Mengungkap Rahasia Kembang Api - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Mengungkap Rahasia Kembang Api


Ramadhan ini selain identik dengan ibadah bagi ummat muslim, juga selalu berkaitan dengan malam-malamnya yang begitu tenang dan menyenangkan.

Jika pada bulan lain kita terlelap pada pukul 09.00, pada saat Ramadhan seringkali kita baru bisa terpejam pukul 10.00 atau pukul 11.00.

Sebagian dari kita menambah ibadahnya hingga larut, namun tak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali yang juga bersenang-senang saat malamnya.

Salah satunya dengan bermain kembang api hingga larut malam. Kebiasaan ini sering kali terjadi pada penghujung Ramadhan.

Kembang api merupakan budaya yang dipercaya berasal dari China, kepercayaan orang Cina bahwasannya kembang api dapat menangkal roh-roh jahat.

Dahulunya kembang api itu hanya ada satu warna, putih saja, hingga berkembang menjadi banyak warna-warni, Kesemua perkembangan itu didasari oleh eksperimen para ahli kimia. 

Pembuatan kembang api tidak akan terlepas dari ilmu kimia, dimana warna api yang dihasilkan merupakan efek dari pencampuran komposisi senyawa kimia yang berbeda. Pun model ledakannya merupakan hasi desain para pakar kimia. 

Secara proses kimiawi yang terjadi, terdapat beberapa komponen pembentuk kembang api yaitu Oksidator, Fuel, dan Aerial Shell.

Oksidator merupakan zat yang menghasilkan oksigen dalam jumlah besar pada kembang api beberapa contoh senyawanya ialah KNO3 Kalium Nitrat (eng. Potasium Nitrate) yang dikenal luas sebagai blackpowder/gunpowder, KClO4 Kalium Perklorat, kemudian Stronsium Nitrat yang akan menghasilkan nyala warna merah ketika terbakar

Fuel atau bahan bakar yang berkombinasi dengan oksidator untuk memproduksi panas. Senyawa kimia yang biasa digunakan sebagai fuel ialah Sulfur (S), Arang atau padatan Carbon (C), bubuk Alumunium (Al) kemudian bubuk Magnesium (Mg).

Penggunaan senyawa tersebut disesuaikan berdasarkan panas spesifik yang mampu dihasilkan oleh senyawa dan panas yang diinginkan pada kembang api. 

Kemudian yang terakhir ialah efek ledakan yang ditimbulkan oleh kembang api di langit, berasal dari Aerial Shell, atau lapisan terluar kembang api.

Pada saat di langit, aerial shell ini akan meledak dan terbakar. Desain umum dari Aerial Shell iala seperti ini
Pada bagian Effect Pellets itu merupakan campuran senyawa kimia khusus yang dapat menghasilkan warna yang spesifik ketika di bakar.

Senyawa yang digunakan ialah (CuO) Tembaga oksida (eng.Copper Oxide) merupakan penghasil warna biru yang bagus, kemudian Stronsium Klorida (SrCl2) merupakan penghasil warna merah api, (NaSiO2) Natrium Silikat (eng. Sodium Silicat) untuk warna kuning terang, sedangkan untuk warna hijau sering kali digunakan (Ba(C2H3O2)2 Barium Asetat (eng. Barium Acetat). 

Dengan kombinasi bahan-bahan kimia, akan diperoleh aneka warna pada kembang api.

Kembang api meluncur ke langit karena adanya dorongan panas yang dihasilkan oleh oksidator propelan(pendorong) dan fuel.

Kemudian ledakan pada kembang api disebabkan karena meledaknya Aerial Shell dan terbakar.

Pada akhir pertunjukan keluarlah kerlap-kerlip warna kembang api yang berasal dari terbakarnya Effect Pellets. Runtutan reaksi kimia yang indah dan sangat menarik.

Kembang api akan selalu membuat anak-anak senang. Dan dengan Ilmu Kimia keindahan kembang api akan terus mampu menarik hati para penikmatnya. 

Salam Mystupidtheory!

Artikel Kimia ini termasuk dalam proyek Cara Belajar Kimia Online

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top