Kembali Ke Kimia - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Kembali Ke Kimia


Pernah sekali aku mikirin, kenapa aku kuliah di kimia. Banyak sekali teman-teman yang bahkan dengan mudah mengatakan "buat apa belajar kimia?". Kenapa buang-buang waktu untuk belajar kimia? Lebih baik belajar yang sangat berhubungan dengan kehidupan, seperti biologi atau fisika. Nahh... yang menarik adalah banyak sekali tenaga pendidik yang mengalami hal yang sama, murid-muridnya di sekolah memiliki faham seperti itu. Hal ini berakibat fatal, yaitu mereka tidak akan memiliki niatan dan semangat yang kuat untuk belajar kimia. Oke, sebagai mahasiswa kimia aku tidiak akan secara sepihak menerangkan manfaat jurusan mayorku itu. Mungkin aku akan menuliskan sedikit cerita dari sudut pandang kalian. 

Pagi yang sejuk. Aku bangun dari tidurku dengan ingatan akan beberapa tugas Kimia. Juga hari ini akan ada praktikum kimia, aku harus mempersiapkan paku, bayklin dan garam untuk percobaan elektrolisis. Entahlah, apa pentingnya belajar kimia ini? hanya akan membuang waktuku. Aku tidak mengerti mengapa tidak digantikan saja dengan pelajaran biologi?

Aku bangkit dari tidurku, menuju kamar mandi. Kubasuh mukaku seraya tanganku mengambil odol dan sikat gigi.  Odol, gel putih apa ini? Kubaca komposisinya ; perlite, sodium fluoride, etc.. Apa itu? Aku hanya tahu, kata ibu ini akan membuat gigiku putih, sejujurnya aku tak tahu apa yang dilakukan perlite dan sodium fluorida dengan gigiku. Ahh entahlah.

Kembali ke kamar, aku mematikan AC di kamar tidurku. Aku selalu menggunakan AC kamarku. Tidak tahu mengapa belakangan ini rumahku terasa gerah tanpa AC. Apa sebenarnya yang dilakukan AC pada kamarku? Kenapa ada hawa dingin darinya? Ahh... Bahkan di tivi orang mengatakan anti AC freon. Apa itu freon? apa ACku masih mengandung freon? Apa yang dilakukan freon? kenapa ia dicap merusak lingkungan? Ahh.. entahlah, setidaknya tidurku akan nyenyak dengan AC. Di meja belajarku beberapa kertas contekan untuk tugas kimia berhamburan, di bagian kanan pojok meja ada gelas, satu mug besar yang saat ini berisi ampas kopi. Aku telah meminum isinya semalam. Itu hanya agar mataku bertahan dalam mengerjakan tugas. Entahlah kenapa setelah meminum kopi mataku tidak pernah ngantuk. Ahh.. sekali pernah kudengar ada caffeine di dalam kopi. Lalu apa yang caffeine lakukan pada mataku? kenapa jika minum caffeine mataku tidak ngantuk? Apakah jika kubasuh mataku dengan caffeine efeknya akan sama?.. Hmm... Entahlah.. Aku harus segera membereskan gelas itu. 

Sejak pagi ibu sudah memasak di dapur. Aromanya ketika menggoreng cabai membuatku batuk-batuk. Ohh ternyata ibu membuat telur ceplok dan sambal terasi. Apa yang terjadi pada telur ini? Awalnya ia cair, setelah digoreng ia padat, aneh, bukankah seharusnya ketika dipanaskan ia akan semakin cair atau menguap? Kenapa dengan telur ini? Kata ibu telur mengandung protein yang tinggi untuk menunjang perkembanganku. Sebenarnya telur yang dimaksud ibu ialah telur matang di depanku ini atau telur mentah? Jika telur mentah mengandung banyak protein, bukankah ketika dimasak proteinnya akan rusak? Tapi aku akan berfikir ulang untuk sarapan jika ibu menyuguhkan telur mentah  di piringku. Ahh entahlahh... Aku akan menghabiskan ceplok kesukaanku.

Ahh.. Ayah memanaskan mobilnya. Aku masih di meja makan, ada secangkir teh hangat. Mungkin aku akan menghabiskannya sedikit-sedikit. Kuingat seorang temanku pernah mengatakan bahwa teh juga mengandung caffeine, bagaimana mungkin teh yang berwarnah merah ini memiliki caffeine seperti kopi yang hitam? Apa caffeinenya sama? Mengapa aku tetap mengantuk jika minum teh? Berbeda dengan kopi? Mungkinkah caffeine mereka berbeda karena teh berasal dari daun sedang kopi dari biji? Ahh.. entahlah... Ku sesap tehku hingga kering dan aku berangkat sekolah bersama ayah.

Dan sekarang kembali lagi aku di sekolah ini. Memasuki ruang laboraturium Kimia. Kenapa harus belajar kimia? Ahh... Membuang buang waktu saja, Kenapa tidak belajar biologi saja atau fisika yang berhubungan dengan kehidupanku? 




 
Back To Top