Pengertian Larutan dan Konsep Kelarutan - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Pengertian Larutan dan Konsep Kelarutan


Lingkungan sekitarmu terbuat dari beragam larutan, atau campuran yang homogen. Air yang kamu minum juga merupakan larutan yang berisi beberapa jenis logam dan zat lain. Sedangkan air yang kotor memiliki lebih banyak zat terlalut berbahaya di dalamnya.
Lalu apa itu larutan?

Pengertian Larutan dan Konsep Kelarutan

Materi mengenai pengertian larutan ini sangatlah penting untuk mengawali pelarajan kimia. Banyak sekali anak yang melewatkan materi ini dan akhirnya bingung mengenai perbedaan larutan, senyawa murni, pelarut, dan campuran.

Sebelum mengenal cara preparasi larutan menggunakan Alat-alat laboraturium kimia, sebaiknya kalian memahami tentang larutan secara umum.

Pengertian Larutan

Definisi dari larutan ialah suatu zat/materi yang didalamnya tercampur materi/zat lainnya. Di dalam larutan, terdapat pelarut (solvent) dan zat terlarut (solutes). Pelarut merupakan zat yang jumlahnya lebih banyak, dan zat dengan jumlah yang lebih sedikit ialah zat terlarut. 

Jika kalian masih bingung perbedaan antara larutan dan zat murni, maka berikut ini pembedanya. Zat murni seperti Air (H2O) memiliki komposisi yang fix. Kita tidak bisa mengubah rasio Hidrogen pada air menjadi 1,3, atau 4, begitu pula pada Oksigen, kita tidak bisa mengubah rasionya tanpa menyebabkan terbentuknya zat baru. Contohnya saja jika pada Air kita mencoba menambahkan rasio atom O maka terbentuklah H2O2, merupakan senyawa baru yang sangat beracun.

Tetapi larutan juga memiliki perbandingan komposisi. Perbandingan komposisi ini menyatakan rasio jumlah dari dua atau lebih zat yang membentuk larutan. Contohnya saja kalian dapat membuat larutan yang pekat dan tidak terlalu pekat berdasarkan perbandingan komposisi dari dua zat tersebut. Pada gambar berikut ini, larutan teh yang kanan memiliki perbandingan komposisi teh lebih banyak daripada yang kiri. Hal ini juga dapat diterapkan pada larutan gula, garam dan larutan lainnya.
larutan teh pekat
larutan teh pekat

Ketika suatu zat terlarut dilarutkan oleh pelarut untuk membentuk larutan (solvent) tidak terjadi reaksi kimia. Sehingga pelarut dan zat terlarut dapat dipisahkan hanya dengan pemisahan fisik, seperti penyaringan, pengendapan, ataupun distilasi. 

Larutan itu dapat berupa padatan, cairan maupun gas. Beragam kombinasi dari pelarut dan zat terlarut mungkin saja terjadi. Contohnya saja gas bisa saja larut dalam cairan, contohnya saja karbonat pada minuman berkarbonasi (kokakola, panta, dan sprit). Jadi jangan kembali berfikir secara tradisional bahwa larutan itu adalah cairan saja. Berikut ini contoh lainnya dari larutan dari tiga fasa.

Beberapa tipe larutan
Zat Terlarut Pelarut Contoh
Gas Gas Udara, gas alam, asetilen oksigen
Gas Cair Minuman Berkarbonasi, air di sungai(mengandung oksigen terlarut)
Gas Padat Hidrogen dalam Platinum
Cair Gas Uap air di udara, bensin di udara
Cair Cair Alkohol dalam air, asam dalam air
Cair Padat Amalgam seperti merkuri dalam perak
Padat Gas Partikel debu di udara
Padat Cair Larutan gula, garam dll
Padat Padat Alloy


Kelarutan dan Kejenuhan Larutan

Kemampuan suatu zat terlarut untuk bisa larut dalam suatu pelarut disebut dengan kelarutan. Kelarutan setiap zat berbeda-beda tergantung dengan daya tarik antar partikelnya. Kelarutan suatu zat merupakan jumlah dari zat terlarut yang dapat terlarut dalam sejumlah pelarut tertentu pada keadaan tertentu. Contohnya ialah kelarutan dari NaCl dalam air ialah 36 g/100 mL air pada 20oC.

Larutan jenuh terbentuk ketika dalam suatu larutan tidak dapat dilarutkan lagi sejumlah zat terlarut. Atau dalam kata lain, jumlah zat terlarut di dalam larutan telah mencapai nilai maksimumnya. Contohnya pada larutan garam, memiliki kelarutan maksimum 36 g/100 mL air pada 20oC. Maka jika ditambahkan lagi sejumlah garam pada larutan ini, garam tersebut tidak akan larut dan hanya akan mengendap di dasar larutan. Ini merupakan keadaan larutan yang telah jenuh.

Larut Atau Tidak Larut?

Suatu zat terlarut dikatakan dapat larut dalam suatu pelarut jika kelarutannya ialah lebih dari 1 g/100 mL pelarut. Sementara suatu zat terlarut dikatakan tidak larut dalam suatu pelarut ialah jika kelarutannya sangat kecil, dibawah dari 0,1 g/100 mL pelarut.

Sedangkan pada jumlah yang diantara keduanya disebut sebagai agak larut atau sedikit larut.

Minyak tentu saja tidak akan larut dalam air, begitu pula lemak dan oli. Ketidak larutan ini bukan karena kejenuhan suatu larutan, tetapi karena sifat non polar dari minyak, lemak dan senyawa-seyawa organik lainnya.

Air merupakan pelarut polar, sedangkan minyak merupakan senyawa non polar, karena itulah minyak tidak dapat larut dalam air. Tetapi minyak akan dapat larut dalam pelarut non polar, seperti benzena, aseton dan bensin sedangkan air tidak dapat larut.

 Reff::
+Ryerson, High School Chemistry 11, Mc Graw-Hill
+Keenan W Charles, Kleinfelter C Donald, Wood H Jesse, 1984, Ilmu Kimia Untuk Universistas, Erlangga

Artikel Kimia ini termasuk dalam proyek Cara Belajar Kimia Online
Untuk mebaca materi kimia lainnya silahkan Klik Di Sini  

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top