12 Hours Without Indonesian - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

12 Hours Without Indonesian


Setelah kutinggalkan lebih dari seminggu, blog ini malah diisi guestposting oleh teman-teman FLP, dan pemilik blog malah kabur entah nggak jelas mengurus blog-blog orang lain.

Aku sangat yakin bahwa para penggemar di blog ini mungkin sudah nggak sabar pengen baca tulisanku (:P).

Beuhh.. Judulnya jahat amat? Ahahaha... It's suit me perfectly.

Sory dah buat judul yang mungkin membuat para pecinta merah putih panas dadanya. Tapi aku janji isinya tidak akan seperti itu. Seperti cerita-ceritaku sebelumnya, kali ini lagi-lagi aku akan cerita mengenai perjalananku selama 5 hari di Jepang. Kali ini spesial karena aku jalan-jalan sendirian tanpa ada orang Indonesia di sekitarku, karena memang aku di Jepang. :D

So selama di Jepang aku memang banyak dibantu oleh teman-teman mahasiswa PPI Okayama, terutama Mas Heri dan Mas Ade. Tetapi setelah ujian selesai, aku nggak sabar pengen jalan-jalan di Jepang, mumpung ada waktu sekitar dua hari, dan saat-saat itu mereka sedang sibuk berurusan dengan Lab masing-masing. So, I'll go alone!

Oh ya, ada kisah menarik hari itu, itu adalah hari paling istimewa buat semua muslim, Jum'ah mubarok. Kita wajib sholat Jum'at. Tetapi pagi itu juga spesial buatku, karena aku akan test wawancara untuk Master Degree di Okayama University, dengar-dengar wawancara ini langsung dengan Professor disana. Jadi jam 8.00 aku sudah siap di Okadai (Okayama Daigaku/Okayama University).

Sejak hari pertama ketika ujian tulis di Okadai, aku menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan sesama calon Mahasiswa, dan Alhamdulillah mereka bahasa inggrisnya lancar. Maksudku lancar mengatakan "Repeat slowly", "Repeat Please", "Repeat once again"... Arrrgh... Aku baik sangka aja kalau Bahasa Inggrisku emang jelek banget sampai mereka nggak dapat apa yg aku katakan. Aku mau coba pakai bahasa tubuh, tetapi untungnya ternyata sudah disiapkan seorang guide yg khusus untuk memandu aku selama ujian.

Disambut Guide Khusus

Keren banget dah, berhubung cuma aku satu-satunya orang asing yang mendaftar di Fakultas Sains maka aku udah kayak tamu kenegaraan aja punya guide khusus. :v

Balik ke wawancaraku hari Jum'at. Saat masuk Okadai aku udah disambut oleh ibu-ibu guide yang bahasa inggrisnya sangat bagus dan sopan banget, padahal bahasa inggrisku pakai yang asal-asalan hasil belajar ke Ustadz YOUTUBE Mansyur. Ibu guide itu memberitahukan kalau aku harus menunggu giliran wawancara, ada dua ruangan yang pertama ruang tunggu dan yang kedua ialah ruang ujian. Karena aku mahasiswa asing jadinya dapat nomor ujian yang terakhir.

Jum'atan 

Setelah diantar ke ruangan, ibu guide bertanya "Apa semuanya oke? Kalau kamu merasa gelisah silahkan panggil saya ya?". Saat itu aku kepikiran, kalau ujian mulai jam 09.00 untuk 25 mahasiswa, maka jika satu orang saja memakan waktu 10 menit, ujian baru berakhir jam 12.17. Padahal sebagai muslim, aku harus Jum'atan, jadi aku sampaikan.

"Maaf, saya adalah seorang Muslim, buat kami hari Jum'at adalah hari yang paling istimewa, kami harus melaksankan ibadah pada pukul 12.00, ibadah ini bersama-sama di masjid. Ini sangat penting bagi saya, apakah saya bisa mendapat prioritas untuk wawancara duluan?"
"Oh.. baiklah aku tidak punya wewenang disini, tetapi aku sampaikan kepada professor yang bertanggung jawab menangani ujian ini dan pengawas ujian"
"Oke.. Terimakasih banyak"
"Iya.. Sama-sama.. Maafkan jika bahasa inggris saya buruk"

Itu beneran lho! Dia beneran minta maaf karena merasa bahasa Inggrisnya buruk, padahal Bahasa Inggrisnya sangat bagus, sopan, almost perfect. Paling kalau dia pakai Bahasa Inggris yang lebih bagus lagi aku bakalan bingung, nggak nyampek ilmunya. XD

Setelah masuk ruang tunggu ujian, penjaga ujian masuk, dia menggunakan bahasa Jepang dengan lancar (Yaiyalah ini emang di Jepang dodol!). Penjaga ruangan ini sepertinya tidak bisa berbahasa Inggris, karena peraturannya tidak dijelaskan dalam bahasa Inggris.

Setelah menjelaskan peraturan, penjaga ruangan langsung keluar ruangan dan berjaga di depan pintu. Penjaga ruang ini hanya masuk untuk memanggil calon mahasiswa yang mau diwawancarai untuk masuk ke ruang berikutnya. Saat diluar ruangan itu aku langsung  sok kenal   bertanya mengenai peraturan yang disampaikan oleh penjaga ujian tersebut. Tentu saja dengan Bahasa Inggris. Dan tampaknya teman yang duduk disebelahku itu bingung (mungkin dia mikir: manusia jenis apa dan dari planet mana yang bahasanya tak jelas macam ini?).
Perpustakaan Okayam University

Perpustakaan Okayam University

If There is Foreigner in Your Class, You Must Stare At Him!

Sejak awal masuk aku merasa ada yang salah. Aku kan orang asing, kulitku paling item pulak, tapi kenapa nggak ada yang ngelihatin aku? setidaknya ada yang melirik diam-diam gitu? tapi nggak ada! Semuanya cuek bebek dan ngobrol dengan temannya masing-masing. Ini salah! Aku nggak terima, ini tidak sesuai dengan budaya Nusantara (Hey ini memang bukan Nusantara!). Mereka harusnya perhatiin aku donk! Ahahaha.

Kebetulan tempat dudukku di posisi paling depan, Akhinya aku berdiri dan bilang "Hey.. Ada yang bisa bahasa Inggris disini?" (aslinya aku mau bilang "Hey! Kalian nggak bisa ketemu orang asing dan tidak menatapnya dengan tatapan curiga! Kalian harus perhatikan gerak-gerik orang asing tauk!")

Nahh dengan cara itu seisi kelas akhirnya melihatin aku. (Puas lah aku Nyahaha :). Setelah itu ada cewek berkacamata yang entah siapa namanya yang membantuku menerjemahkan peraturan ke Bahasa Inggris dengan sangat baik. Pun sama dia minta maaf kalau kurang lancar berbahasa Inggris (padahal udah bagus banget). Peraturannya paling penting buatku ialah dilarang main HP, karena aku main HP terus sampai tahu peraturannya.

Setelah jam 10.30, setengah peserta ujian sudah selesai wawancara, kemudian yang dipanggil ialah namaku. Aku langsung aja pergi. Apa ini berarti mereka mengabulkan permintaanku untuk mendapat prioritas? Dan yang lebih kaget lagi, ketika masuk ruang wawancara, ternyata ada lebih dari 10 Professor di dalam ruang wawancara. Artinya, persetujuan bahwa aku masuk duluan karena ada keperluan Sholat Jum'at ialah persetujuan dari mayoritas Professor disini, Subhanallah... Mereka sangat menghargai kebebasan beragama (kemudian berikutnya ketika bercakap-cakap dengan Prof. beliau bilang kalau kultur di Fakultas Sains sangat demokratis)

Alhamdulillah bisa Sholat Jum'at di Masjid terdekat dengan Kampus Okadai (aku lupa nama Masjidnya).  Sebenarnya nggak 12 jam juga sih aku bebas dari orang Indonesia, Pas Jumatan aku ketemu saudara-saudara muslim, termasuk yang dari Indonesia. Setelah Jum'atan aku diajak makan bareng dengan teman-teman Indonesia, tetapi dengan berat hati aku harus menolak, karena aku janjian dengan Prof Tanaka yang akan jadi supervisorku S2 setelah sholat Jumat. Pertemuan ini menarik untuk diceritakan sebenarnya, tapi kita skip aja dulu, kepanjangan nanti. Setelah itu petualangan dimulai.
Aku akan jalan-jalan tanpa pemandu!

Get Lost In Japan!

Dengan menggunakan sepeda yang dipinjamkan oleh teman-teman dari Indonesia aku berniat ke tempat rekreasi di kota Okayama. Dengan referensi dari Pak Lukman Hakim, kalian masih ingat kan? dia pembimbing skripsi S1ku. Dia kasih tahu semua yang menarik di Okayama, kemudian aku browsing di Google Maps, dan pergi dehh.. Tujuanku ialah Kourakuen Okayama Park.

Ternyata ingatanku masalah jalan dan peta memang payah. Aku langsung lupa dan hilang arah (wkwkwk dramatis gilee). Kemudian bertanya ke ibu-ibu, ke anak sma, ke penjaga toko, sampai akhirnya ada anak-anak yang bersepeda membawa peralatan olah raga tennis lapangan, aku tanyak jalan ke dia.

Ternyata dia Bahasa Inggrisnya bagus, Alhamdulillah... Dan enaknya lagi, dia mau anter aku langsung ke Kourakuen. Aku bercakap-cakap dengannya, namanya Akushi, dia ternyata Mahasiswa S1, jurusan sains juga. Oh ya, orang jepang suka menghabiskan waktu dengan berolah raga. Nahh.. teman baruku ini suka dengan olah raga tennis lapangan.

Aku diantar sampai ke Kouraken, jadi aku langsung masuk, aslinya aku ajakin dia masuk juga, biar aku yang bayar nggak masalah setidaknya ada tukang poto. wkwkwk..

Aku mengalami sedikit masalah untuk berkomunikasi dengan penjaga tiket masuknya. Karena dia menawarkan beberapa tempat wisata, dan setelah melihat-lihat, aku cuma mau masuk ke dua tempat. Nah itu aku mau tahu kapan tutupnya, tapi dia bingung karena pakai Bahasa Inggris. Akhirnya terjadi pergantian pemain dari kubu penjaga tiket. Penjaga yang baru ini agak bisa Bahasa Inggris, jadi dengan bantuan bahasa tubuh aku berhasil dapat tiket yang kumau. :)

Masuklah aku ke tempat wisata ini. Sebenarnya tempat ini kurang lebih dengan area wisata di Indonesia, terutama setting hutan-hutannya, hanya saja ada tambahan aksen arsitektur khas jepang gitu. Satu hal yang benar-benar harus dicatat ialah tempat ini bersih! Sangat bersih. Selain itu perawatan tempat ini memang luar biasa.

Pada dasarnya fasilitas yang ditawarkan dari tempat ini yang sangat menarik buatku. Jadi disediakan map yang komplit dari tempat wisata tersebut. Map ini berisi saran mengenai spot-spot foto, beristirahat dan hal-hal lainnya.

Oke langsung aja ke foto-foto. Cerita jalan-jalan nggak menarik tanpa foto kayaknya.

foto kourakuen
Foto pertama dengan kamera retak

foto kourakuen menarik
Ini aku minta tolong orang Jepang untuk fotokan. Alhamdulillah disini baik-baik mereka dengan senang hati menolong. 

foto kourakuen menarik

foto kourakuen okayama jepang
Orang ini bukan sedang panen Teh, seperti yang aku bilang, ini adalah perawatan taman. Perawatannya kuperhatikan, dia mencabut rumput-rumput dan daun daun liar di sela-sela tanaman. Itu satu persatu seperti pemanen teh di Indonesia. 

foto kourakuen okayama jepang
Di depan Okayama Castle. 
Nanti aku akan ceritakan perjalanan ke Kourakuen Okayama Jepang. Karena sesungguhnya aku cuma mau tunjukkan kalau budaya membantu orang jepang itu sangat luar biasa.

Ketika pulang dari tempat ini, aku tersesat lagi (tuhh kan ingatanku mengenai peta ini emang payah!).

Kemudian aku bertanya ke penjaga toko. Karena dia tidak paham bahasa Inggris, dia keluarkan iPhone-nya. Dia buka google translate, kemudian minta aku mengetikkan bahasa Inggris agar dia bisa paham bahasa Jepangnya. Setelah itu dia buka Google Map dan tunjukkan aku jalan menuju ke kampus Okayama University. Sangat membantu untukku.
I can say that get lost in Japan is one amazing story you must have!
Dari awal cerita aku memang banyak dibantu oleh orang Jepang asli. Dan jika diperhatikan maka dapat disimpulkan kalau:

"Orang jepang sangat suka membantu orang lain, dan ketika membantu mereka memberikan pertolongan terbaik yang bisa mereka berikan. "

Jadi teringat cerita sahabat yang ketika dia memberikan sesuatu, dia memberikan yang terbaik untuk orang lain dahulu, dan sisanya untuk dirinya sendiri.

Sebagai seorang muslim, sudahkah kita berlaku seperti itu? Silahkan kita renungkan. Semoga cerita ini tidak sekedar buwalanku aja.

12 comments

selamat, mas ato kang Huda, ya...sekalian ajarin gimana biar tampilan blognya cakep gitu

Iya, terimakasih... Silahkan langsung PM aja Mbak. Saya akan bantuin semampunya. :)

asiknyaaa bisa lost in Japan.....

Alhamdulillah.. Dapat Rejekinya. :)

Baca postinganmu ini. Panjang amat. Gua skip aja. lagian udah denger ceritamu banyak dah. Jadi, aku cuman liat photomu ajah. Waah... beautiful sangat Fuzh. >,<

Bwahahahaha xD Mungkin kalau kau foreigner dari Amrik atau Eropa yang cling2 gitu bakal jadi pusat perhatian :v :v :v

jadi kau mau bilang kalau tampilanku tidak memenuhi standard sbg Foreigner ? Sial luh. :P

Ngareeep bisa ke Jepang juga. Aku ngikik baca Ustadz YOUTUBE Mansyur. Ada2 aja hahaha....

Hehe.. :) Iya. Semoga bisa ke Jepang juga.

Bukan aku yang ngomong lho ya :v

mau juga get lost in Japan ^___^

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top