Peningkatan Titik Didih Larutan [Sifat Koligatif Larutan Level Mahasiswa] - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Peningkatan Titik Didih Larutan [Sifat Koligatif Larutan Level Mahasiswa]


Salah satu pokok bahasan penting dalam kimia fisika ialah mengenai Sifat Koligatif Larutan. Sebelumnya memang aku sudah pernah membahas pengertian Sifat Koligatif Larutan, tetapi berhubung materi tersebut kurang lengkap, dan aku sedang belajar ulang materi-materi itu lebih dalam, maka aku putuskan untuk menulis materi Peningkatan Titik Didih Larutan .

Seperti kebanyakan postingan di blog ini, hampir semua materinya kutulis ketika aku sedang belajar ulang. Hitung-hitung biar jadi tambahan ilmu buatku. Nah mengenai Sifat Koligatif Larutan ini sebenarnya merupakan materi pelajaran SMA, jika pada saat SMA kita cuma dapat materi dengan rumus-rumus sederhana, ketika menjadi mahasiswa Kimia, kita akan berkenalan dengan rumus yang sedikit lebih tinggi tingkatnya.
Sifat Koligatif Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Untuk materi sifat koligatif larutan anak SMA, aku dapat merangkumnya menjadi satu postingan blog, tetapi untuk materi ini, sepertinya tidak bisa, aku harus memotong materi per sub-bab, semoga dengan cara itu akan lebih mudah dipahami. Kali ini, pada part 1 aku akan berbicara hanya pada bagian penurunan titik didih larutan saja.

Peningkatan Titik Didih Larutan


Mengawali penjelasan mengenai ini, kamu bisa perhatikan gambar grafik diatas.

Grafik tersebut menunjukkan bahwa tekanan uap jenuh dari pelarut murni dan tekanan uap jenuh dari larutan seiring peningkatan temperatur. Pada larutan ideal, tekanan uap jenuh larutan, PA,  akan lebih rendah dari tekanan uap jenuh Pelarutnya P"A.

Karena pengertian dari titik didih larutan ialah temperatur dimana tekanan uap jenun cairan sama dengan 1atm, maka penurunan tekanan uap jenuh pelarut mengakibatkan peningkatan titik didih larutan. Efek peningkatan titik didih larutan ini termasuk dalam sifat koligatif larutan.

Di SMA kalian pasti telah mengetahui bukan, peningkatan titik didih larutan ini dapat ditinjau berdasarkan jenis pelarut yang digunakan. Dengan menggunakan persamaan:

Tb = Kb

maka akan diketahui perubahan titik didih, Tb, dengan Kmerupakan koefisien peningkatan titik didih pelarut, m adalah molalitas. Molalitas merupakan jumlah molekul dari zat terlarut dalam 1000 gram pelarut murni. Jadi rumus untuk menentukan molalitas ialah:

dengan ρ merupakan densitas dengan satuan g/cm3. Dengan mensubstitusi persamaan sebelumnya ke dalam persamaan ini,akan diperoleh persamaan baru;


atau;


 dengan dua persamaan tersebut kita dapat memperoleh informasi mengenai massa molekul MB dari informasi koefisien titik didih, Kb  dan densitas, ρ.

Nilai peningkatan titik didih larutan juga dapat dirumuskan dalam bentuk fraksi molekul. Dimana Pnentuan fraksi molekul ialah dengan persamaan berikut ini:
dengan c=konsentrasi, V= volume total,  ρ= densitas, MA= Massa relatif molekul pelarut, MB= Massa relatif zat terlarut. Maka peningkatan titik didih larutan dapat diwakili oleh persamaan: 

Peningkatan Titik Didih Pada Polimer

Untuk mengaplikasikan rumus-rumus peningkatan titik didih pada polimer, maka dapat kita lakukan dengan menggunakan differensial dari persamaan Tb . Pada keadaaan ekuilibrium(setimbang) potensial kimia dari uap ialah sama dengan potensial kimia dari cairan(liq)  
Ketika persamaan ini diberlakukan atas asumsi larutan ideal, paka differensial dari kedua persamaan akan menghasilkan persamaan 

Yap.. Itulah beberapa persamaan yang dikembangkan dari sifat koligatif larutan peningkatan titik didih. Beberapa persamaan lainnya dapat dikembangkan berdasarkan kondisi reaksi yang tejadi.

Sekian, wassalam. 

Unduh

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top