How I turn My Life Upside Down 2015 - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

How I turn My Life Upside Down 2015


Horeee! 2015 telah tiba. Telat banget yakk? Udah 16 hari sejak tahun berganti, dan aku baru bisa menulis disini lagi.. Blog ini dah turun alexa rank-nya anjlok-anjokan karena gak pernah di update pemiliknya. Walaupun ada saja beberapa orang yang khilaf dan datang mencari info di blog ini.

Oke banyak sekali sebenarnya yang mau kutuliskan sejak Desember tahun lalu, tetapi ada beberapa hal yang lebih asik aku diamkan saja. Jadilah hingga 16 hari ini aku enggak menulis sedikitpun. Judul di postingan kali ini tidak mengada-ada, dan "real" yaitu "Bagaimana aku mengubah kehidupanku jadi terbalik". Ini tentang salah satu momen bersejarah menurutku, bersejarah dalam kehidupanku tentunya.

Pertengahan Desember tahun lalu, Aku diterima beasiswa AAS, kemudian aku bisa mendapat pelatihan Bahasa Inggris dengan standard IELTS di Bali. Dengan tempo pelatihan 3 bulan aku perkirakan kalau aku sudah bisa menguasai IELTS dengan score minimal 7. Kemudian setelah itu aku siap untuk pendidikan M.Sc. di Australia. Itu cerita yang aku rencanakan pada awal Desember. Namun kenyataanya TIDAK ADA SATUPUN YANG TERJADI. Aku GAGAL dalam seleksi pertama Beasiswa AAS. TAMAT?

Oke aku kira TAMAT adalah sebuah pertanyaan, semacam tantangan. Apakah semuanya berakhir? Atau mungkin ini hanya baru dimulai? Kurasa ini baru saja di mulai. Sebelumnya aku memang sudah mendapatkan tawaran untuk ikut dalam tim bisnis temanku di Banten. Saat itu aku masih menunggu pengumuman yang GAGAL itu, jadi aku minta waktu akan menjawab permintaannya setelah tanggal 18 Desember. Akhirnya aku akan menjawab pertanyaan itu.  Yap Aku akan pergi ke Banten.

Setelah menyatakan bergabung dalam tim, aku merencanakan untuk pergi ke Banten pada 29 Desember. Beberapa hari setelah tanggal 18 Desember itu semakin menarik.
Mana Pilihan Hidupmu?

Sehari setelah aku menyatakan untuk ke Banten dan gabung dalam tim bisnis temanku, aku melihat email. Beberapa penawaran kerja dari situs-situs jobseeker semakin banyak untuk area Kalimantan, diamana aku tinggal. Tentu saja dengan gaji yang sangat menggoda untuk bisa bekerja di sana.

Kemudian beberapa penawaran kerja dari blog juga mulai berdatangan, dan yang paling menarik ialah tawaran bekerja di koran lokal sebagai lay outer dan wartawan. Sangat menggiurkan untuk bisa bergabung disana. Tetapi semakin banyak tawarannya, maka semakin menarik pilihan pertamaku, Berbisnis! Entahlah, dapat logika dari mana, mungkin prinsipku semakin benar pilihan kita maka akan semakin banyak "setan-setan" yang menggoda. XD

Hidupku di Kalimantan "terlalu" menyenangkan. Aku dapat penghasilan hanya dari dunia Online. Menulis di beberapa blog online dengan bayaran yang lumayan. Beberapa job lainnya ialah menulis iklan di blogku yang juga menghasilkan uang. Kemudian di sela-sela jadwal blogging dan menulisku itu, aku gunakan untuk nge-les anak-anak SMP. Kalau bicara penghasilan, kesemuanya itu menghasilkan cukup uang, apalagi karena aku tinggal di rumah sendiri, jadi tidak ada pengeluaran bulanan yang signifikan.

Semua kehidupan di Pulau Kalimantan yang "terlalu" menyenangkan itu aku tinggalkan. Kemudian aku ke Banten dengan modal tiket dan contact handphone temanku. Kemudian setelah tiba di Banten perang di mulai!

Kami sedang membangun bisnis kuliner yang terbilang baru, namanya Jendela Mimpi Cafe & Resto. Catet! Nama tempat makan ini akan sangat terkenal 3-5 tahun mendatang, kalian bahkan akan datang ke tempat ini dengan berbondong-bondong, camkan itu!

 Jadi keberadaanku ialah untuk membuat sistem dan publikasi online-nya. Sangat menantang menurutku. Tetapi sekarang kami hanya tinggal di kamar kumuh tempat perkembangan biakan nyamuk. Kondisi yang cukup layak untuk seseorang yang bermimpi tinggi dan ingin memulai bisnis.

Cukup satu malam di kamar baru ini dan aku telah memahami satu hal.
"Autan bisa lebih berharga daripada Narkoba!" 
Ya, tanpa Autan, kami bisa tidak tidur sama sekali. Nyamuk-nyamuk di dalam kamar ini sepertinya perawan yang lagi haus darah. Mereka menyerang dua jejaka yang sedang bermimpi manis dengan bisnisnya masing-masing.

Entahlah apa sebenarnya yang aku kejar. Apa aku hanya tertarik pada tantangan untuk lepas dan bebas? ataukah panggilanku memang pada dunia bisnis. Tidak begitu jelas sebenarnya, tetapi sekarang aku semakin yakin kalau aku sangat tertarik pada dunia bisnis, terutama pada bisnis produksi.

Setelah beberapa hari di Banten, temanku mendapat tawaran kerja sama dengan seorang pebisnis senior. Ia ingin kami yang mengelola bisnis kuliner miliknya di Jakarta. Jadilah Aku anak hutan Kalimantan menjelajahi Jakarta. Tim kami berhasil menarik minat pebisnis itu dan tinggal beberapa langkah lagi kami akan Deal untuk mengelola tempat makan tersebut. Sangat menjanjikan.

Setelah dari jakarta, beberapa hari kemudian kami harus mengatur keberangkatan ke Kediri, tepatnya Kampung Inggris Pare. Kami harus mengurus penyewaan tanah untuk membangun bisnis kuliner ini. Berselang beberapa hari, Aku sudah disini, Kampung Inggris, Pare.

Banyak yang perlu aku ceritakan, tapi mungkin nanti, atau tidak sama sekali.

2 comments

Alhamdulillah.. Rejeki memang ngga ke mana ya. Meskipun ngga dateng dari hal yang tak pernah kita sangka :D

Beberapa waktu ini (setelah sapaan 'hi' singkat beberapa kali), ternyata aku hanya mimpi ngobrol denganmu. Dan setelah aku pikir-pikir... aku cukup membaca ini dan mengurungkan niat mencecarmu dengan beberapa pertanyaan sadisku. Sory temans, aku bukan stalker yang baik :v

sukses ya bro, aku selalu mendukungmu~ meski gak terlalu prioritas mikirin kamu juga sih.. masih blm bsa komit jg maksudnya...

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top