Kehidupan Dan Ketakutan Akan Perubahan - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Kehidupan Dan Ketakutan Akan Perubahan




Berkumpul dengan teman SMA akan selalu menjadi momen yang berharga buatku. Karena memang aku jomblo mereka selalu asik untuk diajak diskusi dan bercanda.

Menurutku terlalu banyak momen spesial saat aku duduk di bangku SMA. Itu membuat kami bersahabat sangat dekat hampir ke semua teman seangkatan.

Kalau aku bilang seangkatan itu tidak berlebihan, karena memang saat awal di bangun, SMA kami hanya memuat 48 anak dalam satu angkatan. Jadi memang jumlah yang sangat sedikit, sehingga aku mungkin masih hafal. Semoga ingatan itu tidak termakan usia XD.

Momen ngumpul bersama di tahun ini entah kenapa pembahasan selalu ke arah pernikahan. Entah apa karena memang sudah usianya. Sebenarnya kalau sekedar pembahasan, ini adalah hal yang menarik dan positif sih. Tetapi beda ceritanya kalau ini jadi tuntutan, ini jadi menyeramkan. XD

Bahkan di sela-sela percakapan ada saja yang nyeletuk;

"Kamu kapan?"

Aku memilih diam.

Bukan karena aku masih bingung, tapi karena pertanyaan itu tidak memiliki kata kerja, objek dan keterangan yang jelas.

Ambigu!

Kamu kapan? itu secara struktur bahasa indonesia kan enggak jelas? Iya kan? Iya kan? Jadinya diam dan cuek itu adalah pilihan terbaik! PEMBENARAN dah...

Jujur kalau-pun pertanyaan itu di edit dengan tepat dan diajukan kembali padaku, aku masih bingung juga mau jawab apa?

Bagaimana mau ngejawabnya kalau memang belum siap. Belum siap-nya karena memang belum kepikiran.

Kalaupun mau menjawab, yang keluar mungkin kalimat yang begitu keren dan dipenuhi bullshit;
Tunggu target dan cita-citaku tercapai
Klise kan ya? tapi keren!

Aku melihat belakangan ini, kita menilai kalau menikah itu tuntutannya kemapanan.

Orang yang belum mapan dan memutuskan menikah dianggap suatu kecacatan, seolah keputusan bodoh, hina atau dosa.

Padahal kan nggak gitu.

Apa hasilnya kalau sudah mapan menjadi syarat mutlak? Banyak pemuda yang kehilangan mimpinya karena di rampas oleh kata mapan.

Contohnya gini, sekarang dia bercita-cita menjadi seorang pengusaha, tetapi pengusaha mana yang mapan di awal karirnya? Sementara tuntutan menikah ialah kemapanan. Pilihannya jadi dua, perbanyak puasa (menunda nikah) atau memutuskan untuk jadi pegawai negeri dan menjadi mapan karena dijamin negara.

Kedua keputusan itu menurutku sama saja baiknya, tidak ada yang perlu di salahkan. Seperti kata seorang guru kehidupan saya;

"Tidak ada keputusan yang buruk, keputusan ialah pilihan terbaik saat itu!"

Artinya keputusan itu adalah yang terbaik saat itu, kalau sekarang menjadi buruk, itu bukan karena kesalahan dalam keputusan yang dahulu, tapi karena kebutuhan kita akan keputusan baru. Segera ambil sikap dan Selesaikan masalah yang sekarang!

Dari contoh itu kalian paham 'kan pilihan mana yang menjadi penyebab mimpinya dirampas oleh kata mapan?

Mungkin tidak ada mimpi yang bisa dirampas, tetapi banyak orang lupa mimpinya ketika telah dalam posisi nyaman dan itu tidak aku inginkan. Biarkanlah aku bersusah-susah dengan pilihan hidupku. Ini bukan curhat lho!

Kemudian diskusi bersama teman-teman itu beralih ke dunia politik. Kadang aku percaya kata dosenku;

"Indonesia ini kebanyakan ahli yang tidak terakreditasi. Jadinya banyak pakar politik yang ilegal, berita hoax-pun ditelan"

Artinya memang kalau sudah membahas suatu topik, kami selalu menjadi sok bisa, sok paham dan sok ngerti.

Padahal aslinya, kami bahkan tidak mengenal satu tokoh politik-pun secara personal. Jadi darimana kamu dapat ide membahas politik? Dari media! Beberapa mungkin benar dan beberapa lainnya hoax. :D

Konsep perpolitikanku sih sebenarnya mengikuti George Carlin, seorang komedian politik yang beberapa kali kena banned karena materi komedi politiknya;

"Don't trust any politician and media, coz they're working together to make money!"

Tapi biarlah kalau mau membahas dunia politik juga. Aku juga pasti gabung dalam diskusinya, biar rame aja. Ada topik yang dibahas.

Daripada diskusinya mengarah kepada pembahasan bagaimana menguraikan persmaan Schrodinger? dan berakhir dengan ngilu di bagian otak kiri dan kram di dibagian otak kanan.

Lebih baik masuk ke topik politik dan ngomong nggak jelas. Itu bisa lebih mengakrabkan.

Pertemuan dengan teman-teman ini juga menyadarkanku, bahwasannya suatu perubahan pada hidup manusia itu tidak akan terhindarkan.

Apa yang menarik dari seorang teman yang tetap? pemikirannya tetap, tingkahnya tetap, dan kebiasaannya tetap? tidak ada perubahan pun perkembangan.

Tidak menarik!

Aku melihat bahwasannya perubahan ialah suatu keharusan, sekecil apapun itu, perubahan akan terjadi pada manusia.

Bisa karena keadaan, bisa juga karena keputusan.

Beberapa teman SMA yang dulunya pendiam dan menjadi seorang pendengar yang baik bisa saja berubah menjadi orang yang liar dan tidak bisa diam. Dan saat itu terjadi, tidak ada pilihan kecuali membiasakan diri dengan tingkah barunya. Itu mungkin karena tuntutan kerjaan atau keadaan

Beberapa orang yang gokil dan tukang buat ribut semoga aku bukan, bisa saja datang kembali dan menjadi tambah ribut. Yaiyalah! Kalau udah jadi gokil itu susah tobatnya!

Orang-orang yang memilih untuk tidak berubah juga banyak, entah apapun alasannya tapi enggak akan bisa asik hidupnya.

Karena memang perubahan itu adalah intinya kehidupan.

Dan anehnya

Ketakutan terbesar manusia ialah pada perubahan!

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita selalu khawatir akan perubahan, kita takut perubahan yang terjadi tidak sesuai harapan kita. Kita khawatir kalau masa depan itu tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan.

Itu semua muncul karena mungkin kita mengabaikan faktor ketuhanan dalam setiap rencana kita.

Teringat pesan dari seorang pengusaha hebat di Berau yang mengobrol dengan saya. Beliau ini pemasok 1 ton ikan patin setiap bulannya, yang terbesar di Berau.

"Bisnis patinnya itu pak mendatangkan tenaga ahli ya pak?"

Tebak apa jawabannya? "iya?" atau "tidak?"

Begini jawabnya

"Nggak, tenaga ahlinya saya gantikan dengan tenaga paling ahli dalam urusan kehidupan, di datangkan dengan do'a"

Saat itu, dalam hati saya berterimakasih karena filosofi yang sangat hebat itu.

Bayangkan bahwa orang ini mengelola bisnis sebesar itu tanpa satupun tenaga ahli! Hanya yakin kepada Allah sebagai pemberi rizki padanya dan pembawa kehidupan bagi patin-patinnya.

Semoga tulisan random ini memberi setitik pencerahan.. Salam hangat Mystupidtheory.


3 comments

bagi para jomblo...saat kumpul reunian..pastilah akan diserang dengan pertanyaan soal kapan nikah...sepertinya jawaban tunggu cita-cita dan target tercapai itu tepat banget,.....yang pasti jangan pernah takut akan perubahan........, meskipun kita tidak menginginkan...namun perubahan tetap saja bakal terjadi....
keep happy blogging always,,,salam dari Makassar :-)

Orang jomblo target bully teman2 yang sudah berkeluarga...

Setuju dengan statement-nya. Sepertinya setiap orang yang takut akan perubahan adalah karena perubahan tersebut tak sesuai dengan yang diinginkan. Tapi, ya namanya juga perubahan, harus berkaitan juga dengan takdir Tuhan.

Salam, ThrwBlog

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top