Mangan Ra Mangan Sing Penting Kumpul - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Mangan Ra Mangan Sing Penting Kumpul


Postingan kali ini bisa dibilang bahasan tentang pepatah jawa lainnya. Pepatah jawa ini sangat umum di masyarakat jawa. Namun yang hebat dari sebuah pepatah ialah kebijaksanaanya yang berlaku secara umum.

Apa kalian pernah merantau sebelumnya? 

Pada beberapa kesempatan saya menemukan orang-orang yang seumur hidupnya tidak pernah merantau. Sebagian dari mereka tidak ingin merantau dan sebagian lainnya memilih untuk tidak mau merantau.
ilustrasi bepergian merantau

Suatu kali saya pernah berfikir apa sebenarnya yang dipertahankan oleh orang-orang yang tidak mau merantau?

Karena yang saya fahami, merntau itu baik. Bahkan seorang imam Syafi'i yang begitu alim menuturkan
Merantaulah…
Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan hidup asing  (di negeri orang)
Sumber: Diwan al-Imam asy-Syafi’i. Cet. Syirkah al-Arqam bin Abi al-Arqam. Beirut. Hal. 39

Apakah mereka enggan merantau karena ingin membangun daerahnya? Mungkin itu salah satu alasan terbaiknya.

Alasan lain yang mungkin bisa kita dengar ialah "Nggak ada saudara dan teman untuk merantau mas" Alasan semacam ini biasanya lebih karena takut akan terlantar dan terasing karena tidak memiliki koneksi di daerah baru.

"Mau disini aja, bersama keluarga dan ngejaga Ibuk" ini juga menjadi alasan yang terbaik untuk tidak merantau.

Hidup bersama dengan keluarga yang utuh, yang bisa saling membantu memang merupakan kondisi yang ideal. Namun bagaimana kalau tinggal bersama keluarga itu kita tidak bisa membantu apa-apa? Ini akan menjadi masalah.

Untuk permasalahan ini biasanya orang-orang yang memilih tidak merantau karena ingin selalu dekat dengan keluarganya akan memakai pepatah bijak.

"Mangan Ra Mangan Sing Penting Ngumpul"

Pepatah ini sudah sangat umum bagi orang jawa. Artinya secara langsung ialah "Makan nggak makan yang penting berkumpul". Tetapi makna sebenarnya dari pepatah jawa ini ialah: untuk apa pergi jauh  mencari uang, kalau kemudian nggak bisa berkumpul bersama keluarga?. Jadi lebih baik kalau tetap di kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga, walaupun tidak memiliki uang banyak.

Belakangan ini, banyak yang menyatakan bahwa pepatah bijak dari jawa itu sudah tidak relevan lagi terhadap zaman. Bahkan ada yang jelas-jelas menganut paham bahwasannya pepatah ini adalah penyebab kemiskinan turunan.

Sejujurnya saya terkadang setuju kalau dilihat dari sisi ekonomi, bahwasannya pepatah yang tidak sejalan dengan budaya merantau ini akan merugikan. Di banyak kejadian merantau itu akan memberikan kesempatan peningkatan ekonomi yang lebih baik. Tetapi kemudian tidak bisa langsung kita menyalahkan pepatah bijak dari tanah jawa ini. Toh nyatanya tujuan kehidupan setiap orang memang berbeda

Mungkin ada banyak orang yang pergi merantau ke luar daerah, bahkan ke negri tentangga untuk bisa mendapatkan penghasilan lebih. Kemudian ketika ia kembali ke tanah air, telah membawa cukup bekal untuk bisa disebut orang kaya. Kemudian kemungkinan besar ia akan kembali lagi ke negeri tetangga, atau merantau kemanapun, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih kaya. Karena memang keinginan utamanya ialah peningkatan taraf hidupnya dan keluarganya.

Tetapi . Ada orang yang menikmati mencangkul di tanah kelahiran dan berkumpul dengan keluarga. Mereka bahagia walaupun terkadang kehidupannya tergolong miskin. Inilah yang saya sebutkan, setiap manusia punya keinginan berbeda. Selama keinginan itu tidak meresahkan masyarakat maka hormatilah.

Jadi aku memilih untuk melihat dengan sudut pandang yang lebih luas. Kalau pepatah "Mangan ra mangan sing penting kumpul" ini diterapkan maka mungkin dari sisi ekonomi akan kurang menguntungkan, namun dari segi kebahagiaan mungkin bisa didapatkan lebih.

Pepatah jawa ini memang terkenal di jawa, karena aku ada di kalimantan maka akan berbeda ceritanya. Jadi biasanya aku akan bercanda dengan menggunakan pepatah ini. Dengan mengubah maknanya menjadi makna yang sebenarnya, makna yang lebih lugas.

Begini ceritanya, setiap minggu kami sering sekali ngumpul bersama dengan teman-teman SMAku. Nahh... Tempat nongkrong kami itu di warung pedagang kaki lima di pinggiran sungai Kelay, Berau.

Di warung ini, pedagang menjajakkan beragam makanan dan minuman. Maka pada tanggal tua, dimana persediaan dolar telah menipis, aku biasanya hanya memesan minuman.

Nah suatu kali kami ternyata sama-sama hanya memesan minuman. Tanpa harus diberi tahu, maka aku udah sadar kalau teman-temanku pada bokek juga.

Saat itu aku bilang ke mereka "Mangan ra mangan sing penting kumpul"

Semua teman-temanku yang sudah familiar dengan bahasa jawa langsung tertawa.

Aku yakin tidak semua dari mereka faham makna pepatah dari tanah jawa ini. Tapi mereka bisa memaknainya dengan makna yang sebenarnya.

Bahwasannya malam itu kami nggak makan, tetapi tetap bisa berkumpul.

“Tulisan ini disertakan dalam kontes GA Sadar Hati – Bahasa Daerah Harus Diminati”

Kontes SADAR HATI

10 comments

Ada sebuah pepatah motivatif bagi kita para perantau, yang selalu saya ingat:
"Pohon beringin hanya akan tumbuh subur dan meraksasa jika ditanam jauh dari rumah"

Yap, itu juga pendapat saya. :D
Yang pasti saya melihat orang yang merantau jauh memiliki wawasan yang sangat luas melebihi yang merantaunya lokal.. Salam kenal mas.

Dasarnya manusia ada dua.. menjadi lebih baik (salah satunya ngerantau) dan menjadi nyaman (gak mau ngerantau) tapi walaupun ngerantau teyep aja bisa mangan rak mangan ngumpul. Karena di perantauan banyak nemu saudara juga(curhat)

Iya, itu juga yang saya alami.. terimakasih kunjungannya. :D

Jaman sudah berubah ya Mas
Merantau sudah menjadi pemandangan sehari-hari
Agar tahu bahwa negeri ini luas sekali
Salam hangat dari Surabaya

gue juga perantau, Mas! makanya pepatahnya udah berubah: kumpul ora kumpul sing penting mangan ... :)

Iya, transportasi semakin mudah.. Jadinya merantau itu nggak sehoror jaman dahulu kala ketika harus pakai kapal layar.. :D

Hahaha.. Setelah banyak pengalaman pasti pandangannya berubah.. Semuanya bisa dinikmati, dari mangan-ny sampai kumpulnya.. :D

Setiap orang memang punya pilihan yang beda-beda, ya, dan harus siap dengan resikonya.
nice post :)

sing penting ngising

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top