Melaut, Menapaki Jejak Kapal Nelayan Tradisional - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Melaut, Menapaki Jejak Kapal Nelayan Tradisional


Wuizzz.... Keren yak judulnya? Aku menghabiskan sekitar tiga hari untuk membuat judul macam itu.

Benar-benar seolah-olah ini tulisan media massa yang top, yang tersohor, yang masyhur, tapi mohon maaf kurang terpercaya, jujur aja sihh media kita kurang terpercaya atau bahasa susahnya tidak kredible.

Kembali ke judul, ini bukan judul sebuah artikel atau essay budaya atau sosial, ini lebih mirip sebuah reality show dimana seorang artis ngetop atau public figure di buang ke kampung nelayan untuk mengikuti aktivitasnya.

Seminggu yang lalu, sepulang dari Kertas Nusantara aku langsung mendapat tawaran untuk keluyuran lagi.

Abah ngajakin aku ke kampung semanting, kampungnya nelayan, untuk melaut, biar tahu bagaimana rasanya menjadi nelayan. Tentu saja ini kesempatan emas!

Sore hari aku langsung berkemas, beberapa helai baju dan peralatan sholat kusiapkan. Kami langsung menuju ke kampung yang berada di pinggiran Berau itu dengan mobil.

Karena abah menyetir mobil, aku harus duduk di bagian depan, di tempat kenek, tapi nggak ngajak-ngajak penumpang naik, malu euy! Berhubung memposisikan jadi kenek yang tahu diri, aku tidak tidur. Kau tahu kan betapa mudahnya aku tertidur!

Perjalanan menuju kampung semanting ini ditempuh dalam waktu 3jam, karena malam hari dan kondisi jalan yang kurang sehat.

Di perjalanan kami melalui perkebunan kecil penduduk, lokasi-lokasi tambang dan hutan hujan tropis. Di daerah hutan di Berau ada satu pohon yang benar-benar dilarang untuk di tebang, namanya pohon madu, pohon yang paling dilindungi diantara semua pohon, bahkan penebang liar dan cukong kayu ilegal takut untuk menebang pohon itu.

Tidak heran kalau pohon madu di sepanjang jalan menjadi pohon paling besar di hutan, karena masih merupakan pohon asli kalimantan sebelum datangnya penebang liar, ukuran diameter pohonnya yang pernah kulihat mencapai 2 meter.

Kemudian kami melalui daerah pertambangan, aku hanya bisa mengelus dada atas apa yang aku lihat, berapa gunung lagi batubara yang akan di keruk manusia? dan batubara itu sebagian besar di export, jika batubara itu merupakan bagian dari tanah kepulauan Indonesia, maka silogisme-nya ialah orang-orang sedang menjual tanah Indonesia.

Kurasa kata-kata mengenai Pertahankan Tanah Air Indonesia cumalah cerita kuno, ini fakta di lapangannya!

Sesampainya di kampung nelayan, aku disambut dengan jalanan tanah dan gelap gulita, maklum saja di kampung ini ternyata belum masuk listrik PLN, jadi beberapa rumah yang memiliki disel listrik pribadi nyala lampunya, tetapi yang tidak yahh tetap gelap-gelapan.

Beberapa rumah juga memanfaatkan bantuan pemerintah berupa solar cell. Sebuah penyimpan energi panas matahari yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik.

Alat ini dipasang di atap rumah warga, walaupun ketika aku tanya rumah-rumah yang tidak memakai solar cell ialah karena alatnya sudah rusak bahkan sebelum digunakan. Malam itu aku tidur tanpa listrik.


Pagi-pagi sekali aku sudah bangun, sholat shubuh dan bersiap, maklum setiap kali lihat di teve pasti diceritakan kalau kerjanya nelayan dari shubuh hingga petang, atau dari petang hingga pagi.

Nyatanya enggak, mereka baru pergi melaut saat jam 9, ini tergantung cuaca dan pasang surut air laut.

Kami sarapan kemudian bersiap menuju laut, aku pakai baju lengan panjang, juga bawa jaket tebal, maklum lah kan nggak tahu keadaan di lautnya. Sebelum berangkat melaut, di dermaga aku lihat ada hal yang menarik. Ini dia
www.mystupidtheory.com perburuan hiu

Kalau kalian anak biologi yang sedang tergila-gila pada isu konservasi dan lingkungan akan langsung menelpon 911 untuk memanggil polisi, atau mungkin akan langsung ke lokasi dan menangkap pelakunya.

Aku sih santai, karena rantai makanan dan hukum rimba memiliki inti yang sama, siapa kuat dia pemangsa! Menurutku manusia juga termasuk dalam rantai makanan dan lingkungan, sehingga wajar kalau membunuh mangsanya. 

Katanya hiu-hiu itu hanya di ambil siripnya, kemudian daging ikannya dipakai untuk umpan kepiting, daging hiu yang padat dan keras dagingnya membuatnya menjadi umpan yang cocok untuk kepiting.

Hiu hiu kecil itu dipotong siripnya, kemudian dikeringkan dan dijual setelah satu kilogram, itu hanya 120.000.

Nelayan yang aku tumpangi perahunya ini, pernah dapat satu hiu yang jauh lebih besar, ukuran siripnya saja mencapai 9 kg, hiu itu langsung di jual ke orang-orang cina, atau orang jakarta.

Alhamdulillah.. Cuaca siang ini sedang bersahabat, langitnya biru, tidak terlalu panas, tidak juga mendung, pas.

Padahal kata Bapak nelayan kadang-kadang kena ribut(angin ribut) ketika sudah di tengah laut, kalau bisa menghindar ya dihindari, kalau enggak bisa ya udah berdoa aja. Tetapi kali ini sampai di tengah laut langit tetap biru, dan ombaknya juga kecil tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Cara melaut nelayan disini itu tradisional, hanya mengandalkan lemparan pukat, kapal dan keberuntungan.

Sesampainya di lokasi memukat udang, langsung kami menurunkan pukat(sejenis jala, perangkap udang/ikan).

Setelah beberapa menit di dalam air, pukat kami tarik ke atas, untuk melihat hasil tangkapannya.

Awalnya aku mau menarik pukat itu, tapi ada ubur-ubur, ubur-ubur itu beracun, kalau kena kulit dia akan menyengat, aku tahu dari kartun sponge bob.

Si Bapak dengan santainya mengangkat pukat dan membuang ubur-ubur itu satu persatu, katanya enggak sakit karena udah biasa, cuma semacam gatal "Mau coba?" tawarnya, tapi aku jelas-jelas gak mau XD.

Saat menarik seperti ini banyak kapal nelayan lainnya yang datang, mereka melihat apa tangkapan yang di dapat banyak atau sedikit.

Katanya kalau nelayan yang muda biasanya begitu, lebih pintar observasi. Kalau ada yang dapat banyak, maka mereka turunkan jaring, kalau nggak dapat banyak mereka pindah, tak jarang nelayan muda ini seharian enggak turunkan jaring sedikitpun, karena sibuk berputar-putar mengamati tangkapan orang.

Ruginya jelas! uang solar!

Sedangkan nelayan yang aku tumpangi ini prinsipnya

 Tangkapan bisa banyak bisa sedikit, yang penting kami sudah turunkan jala. Kalau nggak turunkan jala ya sudah jelas nggak ada harapan, kalau sering turunkan jala, tangkapan bisa saja jadi banyak
Sebuah kepasrahan total kepada Sang Empunya Rezeki. Satu pelajaran berharga untuk orang muda sepertiku. 

Melaut ini bagiku hanyalah cari pengalaman, tidak akan berlanjut, tetapi harus ada pelajarannya, yang menarik! Dan aku dapatkan itu!

Aku belajar mengenali hewan-hewan laut. Seperti yang aku bilang tadi aku bisa lihat ubur-ubur langsung yang selama ini hanya ku lihat di film spongebob.

Aku suka sekali melakukan explorasi dan melihat hal-hal baru yang biasanya hanya aku lihat di NatGeo. Ini beberapa hewan yang aku lihat.

Pelajaran berharga lainnya ialah mengenali harga ikan, ikan-ikan mahal dan ikan murahan, semuanya bisa ditanyakan ke pak nelayan. 

Sore hari kami pulang dengan menangkap berbagai macam hewan laut. Aku bilang hewan karena memang ada udang, ikan dan mahluk lainnya.

Sampai rumah kami dimasakkan udang segar dan ikan segar. Disini aku jadi tahu rasanya udang dan ikan segar, ada rasa manisnya sedikit pada dagingnya. Nikmatnya..

Esok harinya aku pulang dengan senang. 

Jika saja cerita ini seperti reality show dimana seorang artis ngetop atau public figure di buang ke kampung nelayan untuk mengikuti aktivitasnya.

Maka kesimpulannya ialah kalian tahu khan siapa public figure yang dibuang ke kampung nelayan itu?

Ahh.. masa' masih nggak paham sih.. Haha
Kalau menurutmu postingan ini kebanyakan fotonya, anggap aja aku lagi mau pamer foto.. HAha.. See ya! Bye Bye!

Salam Mystupidtheory!

6 comments

subhanallah.. perjalanan cantik, secantik foto-fotonya :D

Iya, pengalaman berharga dan kenangan sepanjang masa...
Fotonya biasa saja, aku mainkan pakai photo editor hp.. :D

Asyik nih kayanya jadi nelayan di laut, saudara aku jd nelayan tp aku gapernah diajakin haha. Mungkin kalo ketemu bakal aku paksa untuk diajakin ke laut. Salam kenal juga yaaa;) Kunjungan balik ditunggu: http://gebrokenruit.blogspot.com/ Followback juga atuh;)

Iya, kalau aku emang sudah lama mau ke laut. Tinggal tunggu waktu yang tepat saja. :D

halo, salam kenal.
sudah saya folbek :-D
nice story!
didukung foto2 yang menarik yang menggambarkan resapan cerita .

Iya, salam.. Thanks udah folbek... Fotonya aku edit dengan tanganku sendiri. Jadinya kalau kurang pas yah.. biarin.. hehe... semoga nanti bisa main-main lagi ke blog ini..

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top