Ku Ingin Mencintai Indonesia Seutuhnya - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Ku Ingin Mencintai Indonesia Seutuhnya


Sekitar satu bulan yang lalu aku duduk di sebuah warung bersama Abah. Kami menikmati secangkir kopi hangat dan beberapa ikat buras, makanan khas sulawesi.

Di warung sedang menayangkan program berita dari salah satu stasiun TV swasta. Ditayangkan seorang wanita cantik dengan penampilan berjas rapi khas pembawa acara berita, dia membacakan sebuah berita.

"Hutang Indonesia kepada asing meningkat lagi dari XXXX dolar AS kini mencapai bla...bla...blah..."

Abah : Lho dek, itu siapa coba yang ngutang? Perasaan pagi tadi Umi belanja ya di bayar lunas kok, nggak ngutang-ngutang.
Aku : Ya nggak tahu Bah, kata pembawa acaranya, itu hutang Indonesia?
Abah : Duhh... Yang Indonesia ini siapa sih? Kok tau-tau numpuk aja hutangnya?
Aku : Ya.. nggak tahu Bah, pokoknya yang ngutang itu Indonesia kalau keluarga kita 'kan nggak punya hutang
Abah : Iya sih... Mudahan aja dirumah Umimu nggak sedang ngutang. Yuk balik, sudah sore!
Aku: Iya Bah, ini dibayar dulu buras sama kopi anget-nya. Ntar nambah lagi hutang Indonesia.
Abah : Ohh.. Iya.
Sungguh sebuah kebohongan besar jika setelah mendengar berita seperti itu aku mengatakan "Aku bangga pada Indonesiaku!". Im just a human being!

Tapi aku juga tidak mau dikatakan sebagai penghianat Negara Kesatuan Ripublik Indonesia atau kelompok pesimistis Indonesia. Enggak lah! Aku tetap cinta pada Indonesia. 

Seperti ketika seseorang mencintai seorang gadis, maka saat itu orang tersebut belum bangga padanya. Kamu hanya mencintainya dengan alasan tertentu. Mungkin seperti itulah hubunganku dengan negara ini.

Aku sudah jatuh hati padanya, tapi aku belum menemukan sesuatu yang bisa kubanggakan.

Sedangkan benih kecintaanku pada Indonesia tumbuh karena tanahnya, anginnya, langitnya, airnya, dan kebudayaanya yang begitu kaya dan unik. 

Aku termasuk beruntung, sebagai seorang anak yang dibesarkan di tanah hutan Kalimantan, kemudian saat kuliah mendapat kesempatan untuk berlayar ke tanah Jawa yang gemah ripah loh jinawi.

Kesempatan yang sangat berharga untuk melihat sisi lain dari Indonesia, terjun dalam kebudayaan yang beragam, menikmati pembangunan yang berbeda, dan menyicipi kuliner nusantara yang khas di setiap tempatnya.


Setiap momen kehidupanku di pulau Jawa dan Kalimantan begitu berharga buatku, karena berkesempatan menjelajahi dan menikmati alam yang terbentang di dua pulau tersebut. Membandingkan keunikan keduanya.

Betapa tebing-tebing perbatasan lautan Jawa begitu kokoh dan terjal, di sisi lain hamparan pasir putih dan barisan hijau kelapa membatasi daratan Kalimantan dengan lautan lepas.

Dimana Jawa begitu perkasa dengan pegunungan apinya, sedangkan kalimantan terlihat elok dengan kehijauan hutannya. Keduanya ialah keindahan yang luar biasa, saling melengkapi sebagai satu Indonesia. 

Bertemu dengan berbagai kebudayaan unik juga merupakan ingatan yang berharga buatku. Ponorogo dengan reognya, malang dengan khas bahasa walikan, surabaya dengan em... cak cuk-nya.

Kemudian terbang ke kalimantan  menyaksikan tarian panen khas suku dayak, budaya melaut dari suku bajau, dan ragam bahasa yang begitu asing di telinga, semua kunikmati.

Semua merupakan benih-benih cintaku pada Indonesia. 

Saat ini, dapat di katakan aku mencintai Indonesia karena parasnya yang begitu elok, dan cinta ini mengesampingkan tingkah lakunya yang belum sesuai keinginanku.

Kadang kala ia mengecewakanku, dengan kasus para penguasa namun aku akan terus berprasangka baik padanya, Indonesia akan berubah, kelak Indonesia akan lebih baik. Indonesia kan membanggakan di mata dunia. 

Dalam cinta tentu kurasakan pengharapan, sebagaimana seorang pria yang mencinta wanita, setiap harinya ia hanya mengharapkan kebaikan terjadi pada wanitanya, bahkan Ia rela melakukan sesuatu untuk wanita tersebut.

Maka sebagaimana cintaku pada Indonesia, aku berharap agar Indonesia menjadi lebih makmur, Indonesia menjadi sebuah negara yang aku impikan.

Jalan panjang menuju kebaikan itu akan aku iringi dengan doa serta usaha nyata untuk membantumu menjadi lebih baik.  Kelak, aku pasti dapat mencintaimu seutuhnya. Hai Indonesiaku.


http://abdulcholik.com/2014/07/01/kontes-unggulan-aku-dan-indonesia/


Ku tulis di atas Tanah Indonesia,
Dengan menghiurp udaranya Milik Allah
Mahfuzh tnt

14 comments

Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan :Aku Dan Indonesia di BlogCamp
Dicatat sebagai peserta
Salam hangat dari Surabaya

haha.. yang ngutang negara ke negara tetangga jauuuh... tapi kita-kita sebagai rakyat juga punya kewajiban membayar....

Beban hutang memang sangat besar. semoga dengan hadirnya pemimpin baru (siapapun yang terpilih) nantinya, bisa membawa perubahan untuk negeri kita, Mas. semuanyaaaa, dari berbagai sektor. Amin. tetap optimis untuk Indonesia ;)

Kalau bicara idealis memang sebaiknya gak berhutang. Tapi salah satu tujuan berhutang kan untuk membangun negara juga. Contoh sederhana, seorang manusia bisa mempunyai rumah karena mencicil artinya berhutang. Mungkin kalau dia tetep gak mau pake cara mencicil, belum kebeli itu rumah. Apalagi mengingat harga rumah zaman sekarang tinggi-tinggi. Kalau dia disiplin mencicilnya, lama2 lunas juga, kan. Dan, rumah pun didapat.

Sebetulnya hampir seluruh negara di dunia ini punya utang. Bahkan negara adidaya sekalipun. Melihat utang harusnya secara keseluruhan, jangan hanya nominal utangnya saja. Kalau lihat nominal saja, jelas bisa bikin puyeng kepala. Tapi, lihat kemampuan membayarnya (Rasio utang terhadap PDB). Karena punya utang sedikit tapi gak mampu membayar juga sama aja bohong.

Indonesia termasuk yang negara yang terbaik di dunia untuk rasio utang thd PDB, lho. Masih dibawah 30% (kalau gak salah sekitar 26%). Termasuk negara aman dan mampu membayar utang dengan sangat baik.

Justru negara2 maju, seperti AS, Jepang, China, Jerman, Prancis, Inggris itu yang rasio utang terhadap PDBnya gila2an besarnya. Bisa di atas 100%, lho! Udah nominal utangnya gila-gilaan, kemampuan membayarnya juga buruk.

Maaf, kalau jawabnya panjang, ya. Btw, cakep2 tuh foto2nya :)

Teriakasih banyak sudah di ajak bergabung dalam GA-nya.. *bow

Sebenarnya kita enggak membayar juga sihh.. tapi menanggung malu pada negara lain, juga menanggung beban hutang itu.. entahlah... kalau rakyat bayar pajak aja dahh.. :v

Semoga saja.. Banyak yang berharap, semoga tak ada yang kecewa... kalau para jomblo ya kecewek aja lahh..

Iya semangat... jangan sampai lecu, semangat aja penghasilan minim, apalagi lemah lesu

saya tidak terlalu paham mengenai utang piutang luar negeri.. Yang saya tahu itu kalau nyaris semua negara punya hutang.. Nah yang aneh itu kan karena utangnya nambah, berarti ibaratnya gali lobang tutup lobang, ini kita sedang menambah lobang.. AS, Jpn, China, Jerman, itu hutangnya besar tapi tidak jadi beban, karena hasil produksi negaranya besar juga pake bgt!

ngomong-ngomong terimakasih sudah mampir.. Fotonya dibagusin, soalnya tulisan saya masih ngak bagus-bagus amat. :D

Jadi gadis itu, di jawa atau di kalimantan? #GagalFokus :)
Sukses ngontesnya
Salam

Hahah... emm... Solo.. solowesi.. hahaha JKD.. Salam

Inspiratif, Huda. Hem, masalah utang memang bikin puyeng. Semoag saja pemimpin ayng terpilih bisa meminimalkan utang dan menggunakannya untuk bukan dikorupsi oknum berjiwa korup.
Saya BW balik. makasih sudah mampir. :)

Terimakasih.. Saya juga berharap pemimpin akan bisa membawa kebaikan. Tapi pastikan kita juga membawa manfaat dan kebaikan. :D

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top