Baca Ini Sebelum Menelan Gula - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Baca Ini Sebelum Menelan Gula


Gula mungkin telah menjadi bagian yang tak terlewatkan dalam hidup kita, sejak umur 8 bulan anak mana yang tak kenal gula?

Yahh.. Gula telah menjadi kesukaan anak-anak sejak usia dini, ini sangat beralasan dan dapat dijelaskan secara ilmiah.

Kalau biasanya ibu-ibu sering melarang anaknya makan gula, maka ini adalah suatu kesalahan yang perlu di bahas lebih dalam.

Namun jika ibu-ibu melarang anaknya makan permen, ini mungkin dapat dikatakan benar karena proses pabrik dan pengawetan dari permen itu sendiri tak baik bagi anak kecil *terutama permen dr china! Rasis oy! Rasis!*

Ohh... ya bicara tentang gula, saya akan coba membahas dari gula yang tidak manis sampai yang manis.

Amilum. Ada dari kalian yang mengenal kata Amilum? Yap! Amilum itu terdapat pada nasi, ketela pohon, dan umbi-umbian, sederhananya amilum itu ada pada tepung-tepung yang tidak memiliki kadar kemanisan tinggi.

Jadi secara ilmu kimia, amilum ini termasuk ke dalam gula, gula dengan struktur molekul besar atau polisakarida. Fenomena yang paling mudah untuk membuktikan bahwasannya nasi itu mengandung amilum, dan amilum itu merupakan gula ialah dengan ketika kita mengunyah nasi lama-kelamaan akan ada rasa manis pada nasi.

Tentu saja bukan nasi goreng, tapi nasi putih!

Peristiwa yang terjadi pada saat pengunyahan nasi putih ialah pemecahan molekul amilum menjadi gula dengan struktur yang lebih sederhana oleh enzim amilase yang terdapat pada air liur, saat pemecahan gula menjadi lebih sederhana ini berlasung secara terus menerus maka yang gula sederhana yang dihasilkan akan memberikan rasa manis.

Rasa manis diperloleh karena kecenderungan pada gula, dimana gula yang berstruktur sederhana memiliki rasa manis yang lebih tinggi daripada gula berstruktur kompleks/ besar. 

Glukosa, Fruktosa. Bagaimana dengan dua nama ini? apakah tidak asing bagi kalian? Glukosa ialah istilah yang mungkin sering kalian dengar, glukosa ini biasanya dicantumkan dalam kemasan makanan instan sebagai kadar glukosa.

Salah satu glukosa yang umum dijumpai ialah gula tebu, atau gula pasir. Ya, pasti kalian tidak asing dan tidak akan menyangkal tingkat kemanisan dari glukosa ini.

Selain pada gula pasir, glukosa ini dapat ditemukan pada buah-buahan, sedangkan pada madu kalian akan menemukan Fruktosa. Fruktosa juga termasuk gula sederhana, yang merupakan gula paling manis. Bisa kalian buktikan dengan menjilat madu, sangat manis bukan?

Oke. Itu adalah jenis gula yang sering kita konsumsi. Lalu mengapa anak-anak cenderung menyukai gula berstruktur sederhana seperti glukosa dan fruktosa?

Pertama ialah karena sifat manis dari kedua gula tersebut. Memang yang manis jauh lebih disukai, cewek manis aja banyak yang nyari, ya kan? *Ehh...salahfokus*.

Ada yang disebut dengan candu rasa, itu adalah ketika kamu menikmati kadar manis yang sedikit secara terus menerus maka kamu perlu menaikkan kadar manisnya agar dapat sensasi kenikmatan yang lebih.

Contohnya ialah pada saat kamu minum teh yang sangat manis(banyak glukosa), kemudian kamu makan roti(lebih banyak amilum), maka roti akan terasa hambar dan tidak manis. Contoh lainnya ialah seperti saat kamu makan masakan pedas, maka selanjutnya kamu perlu masakan yang lebih pedas untuk dapat sensasi kenikmatan yang sama. Itulah yang terjadi pada anak-anak. 

Kedua, alasan lainnya kenapa anak-anak suka gula sederhana ialah karena kebutuhan.

Kebutuhan anak-anak ialah energi untuk aktivitasnya saat itu juga, karena masa kecil itu anak-anak harus mempelajari banyak hal, berjalan, berlari, memanjat, memanjat lagi, memanjat sambil berlari *Ehh... cuma aku yah yang begitu?*,

Kesemua aktifitas di atas memerlukan energi yang instant harus tersedia saat itu juga.

Glukosa, Fruktosa dan gula-gula sederhana lainnya dapat diolah secara langsung oleh tubuh manusia. Artinya glukosa dan fruktosa akan lebih cepat menghasilkan energi dibandingkan amilum pada nasi.

Jadi terlalu membatasi konsumsi gula sederhana ini pada anak tidaklah bijak. 

Jadi apakah kemudian Nasi dalah hal ini amilum itu tidak penting?

Tentu saja tidak demikian, amilum tetap saja penting. Pada tubuh manusia terdapat dua kebutuhan energi, kebutuhan saat ini juga dan kebutuhan di masa depan *behh... udah kayak kuliah manajemen keuangan aja dahh*.

Kebutuhan energi saat ini akan dipasok dari gula-gula sederhana seperti yang sudah kita bahas, sedangkan kebutuhan masa depan, seperti untuk pertumbuhan badan dan cadangan energi kita lebih banyak dipasok oleh Nasi, Ketela pohon dan sumber-sumber Amilum lainnya.

Jadi amilum pada nasi itu tidak kalah pentingnya juga untuk anak. 

Kesimpulannya ialah kedua asupan gula tersebut sama pentingnya untuk anak kecil. Berlebihan pada asupan gula tidak baik bagi anak. Kemudian yang paling penting ialah penulis lagi nyari yang manis-manis nihh.. ;D

Sekian.. Salam Mystupidtheory!

Artikel Kimia ini termasuk dalam proyek Cara Belajar Kimia Online

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top