Sifat Pelarut Air - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Sifat Pelarut Air


Air, Pelarut Terpenting

Air merupakan salah satu senyawa paling penting di dunia. Air sangat diperlukan dalam sebuah reaksi kimia dalam tubuh sehingga kita bisa bertahan hidup. Air juga merupakan senyawa yang dapat mempertahankan keseimbangan temperatur di bumi. Air digunakan juga sebagai pembangkit tenaga listrik, proses industri, dan beragam fungsi lainnya.

Salah satu sifat yang sangat penting dari air ialah, ia dapat melarutkan banyak sekali senyawa. Contohnya ketika kamu memasak, maka garam akan larut dalam air, begitu pula dengan gula dan vetsin.

Air Sebagai Senyawa Kimia

Struktur Kimia Air
Struktur Kimia Air
Air merupakan senyawa kimia dengan rumus molekul H2O. Molekul H2O ini membentuk struktur molekul berbentuk V dengan sudut 105 derajat. Ikatan kimia yang terjadi pada air ini merupakan ikatan kovalen antara Oksigen dan Hidrogen. Elektron pada molekul Air (H2O) tidak terbagi rata, sehingga air tergolong sebagai molekul polar. Air sebagai molekul polar ini mampu melarutkan beragam senyawa kimia.

Pelarutan suatu zat ionik dalam air berlangsung seperti pada gambar berikut:

proses larutnya garam dalam air
proses larutnya garam dalam air


Kutub positif dari air akan tertarik ke anion bermuatan negatif dan kutub negatif molekul air akan tertarik pada kation bermuatan positif. Proses ini disebut dengan hidrasi. Proses hidrasi ini menyebabkan ion-ion dalam garam terlarut dalam air. Ikatan ionik yang kuat pada garam akan digantikan oleh interaksi antara air dan ion yang juga kuat.

Kelarutan dari suatu senyawa ionik dalam air sangatlah beragam. Seperti contohnya Natrium Klorida (NaCl) dapat larut dengan mudah dalam air, sementara Perak Klorida (AgCl) hanyalah sedikit larut dalam air. Hal ini disebabkan karena perbedaan gaya tarik menarik antara setiap ion dengan air.

Kelarutan Senyawa Nonionik dalam Air

Selain senyawa ionik, air juga mampu melarutkan senyawa nonionik (kovalen), contohnya ialah Ethanol, methanol, wine, bir dan beragam senyawa nonionik lain.

Dalam hal ini, ethanol dapat larut dalam air disebabkan karena struktur yang dibentuk oleh molekul alkohol(etanol). Perhatikan gambar berikut:


Proses larutnya etanol dalam air
Proses larutnya etanol dalam air

Molekul yang memiliki struktur ikatan polar seperti gambar 4.3(a) tersebut akan dengan mudah larut dalam air, interaksi antara air dan etanol ditunjukkan dalma gambar 4.3(b).

Walaupun banyak sekali senyawa yang dapat larut dalam air, tetapi banyak juga senyawa yang tidak dapat larut dalam air. Kebanyakan senyawa ini disebut senyawa nonpolar. Contohnya ialah lemak, minyak dan beragam senyawa organik pada umumnya tidak larut dalam air.

Kelarutan pada air ini berdasar pada prinsip "like dissolves like" yaitu senyawa polar akan larut pada pelarut polar dan senyawa nonpolar akan larut pada pelarut nonpolar.

Oke, nanti kita akan bahas lagi mengenai kelarutan senyawa dan beberapa pelarut yang umum digunakan dalam laboraturium. Thanks sudah datang di blog ini, semoga bisa sama-sama belajar.
\

Unduh

2 comments

tak pikir di dalam nya juga ada sifat2 air ynag anomali itu bang..

Iya, air memiliki sifat anomali. Tapi itu merupakan sifat fisis dari air, bukan sifatnya sebagai pelarut makanya disini tidak saya bahas.

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top