Pengangguran Lulusan Kimia! - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Pengangguran Lulusan Kimia!


hahaha.... hahaha.... 

Aku selalu ingin tertawa melihat tulisan diatas. Iya yang aku jadikan judul, oleh karena aku bingung mau tulis apa. Sama bingungnya aku ketika ada yang nanyain kerja apa sekarang? atau apa kesibukannya? Seolah-olah aku enggak pernah nanyakan itu ke orang lain. Aku masih enggak mau berfikir ini karma karena dulu aku suka tanya-tanya orang tentang kerja apa, atau kenapa belum kerja. 

Setelah lulus ini seharusnya aku sudah punya SKL(Surat Keterangan Lulus) tapi belum aku ambil di fakultas, juga seharusnya aku bisa urus wisuda tapi belum bisa aku lengkapi berkasnya. Sehingga aku masih 'terjebak' di sekitar universitas tanpa kesibukan berarti selain mengurus dokumen persyaratan wisuda. Aku 'terjebak' dalam waktu yang lama, sehingga aku harus berfikir untuk bisa mencari pekerjaan. Beberapa kali aku ajukan tulisan berjudul CV ke beberapa email perusahaan online untuk bisa mengisi artikel dan membuat desain karena aku hanya memiliki dua skill itu. Aku hanya ingin bekerja freelance yang tidak terikat waktu karena hanya ingin mengisi waktu luangku. Ada sebuah website yang menawarkan pekerjaan freelance di bidang desain grafis dan penulisan artikel, namun sayangnya aku tidak bisa menggunakannya dengan maksimal, ada kendala, harus memilki kartu kredit!

Tak lama, temanku menceritakan kerja freelance-nya yaitu penerjemah, dan katanya bossnya (anggap aja begitu) memerlukan tenaga tambahan. Aku sebenarnya baru tahu jika jasa penerjemah masih laku di masa-masa sekarang ini, maksudku setelah  google translate ada, dan berbagai software penerjemahan ada. Ternyata pasar penerjemahan masil lumayan rame, dan aku langsung tertarik daftar menjadi penerjemah. Sejujurnya kenapa aku mau kerja bukan karena uang, oleh karena kalau masalah uang ibukku masih aja suka kirimin aku uang banyak.. Hahaha... Tapi aku tertarik kerjaannya, terjemah itu melibatkan aktivitas membaca dan menulis, dan keduanya ialah skill yang ingin kulatih. 

Berkaca lagi pada sejarah, ilmuwan islam masa lalu banyak yang merupakan penerjemah handal, penguasaan dua bahasa atau lebih merupakan hal yang biasa bagi mereka. Ibnu khaldun seorang ilmuwan muslim yang sangat populer saat itu merupakan ketua penerjemah kekhalifahan(kerajaan), ia membawahi beberapa tim penerjemah sekaligus merupakan seorang pustakawan kerajaan. Dan dari catatan sejarah pula aku tahu kalau Revolusi pengetahuan dalam dunia islam itu diawali dengan penerjemahan buku-buku dari yunani, cina dan berbagai negara maju lainnya. 

Oke,. Aku benar-benar tidak ada tujuan menyamakan antara Aku dengan Ibnu Khaldun yang mentereng namanya itu. Hanya saja aku mencoba memunculkan motivasi bahwa Ibnu Khaldun dapat menguasai berbagai ilmu pengetahuan 'mungkin saja' karena ia melakukan penerjemahan. Ketika menerjemahkan suatu teks, maka kita sudah pasti membacanya, kemudian memahaminya dan lalu menuliskannya ulang agar mudah difahami oleh orang lain. Aku rasa itu asal-usul keilmuan para pendahulu muslim yang beragam dan tinggi derajatnya.

Ketika aku memulai pekerjaan sebagai penerjemah freelance, maka dengan jelas terasa ujian bagiku untuk memahami bidang-bidang lain. Di awal pekerjaan aku mendapatkan judul-judul di bidang kebidanan dengan beberapa istilahnya yang setelah lama baru aku pahami, setelahnya muncul bahasan psikologi kedewasaan, menyusul lagi bidang hukum, dan beberapa judul lagi. Dan yang kurang ajarnya aku belum dapat satupun bidang sains yang menjadi mayorku di kuliah.

Aku rasa aku bakalan tetap melakukan kerjaan penerjemahan, walaupun sudah memiliki karir profesional nanti. Iya beberapa waktu lalu dosenku menawarkan kerjaan padaku 

"Fuzh, ada tawaran kerja quality control gas lpg di Gresik, kamu mau?" itu sms yang dilayangkan dosenku padaku.
"Emm... mau sihh pak kalau saya, tapi ortu saya suruh saya lanjut S2.. Saya sendiri sihh kalau kuliah maunya ke Luar(negeri), kalau gak gitu mending kerja.. saya jadi bingung pak.. Tawarannya itu gimana yah pak? persyaratannya apa?" balasku

Aku sihh emang udah akrab banget ama dosenku. Kalian bisa lihat betapa percakapan kami seperti teman kecuali di bagian aku memanggilnya dengan sapaan sopan "pak". Beliau adalah dosen muda(mungkin paling muda di jurusan), sehingga bisa dengan mudah akrab dengan mahasiswa, disamping itu, perhatiannya pada mahasiswa patut diacungi jempol(jempol kanan apa kiri yak?). Aku menunggu balasan smsnya mengenai persyaratan. Tak berrbalas.

Kemudian ketemu lagi aku dengan dosenku itu di sosial media Facebook, beliau sedang onlen. "Langsung saja aku ketikkan pertanyaan "assalam.wr.wb. Pak persyaratan lowongannya itu apa ya? dan kapan tesnya?"

Setelah beberapa jam barulah berbalas chatingku itu,
"syaratnya pengangguran dari jurusan kimia
lewat jalur personal ini"

Jawaban itu langsung membuatku tertawa, dosenku itu emang kadang suka ngeledekin aku. Tapi dibalik itu semua ia jelas sangat perhatian dan lagi kadang itu jadi motivasiku. Aku balas pesan itu langsung setelah aku berdiskusi dengan kedua orang tuaku. Dan hasilnya terketiklah jawaban 

"Ya pak oke.. saya ambil kesempatannya. Orang tua saya sudah mengijinkan. jadi kapan saya mulai bekerja?"

"Bentar saya kontak orangnya dulu, mudah2han nggak keselip orang lain" balasnya
"Amin... Semoga pak.. oh semoga :)" jawabku cepat.

Kalau kalian baca postingan ini boleh kalian ikutan berdoa. Oleh karena sampai sekarang aku belum terima kabarnya. Mudah-mudahan aku bisa terus belajar, bukan hanya perkara kimia, tapi juga belajar kehidupan.



What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top