Pengertian Zat Adiktif dan Psikotropika : Tujuan Penggunaan dan Risikonya - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Pengertian Zat Adiktif dan Psikotropika : Tujuan Penggunaan dan Risikonya


Jika kita melihat disekeliling kita, banyak sekali bahan kimia di rumah tangga seperti pembersih, pemutih serta zat-zat aditif makanan yang bermanfaat bagi kita. Namun, banyak pula zat-zat yang berbahaya jika disalahgunakan pemakainya. Zat tersebut dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan yang tentunya berpengaruh negatif bagi para penggunanya.

Pengetahuan tentang zat adiktif dan psikotropika sebenarnya termasuk dalam topik bahasan ilmu kimia. Topik ini akan memberikan gambaran bagaimana penggunaan zat tersebut dengan benar dan bagaimana akibat dari penggunaanya yang tidak terkontrol.

Pengertian Zat Adiktif dan Psikotropika Beserta Contohnya


Apa saja bahan kimia yang temasuk di dalamnya? Bahan kimia tersebut adalah kelompok dari zat kimia yang tergolong sebagai zat adiktif dan psikotropika.

Berikut akan diuraikan lebih lanjut disertai dengan tujuan penggunaan dan tingkatan risiko ketergantungannya.

Pengertian Zat Adiktif (Narkotika)

Zat adiktif adalah istilah bagi zat yang jika digunakan dapat menimbulkan gejala ketergantungan fisik yang sifatnya sangat kuat. Selain itu pemakainya akan mengalami ketergantungan psikologis yang cukup panjang/ drug dependence.

Zat adiktif yang termasuk kelompok ini yaitu narkotika yang merupakan obat atau zat berbahan dasar dari tumbuh-tumbuhan ataupun yang bukan tumbuhan. Selain itu baik yang sintetik ataupun semisintetik. Hal ini dikarenakan zat tersebut dapat mengakibatkan perubahan atau penurunan kesadaran. Zat ini juga dapat mengurangi hingga menghilangkan rasa sakit, dan selanjutnya bisa menyebabkan ketergantungan.

Narkotika dibagi menjadi 3 golongan, jika ditinjau dari tujuan penggunaannya serta risiko ketergantungan yang ditimbulkan. Berikut pemaparannya:

a. Narkotika Golongan I

Penggunaan narkotika bertujuan hanya sebagai ilmu pengetahuan. Sehinga tidak dipergunakan dalam terapi karena berpotensi sangat tinggi dapat menimbulkan sindrom ketergantungan.

b. Narkotika Golongan II

Narkotika jenis ini hanya digunakan untuk keperluan pengobatan sebagai opsi terakhir. Namun masih bisa dipergunakan untuk terapi atauppun dengan tujuan ilmu pengetahuan. Narkotika golongan II juga mempunyai potensi yang kuat menimbulkan sindrom/efek ketergantungan.

c. Narkotika Golongan III

Penggunaan narkotika jenis ini untuk keperluan pengobatan serta dipergunakan untuk terapi. Golongan ini juga diunakan dengan tujuan sebagai ilmu pengetahuan dan memiliki potensi yang tingan menimbulkan sindrom/efek ketergantungan.

Pengertian Psikotropika

Psikotropika merupakan zat/obat baik yang berbahan alamiah ataupun yang sintetis. Psikotropika bukanlah jeis narkotika dan khasiatnya psikoaktif, melalui penggaruh yang selektif di susunan syaraf pusat. Hal ini menyebabkan perubahan yang khas terhadap aktivitas perilaku dan mental.

Psikotropika terbagi menjadi 3 golongan, berikut akan dipapaekan mengenai tujuan penggunaan psikotropika beserta resiko ketergantungan yang ditimbulkan:

a. Psikotropika Golongan I

Hanya dipergunakan dengan tujuan menambah ilmu pengetahuan. Psikotopika jenis ini tidak dipergunakan pula untuk terapi, berpotensi kuat menimbulkan sindrom/efek ketergantungan.

b. Psikotropika Golongan II

Golongan ini memiliki khasiat untuk obat dan bisa dipergunkan untuk terapi, tujuan menambah ilmu pengetahuan dan berpotensi kuat dapat menumbulkan sindrom/efek ketergantungan.

c. Psikotropika Golongan III

Golongan ini memiliki khasiat untuk obat dan umumnya dipergunakan untuk terapi, tujuan menambah ilmu pengetahuan dan berpotensi menimbulkan sindrom/efek ketergantungan.

d. Psikotropika Golongan IV

Golongan ini memiliki khasiat untuk obat dan sangat umum dan luas penggunaannya untuk terapi. Selain itu juga yang bertujuan menambah ilmu pengetahuan. Kabar baiknya, golongan ini berpotensi ringan menimbulkan sindrom/efek ketergantungan.

Sebagai catatan akhir, zat adiktif merupakan zat yang hampir secara keseluruhan termasuk jenis psikotropika. Namun, tidak seluruhnya psikotropika dapat mengakibatkan ketergantungan.

Contoh-contoh obat yang termasuk dalam golongan psikotropika antara lain LSD/Lysgeric Acid Diethylamide dan Amfetamin. Kedua golongan ini merupakan jenis psikotropika yang tingkat penyalahgunaannya telah meluah ke seluruh dunia.
(KI)

2 comments

Thnks gan atas infonya

diazepam juga masuk narkoba yg suka dipakai bersama parasetamol. Benarkah?

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top