Pengertian Sistem Koloid, Jenis dan Pembuatannya - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Pengertian Sistem Koloid, Jenis dan Pembuatannya


Pengertian Koloid

Sistem koloid merupakan campuran dari dua zat atau lebih, yang mana salah satu zatnya terdispersi menjadi partikel-partikel kecil dan tersebar di seluruh bagian zat lainnya. Partikel-partikel yang tersebar itu memiliki ukuran yang lebih kecil daripada ukuran partikel pada Suspensi, dan lebih besar dari ukuran partikel pada larutan.
pengertian koloid
pengertian koloid

Ukuran diameter partikelnya berkisar antara 1-1000 nanometer. Sistem koloid ini dapat dikatakan sebagai fasa ditengah-tengah antara suspensi dan larutan, namun memiliki karakteristik yang berbeda dari keduanya.

gambaran koloid
gambaran koloid
Pada sistem koloid, partikel kecil yang tersebar/terdispersi disebut fasa terdispersi (dispersed phase), sedangkan partikel yang lainnya disebut dengan media pendispersi (continous phase). Koloid dapat berupa kombinasi dari tiga jenis wujud dari materi yaitu gas, cair, dan padatan. 

Karakteristik koloid

Koloid seringkali berupa agregat(kumpulan) dari banyak atom dan molekul seperti protein. Mereka tidak dapat dipisahkan dengan kertas saring namun dapat dianalisis dengan penyebaran cahaya(light-scattering), sedimentasi, dan osmosis. Karakteristik lainnya dari koloid ialah kemampuannya mengabsorpsi di dalam partikel terdispersinya dimana hal ini dipengaruhi oleh luas permukaan yang dimiliki koloid.

Sifat kimia dan sifat fisik dari koloid dapat berubah drastis ketika ukuran partikel koloid berubah. Ini disebabkan karena perubahan luas permukaan dari partikel koloid yang berubah.

Partikel koloid dapat menyerap ion dan menghasilkan muatan listrik. Kestabilan kinetik koloid disebabkan karena muatan listrik di permukaan partikel ini. Muatan pada permukaan partikel menyebabkan terjadinya tolakan antar partikel koloid, sehingga terjadi pergerakan partikel koloid secara acak dan terus menerus. 

Koloid dapat menyebbarkan cahaya. Kemampuan menyebarkan cahaya ini disebut efek Tyndal. Efek Tyndal pertama kali diamati oleh seorang fisikawan Inggris John Tyndal. John tyndal. Efek tyndal dapat teramati langsung oleh mata, salah satu contohnya ialah ketika lampu mobil menyinari kabut, maka cahaya lampu akan disebarkan oleh partikel air yang terdispersi di udara(kabut).

Karakteristik dari koloid inilah yang dimanfaatkan untuk mengukur konsentrasi koloid. Dengan cara menembakkan sinar ke permukaan koloid kemudian mengamati intensitas persebaran cahaya yang disebarkan maka kita dapat menentukan konsentrasi koloid tersebut. Tetapi ini tidak dapat dilakukan pada koloid yang berwarna seperti cat, susu kental dan tinta. 

Jenis Koloid

Jenis koloid umumnya diklasifikasikan berdasarkan medium pendispersi dan fasa terdispersinya. Berikut ini tabel mengenai jenis koloid:

tabel jenis-jenis koloid
tabel jenis-jenis koloid

Medium pendispersi merupakan zat yang keberadaanya lebih banyak daripada zat lainnya. 
Fasa terdispersi ialah zat yang lebih sedikit keberadaanya pada koloid.

Pembuatan Koloid

Proses pembuatan koloid umumnya menggunakan dua metode, yang pertama ialah dengan pemecahan partikel yang besar menjadi partikel kecil ukuran koloid atau dengan cara membentuk agregat dari partikel berukuran kecil.  Berikut ini beberapa aplikasi industri dalam pembuatan koloid. 
  1. Pembuatan arerosol. Yaitu dengan cara memecah suatu cairan dengan cara menyemprotkannya menggunakan jet gas, kemudian proses ini dibantu dengan memberikan gaya tolakan elektrostatik antar partikel dengan cara mengalirkan muatan listrik pada cairan. 
  2. Koloid Emulsi padat/gel, pembentukan koloid ini dengan cara pendinginan campuran cairan dan padatan yang memiliki ukuran molekul yang besar dan viskositas yang lebih besar dari larutan. 
  3. Emulsi diproduksi dengan cara mengocok dua zat yang tidak larut dengan kecepatan yang tinggi, kemudian proses ini dibantu dengan adanya emulsifier(agen pengemulsi), contohnya pada sabun terdapat emulsifier surfaktan. 
  4. Semen diproduksi dengan cara memecah partikel padatan menjadi partikel kecil ukuran koloid kemudian mencampurnya dengan bahan yang memiliki muatan sehingga sement menjadi stabil dan tidak langsung mengeras. 
  5. Pemurnian koloid dilakukan dengan metode dialisis, yaitu dengan melewatkan larutan dan ion melalui membran dan memerangkap koloid sehingga diperoleh koloid murni.
Mengetahui pengertian koloid, jenis dan pembuatannya akan sangat penting jika kamu ingin bekerja di perusahaan kimia dan industri. Industri shampoo, pembersih wajah, dan berbagai produk make up merupakan koloid. Semoga materi ini membantu dan memberikan manfaat. 
Pustaka
  • Peter A. Kralchevsky, Krassimir D. Danov, and Nikolai D. Denkov. 2009. Chemical Physics of Colloid Systems and Interfaces. Taylor and Francis Group LLC
  • http://www.chm.bris.ac.uk/webprojects2002/pdavies/
  • http://chemwiki.ucdavis.edu/Physical_Chemistry/Physical_Properties_of_Matter/Solutions_and_Mixtures/Colloid

Thanks!


Unduh

2 comments

jadi sistemkoloid ini adanya ditengah antara yanglebih besar dan lebih kecil dari koloid itu sendiri kan?

iya.. mas.. tepat sekali.. koloid emang banyak ..

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top