin oksida pada touchscreen smartphone, itu terlalu sulit, aku belum paham.

Penggunaan Mangkok Plastik dan Kaca

Mangkok kaca dan plastik
Belakangan ini trend untuk penggunaan peralatan dan wadah dapur mengarah kepada penggunaan wadah berbahan plastik. Mangkok, piring, tempat minuman bahkan sendok dan garpu juga terbuat dari bahan plastik.

Mungkin plastik menjadi populer karena sifatnya yang ringan, simpel dan tidak mudah pecah. Di kontrakanku yang sekarang saja kami menggunakan banyak sekali peralatan dapur plastik. Itu juga yang menginspirasiku untuk menuliskan ini, jujur saja aku agak cemas kalau alat plastik ini digunakan untuk bahan makanan yang masih panas. 

Keunggulan dan Kelemahan Plastik

peralatan plastik
peralatan plastik

Plastik yang kita bahas ialah plastik biasa, bukan termasuk penggunaan plastik jenis termoplas seperti Tupperware. 

Plastik merupakan bahan yang murah. Sangat murah untuk seluruh peralatan memasak. Mangkok plastik, piring plastik dan gelas plastik memiliki fungsi yang sama dengan gelas kaca, tetapi harga yang lebih miring dan ekonomis karena awet. 

Penggunaan plastik untuk bahan makanan yang dingin, seperti gelas berisi air dingin atau air putih, toples plastik berisi kue kering yang dingin tidak memiliki masalah selama bersih dan higenis. 

Perlu diperhatikan bahwa penggunaan wadah plastik untuk bahan makanan yang panas memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan. Penempatan sayur yang baru saja matang pada wadah plastik adalah hal yang riskan dan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Plastik cenderung dapat bereaksi ketika terkena panas, seperti ketika plastik diisi air panas maka sifat lenturnya akan muncul, ini disebabkan karena reaksi kimia pada plastik tersebut. Reaksi ini tentu saja berpengaruh pada makanan yang ada didalam wadah tersebut. 

Kasus lainnya ialah penggunaan piring dan mangkuk plastik untuk makanan yang baru saja digoreng (masih panas dan berminyak). Karena minyak merupakan bahan organik, maka dapat terjadi reaksi dengan plastik dan makanan yang digoreng tersebut. Hal ini sangat berbahaya. 

Pelapisan plastik yang tidak terstandard juga memiliki bahaya tersendiri. Penggunaan PFOA (perfluorooctanoic acid) sebagai pelapis plastik juga diduga berbahaya. Berdasarkan hasil penelitian PFOA dapat menyebabkan kanker pada sel tikus, ini tidak dapat secara langsung disimpulkan bahwa PFOA menyebabkan kanker pada manusia, tetapi untuk mencegah kemungkinan terburuknya, sebaiknya menghindari penggunaan plastik sebagai tempat untuk makanan yang panas. 

Wadah plastik sebaiknya tidak digunakan pada temperatur >80 derajat celcius, dikarenakan lapisan pada plastik dapat bereaksi pada suhu tinggi dan berdampak buruk bagi kesehatan. 

Untuk yang lebih aman, sebaiknya menggunakan wadah kaca dan keramik.

Keunggulan dan Kelemahan Wadah Kaca dan Keramik

wadah kaca
wadah kaca
Wadah kaca umumnya dibentuk dari silika. Silika memiliki senyawaan yang stabil dan innert, artinya sukar bereaksi dengan senyawa lain. Selain itu, kaca juga lebih mudah dibersihkan, karena permukaanya yang sangat halus dan licin. Wadah makanan yang menggunakan bahan kaca sangat aman untuk digunakan di rumah.

Kaca juga memiliki ketahanan panas yang tinggi. Kaca baru berubah sifat kimia dan fisiknya ketika terkena panas hingga 1400 derajat celcius. Temperatur ini sangat tinggi, kan nggak ada makanan kita yang sepanas itu? hehehe

Untuk kaca yang bening memang tidak ada permasalahan, tetapi berbeda ceritanya dengan kaca berwarna dan keramik berwarna. Warna-warna yang menarik kebanyakan berasal dari logam, oleh karena itu penggunaan logam mutlak diperlukan dalam proses pewarnaan kaca dan keramik. 

Beberapa industri kaca dan keramik kurang ketat dalam pengawasan produksi produk berwarna, sehingga terkadang produk kaca dan keramik yang berwarna memiliki kandungan Kadmium dan Timbal yang terlalu tinggi. Kedua logam ini dalam konsentrasi berlebih berdampak sangat buruk bagi tubuh manusia. 

Bahkan di beberapa negara seperti Kanada, peralatan dapur dengan kandungan timbal dan kadmium yang terlalu tinggi tidak diizinkan untuk dipasarkan. Ini untuk menjaga kesehatan penduduknya.

Berdasarkan ilmu kimia, mangkok kaca lebih baik digunakan daripada mangkok plastik
Jadi yang paling aku anjurkan, berdasarkan ilmu kimia yang kumiliki ialah menggunakan wadah dan peralatan dapur yang berbahan kaca. Karena memiliki sifat higenis, mudah dibersihkan dan innert atau tidak mudah bereaksi dan bercampur dengan makanan yang akan kita makan. 

2 comments

Tambah ilmu kiw. Aku juga nggak pernah suka kalo makanan atau minumanku ditaruh di piring atau gelas plastik. Rasanya jadi beda karena ada bau-bau plastiknya. Juga terasa sepi karena gak ada bunyi berisik seperti kalo pake piring atau gelas kaca :D

Iya mbak, kan bisa mendatangkan kucing-kucing gitu kalau piringnya ramai.. Hahahaha..

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top