Lindungi Penyu, Sejahterakan Masyarakat - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Lindungi Penyu, Sejahterakan Masyarakat


Belakangan ini nama kota berau mulai banyak dilirik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal ini disebabkan karena keindahan alam kepulauan ujung borneo tersebut yang sering kali muncul di salah satu stasiun tv swasta. Beberapa lokasi yang sudah sangat dikenal ialah pulau derawan dengan pemandangan bawah lautnya, pulau kakaban dengan biota ubur-ubur di danaunya, dan labuan cermin yang merupakan danau air tawar yang sangat jernih dan air asin pada lapisan bawah danau.

Setiap tempat wisata atau kota tujuan wisata sudah selayaknya memiliki oleh-oleh khas. Kemarin ketika aku pulang kampung ke Berau, aku mencari toko oleh-oleh khas dari berau. Setelah mencari di beberapa toko oleh-oleh, toko ini hanya memiliki barang khas kalimantan dan tidak spesifik Berau, produk lokal yang paling banyak aku temui ialah gelang sisik dan akar bahar. Gelang sisik ialah gelang yang terbuat dari sisik binatang penyu sisik (Eretmochelys imbricata), sedangkan gelang akar bahar sesuai namanya berasal dari akar bahar. Kedua bahan baku kerajinan tersebut ialah termasuk satwa dilindungi yang terancam kepunahannya. Peraturan lingkungan hidup dengan jelas telah melarang perburuan binatang eksotis ini. Seperti penyu misalnya, penangkapan dan pengambilan telur penyu akan di tindak tegas dengan hukuman penjara dan denda. Pengawasan terhadap peraturan lingkungan hidup ini langsung dilakukan oleh angkatan darat beserta angkatan laut setempat.

Aku pernah terlibat dalam penjagaan telur-telur penyu ini secara langsung. Saat itu aku SMA dan mendapat kesempatan untuk mengikuti penyuluhan dari lembaga perlindungan satwa di pulau Sangalaki, salah satu pulau yang disinggahi ribuan penyu untuk bertelur dan merupakan salah satu kepulauan di Kabupaten Berau. Penjagaan yang dilakukan terhadap telur penyu ini sangat ketat dan 24 jam, namun data statistik memunculkan bahwa jumlah penyu terus mengalami penurunan karena aktivitas perburuan manusia. Tidak perlu klarifikasi ulang data ini, karena dengan melihat jumlah gelang sisik dan telur penyu yang beredar di toko-toko dan kios-kios kita dapat menyimpulkan bahwa data ini benar. 


Dengan peraturan jelas dan adanya pengawasan yang ketat ini seharusnya dapat melindungi penyu dan habitatnya namun dalam kenyataannya tidak juga, masih banyak terjadi perburuan penyu. Untuk itu dalam mengatasi hal ini, beberapa hal yang dapat dilakukan ialah dengan melakukan sosialisasi/penyuluhan peraturan yang ada kepada masyarakat pesisir pantai. Peraturan yang jelas dan pengawasan yang ketat tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan hanya akan menjadikan peraturan itu sebagai alat pemberi efek jera bagi pelaku saja tanpa memberikan perlindungan pada satwa. Penyuluhan ialah metode yang keberhasilannya di tunjang oleh berbagai pihak, dari pemerintahan, penegak hukum dan tokoh masyarakat.  Oleh karenanya penyuluhan ini harus bersifat kontinu dalam jangka waktu yang panjang. 

Hal lain yang perlu dipertimbangkan sebelum adanya penyuluhan ialah mengenai peraturan itu sendiri, apakah sudah tepat guna dan efisien? Karena peraturan ini hanya akan menghukum orang yang memburu dan menangkap penyu, sedangkan di lapangan pengawasannya akan sangat sulit dilakukan karena besarnya wilayah pesisir yang akan dilalui penyu saat migrasinya. Hal lainnya yang perlu dipertimbangkan ialah peraturan yang diberlakukan ini hanya akan menghukum orang yang tertangkap basah menangkap penyu, sedangkan pedagang yang meperjual belikan sisik penyu dibiarkan. Oleh karenanya akan jauh lebih efektif jika peraturan yang diberlakukan ini meliputi penangkapan dan penjualan sisik penyu, sehingga pengawasan dapat lebih mudah dilakukan.

Dengan adanya peraturan lingkungan hidup yang baik, akan mencegah perburuan itu sendiri. Sedangkan untuk oleh-oleh khas Berau yang akan diunggulkan sebaiknya tidak berasal dari bahan baku satwa, terutama jika sawa itu dilindungi. Berau masih harus banyak belajar untuk bisa menjadi sebuah kota wisata yang nyaman dikunjungi, dan sebuah kota wisata yang sempurna harus memiliki produk lokal yang unggul dan berdaya saing. 

Majulah Berau!

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top