Unsur Alumunium dan Senyawanya - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Unsur Alumunium dan Senyawanya


Alumunium

Alumunium adalah unsur dengan elektron valensi ns2 np1 dan berada di golongan III A pada sistem periodik Unsur. Alumunium seringkali membentuk senyawa kovalen dalam ikatannya.

Kelimpahan Alumunium di Alam

Alumunium merupakan salah satu unsur paling melimpah di alam selain Oksigen dan Silikon. Alumunium seringkali dijupai di batuan pada kerak bumi dalam bentuk alumino silikat.

Batuan alumino silikat ini mengalami pelapukan dan membentuk lempung yang mengandung alumunium. Biasanya lempung tersebut menyimpan alumunium dalam bentuk deposit bauksit (yang terdiri dari AlO(OH) dan Al(OH).
Alumunium merupakan salah satu logam yang sukar diekstraksi dari bijih mineralnya. Salah satu cara paling mudah untuk mengekstrak (memurnikan) Alumunium ialah dengan elektrolisis lelehan bauksit.

Secara sederhana, biji bauksit akan dipanaskan, kemudikan dielektrolisis dengan bantuan energi listrik.

Bauksit merupakan salah satu komoditi ekspor paling penting di Indonesia. Kita memproduksi bijih bauksit sekitar 1.160.000 ton per tahunnya.

Sifat Unsur Alumunium

Jika melihat nilai potensial reduksi standard Alumunium (E^o = -1,66) maka dapat diketahui bahwa alumunium merupakan zat yang mudah teroksidasi menjadi Alumunium Oksida, Al2O3. Oksida ini membentuk lapisan tipis pada permukaan alumunium dan tidak dapat teroksidasi lagi (bereaksi lagi dengan oksigen). Hal inilah yang menyebabkan tidak terjadinya pengkaratan pada Alumunium.
Alumunium bereaksi dengan halogen membentuk alumunium halida dan melepaskan gas hidrogen.

Sedangkan dengna Asam Nitrat, Alumunium tidak dapat bereaksi, karena terlindungi oleh lapisan oksida Alumunium

Senyawa Alumunium Hidroksida larut dalam asam membentuk ion Al3+ dan dalam basa dapat membentuk ion Aluminat Al(OH)4, sesuai reaksi:

Sifat Fisis Alumunium 

Pembuatan dan Kegunaan Alumunium dan Senyawaannya

Proses pembuatan alumunium yang paling populer ialah melalui proses Hall H Roult, metode pembuatan alumunium dengan elektrolisis alumunium oksida yang dilarutkan dalam lelehan kriolit, NaAlF6. Campuran ini kemudian dielektrolisis pada temperatur 950oC.

elektrolisis alumunium
elektrolisis alumunium



Walaupun reaksi ini sangat rumit, namun reaksi umum yang terjadi ialah










Anode karbon dibuat dari karbonasi minyak bumi yang harus diganti secara kontinu karena akan terkontaminasi oleh pengotor.

Alumunium diproduksi masal untuk digunakan dalam pencampuran logam. Hal ini dikarenakan sifatnya yang tahan terhadap korosi sehingga akan membuat logam campuran lebih kuat.

Alumunium juga dapat digunakan untuk mengekstrak logam dari bijihnya. Logam kromium dapat diperoleh dengan jalan mereduksi oksidanya dengan serbuk alumunium. Reaksinya ialah:


Senyawa yang penting dari alumunium ialah Alumina dan alumunium oksida, kedua senyawa ini dapat dibuat dengan pemanasan alumunium hidroksida dalam bauksit pada temperatur 550oC. Alumina akan membentuk serbuk padat berwarna putih yang berpori.

Alumina populer digunakan sebagai katalis dan produksi logam alumunium. Jika Alumina diuapkan dengan campuran pengotor tertentu maka dapat diperoleh permata ruby atau saphire sintesis.

Senyawa lain alumunium yang sering digunakan ialah Alumunium Sulfat yang digunakan dalam penjernihan air limbah dan pembuatan lem pada produksi pulp.

Alumunium Klorida Anhidrat (AlCl3) digunakan dalam pabrik untuk produksi etil benzena.

Unduh

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top