Tekanan Pada Gas dan Penemuan Barometer Toricelli - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Tekanan Pada Gas dan Penemuan Barometer Toricelli


Sifat Gas Menekan ke Segala Arah

Salah satu dasar untuk mempelajari sifat-sifat gas dalam pelajaran kimia ialah kamu harus mempelajari mengenai tekanan.

Gas memiliki sifat selalu mengisi ruangan, menekan ke segala arah, mudah dikompres dan mampu bercampur dengan gas lainnya. Gas akan mengisi ruangan dan menekan ke segala arah, contohnya saja ketika kamu meniup balon, maka gas di dalam balon akan menekan ke segala arah membuat balon membesar.

Tekanan tak hanya ada pada balon yang berisi gas, tetapi juga ada di atmosfir bumi. Dengan adanya gas(udara) di bumi, maka atmosfir bumi memiliki tekanan pula.

Tekanan atmosfir bumi pertama kali dapat diukur dengan alat yang diciptakan oleh saintis italia bernama Evangelista Torricelli (1608-1647) yang merupakan murid dari Galileo.

Alat pengukur tekanan ini disebut barometer Torricelli. Desain dari barometer Toricelli ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Percobaan Toricelli untuk Mengukur Tekanan Atmosfir
Percobaan Toricelli untuk Mengukur Tekanan Atmosfir
Barometer Toricelli ini didesain dengan mengisi sebuah tabung kaca kecil dengan merkuri (Hg) kemudian membaliknya pada bejana yang berisi cairan merkuri (Hg). Kemudian merkuri akan turun dari tabung menyisakan ruang vakum di bagian atas tabung. Tinggi merkuri yang tersisa dalam tabung menunjukkan tekanan yang ada pada atmosfir, yaitu 760 mm Hg.

Nilai tekanan udara atmosfir ini berbeda-beda di setiap tempat dan kondisi. Di beberapa tempat tekanan atmosfir akan lebih besar dari 760 mmHg, dan di tempat lainnya lebih kecil dari 760 mmHg. Tetapi sebagai standard umum untuk tekanan atmosfir, digunakan rata-rata 760mmHg yang kemudian disebut sebagai 1 atm.

Satuan dari Tekanan

Karena alat pengukur tekanan selalu berisi cairan merkuri, maka satuan pengukuran selalu menggunakan tinggi dari cairan merkuri dalam tabung (dalam milimeter) kemudian ditambahkan Hg (karena menggunakan merkuri sebagai standard). Jadi satuan dari tekanan ialah mmHg yang sering juga disebut dengan torr (untuk menghargai Torricelli sebagai penemu pertama).

Berdasarkan penelitian, para saintis memutuskan untuk menggunakan standard atmosfir di bumi yaitu 760 mmHg sebagai 1atm. Sehingga:

 1 atm = 760 mmHg = 760 torr.

Karena tekanan didefinisikan sebagai gaya per satuan luas, maka persamaan matematisnya ialah:

Tekanan (P) = gaya (F) / luas (A)

Maka satuan internasional untuk Tekanan ialah Newton/Meter persegi atau N/m2 yang disebut dengan Paskal (Pa). Sedangkan 1 atm ialah 10^5 Pa.

Jadi jika terdapat gas dengan tekanan 49 torr, maka dalam satuan Paskal, gas tersebut memiliki tekanan:



Unduh

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top