Cara Kerja Baterai dan Recharge Baterai - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Cara Kerja Baterai dan Recharge Baterai


Bagaimana Cara Kerja Baterai?

Pernahkah kalian kehabisan baterai smartphone? atau mungkin tablet? Mungkin banyak sekali orang yang cuek dengan baterai, tidak punya kepobilitas terhadap alam dan lingkungannya, malah kepo ke urusan orang lain. XD

Tapi aku yakin kalian para pembaca blog mysupidtheory ini lebih kepo terhadap "bagaimana cara kerja alam dan sains" daripada kepo "afgan sudah jadian belum yahh sama maudy?"

Okay mari kita bahas tentang Kinerja baterai.
 Baterai ditemukan pertama kali oleh ACount Alessandro Volta di jalan sebelah rumah Mbok Paitun tetangganya Pairah Kakaknya keponakan Sukirwo. XD Oke cukup bercandanya!


Pembuatan Baterai

Konsep dasar dari cara kerja baterai telah diketahui sejak lama, namun baterai pertama kali di buat oleh Count Alessandro Volta-seorang fisikawan Italia pada tahun 1799. Pada awalnya ia membuat baterai yang sedehana menggunakan pelat logam dan kertas yang disirami air laut. Kemudian desain ini digunakan oleh para ilmuwan untuk membuat baterai yang lebih baik kinerjanya. Berbagai bahan digunakan dan diuji kemampuannya dalam menyimpan energi listrik.


Konsep Cara Kerja Baterai

Mungkin kalian sudah tahu tentang bagaimana listrik bisa muncul? Listrik dihasilkan oleh aliran elekron dalam suatu material konduktif. Material konduktif ini bisa berupa larutan maupun logam padatan.

Baterai memiliki tiga bagian, anoda(-) katoda(+) dan larutan elektrolit. Katoda dan anoda ialah dua bagian ujung yang akan terhubung ke rangkaian listrik. Perhatikanlah skema di bawah ini.



Rangkaian tersebut menyebabkan terjadinya reaksi kimia dimana larutan elektrolit akan membawa elektron sehingga terkumpul di anoda. Perbedaan elektronegatifitas antara anoda dan katoda membuat terjadinya aliran elektron untuk meyeimbangkan jumlah elektronnya.

Pada baterai tersebut elektron yang terkumpul di anoda itu hanya akan bisa bergerak  ke katoda. Tetapi larutan elektrolit yang berada di tengah menghambat pergerakan elektron menuju katoda.

Akibatnya tidak terjadi aliran elektron. Namun ketika baterai ini dihubungkan dengan rangkaian listrik maka terjadilah aliran elektron dari anoda ke katoda.

Di tengah aliran elektronya itulah listrik yang dapat meyalakan lampu dihasilkan. Disinilah terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik.

Aliran ini bersifat satu arah dan akan berhenti ketika elektron pada anoda telah setara dengan elektron pada katoda. Inilah yang menyebabkan batasan kapasitas baterai.


Cara Kerja Baterai Charger

Kini hampir semua baterai dapat di recharge (diisi ulang) sehingga dapat digunakan berkali-kali.

Proses recharge baterai ialah kita merubah arah aliran elektron menggunakan energi listrik yang tersedia. Maka yang terjadi ialah perubahan antara energi listrik menjadi energi kimia. Elektron mengalir dari katoda menuju ke anoda, sehingga elektron kembali terkumpul di anoda.

Sekarang kalian sudah tahu kan apa yang akan terjadi kalau anoda itu dihubungkan dengan rangkaian listrik?

Ya cara kerja baterai seperti ini akan dilakukan berulang-ulang sehingga senyawa kimia pada baterai  tidak dapat digerakkan elektronnya.
Artikel Kimia ini termasuk dalam proyek Cara Belajar Kimia Online

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top