Pengmas Kimia Fisik - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Pengmas Kimia Fisik


Satu hari yang lalu dari hari kemarin aku mengikuti salah satu kegiatan yang dilaksanakan laboraturium kimia fisik. Kegiatannya berupa pengabdian masyarakat, yaitu memberikan materi penelitian sederhana kepada guru-guru SMA, nah.. saat itu materi yang diberikan ialah mengenai pembuatan gula dengan hidrolisis dan fermentasi. Karena aku tergabung dalam mahasiswa yang melakukan penelitian di kimia fisik maka aku ikut. Sejujurnya penelitian ini sederhana saja, aku pernah mempelajari proses hidrolisis dan fermentasi pada semester 2 lalu, itu saat aku menulis PKM Gagasan tertulis, hanya berbeda pada jenis biokatalisatornya saja.

Sejujurnya aku hanya ingin lebih tahu dunia kerja, apa saja kegiatan para dosen, aku masih bertanya-tanya terkadang "Apa aku akan betah jika kelak menjadi dosen?". Jujur aku belum menemukan kesenangan saat mengajari orang lain, kecuali mengajari anak kecil. Aku malahan lebih suka kalau lihat anak orang menderita karena kesusahan memahami materi yang kujelaskan. >_<

Ohh iya.. Pengmas itu dilanjutkan dengan kegiatan praktikum langsung di laboraturium kimia fisik. Untuk beberapa saat kami membantu, hanya menuang-nuang bahan dan cairan saja, setelahnya kami beristirahat. Saat istirahat itu datanglah dosen pembimbing skripsiku Pak Lukman. Asikny pak lukman malah datang dengan obrolan tentang nikah! Ya semangat. Mengingat semua mahasiswa yang jadi asisten hari itu ialah mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsi, maka semua tertarik dengan obrolan jenis ini. Pertanyaan pertama jatuh pada Usqy.
P. Lukman : Usqi kamu begitu lulus mau langsung nikah kah?
Usqy : Yaa.. nggak tau Pak, lihat-lihat dulu
P. Lukman : Udah ada calon kahh Qy?
Usqy : Belum pak. Carikan coba pak,
P. Lukman : Kalau saya yang carikan, nggak akan jauh-jauh lah. 
*ketawa semua*

Sarah : Mahfuzh lho pak, masa mau nikah sama orang jerman
P. Lukman : He? Tinggian ceweknya nanti
#Jlebb *ohh iya, aku pernah ngobrol sama Sarah n Usqy masalah nikah dan aku bilang mau nikah sama orang jerman, itu aku asal aja sihh sebut jerman.. :D
P. Lukman : Ke jerman mau ngapai dia nanti? *seolah-olah aku enggak ada
Sarah n Usqy : Mau jualan rujak manis katanya pak.
P. Lukman : wahh bisa jadi kan di sana rujak manisnya di jual di restoran. Satu mangkok 10 euro misalnya, kan udah lumayan Rp.160.000 semangkok. Dimana di sini jualan rujak manis segitu mahal?
MMH: Sekalian jual rujak cingur aja pak. Spesialis rujak
P. Lukman : kamu cari petisnya dimana?
MMH: Impor gitu, dari madura pak.
*ngakak*
Sarah : Ya kejauhan, lagian petis madura terlalu asin Fuzh.
MMH: Yaudah sintesis aja, kita kan orang kimia.. 
*huahaha #kuliah 4 taun hanya untuk buat petis*
P. Lukman :: Kesalahan satu-satunya penemu petis itu tidak di patenkan.
*mikir.... Iya sihh.

Mengingat pak lukman ialah salah satu orang yang nikah muda, maka kesempatan untuk nanya balik nihh... :D
MMH: Pak. Bapak dulu udah berencana nikah dengan Bu Ulfa sejak selesai kuliah? *Bu Ulfa :: istri pak lukman, pembimbing 2 skripsiku, dosen organikku.
P Lukman : Mm.. Gimana ya? Saya dulu minta dilamarkan sama dosen biologi, pak Sasmito.
*ooo..*
Usqy : Langsung diterima pak? *dodol Uqy, pertanyaan macam apa ini?
P Lukman : Ya iya lahh.. Saya nggak akan buat peperangan kalau saya nggak yakin akan menang. 
Usqy : Yaa.. Kan siapa tau di tolak dulu gitu pak, pas lamaran kedua baru diterima *Uqy makin dodol
P Lukman : Orang nikah tu yahh.. nggak kreatif semua.  Format nikah itu lhoo itu itu aja. Ya kan?
Usqy, Sarah, MMH, Dayat : gitu-gitu aja gimana pak?
P. Lukman : Ya, para undangan masuk, isi daftar hadir(jangan TA!), masukin amplop(kadang kosong),  melewati pagar betis (pladen keluarga), ke atas panggung menemui mempelai yang diapit oleh kedua orang tua, salaman, makan dan pulang.
Usqy: ya iyalah pak, mau gimana lagi?
P Lukman : Nikahan kamu nanti yang beda Qy, pagar betisnya diganti labirin, jadi beberapa jam khan lewatinnya, pas capek beneran nanti baru makan.
MMH: Kamu nggak usah sewa gedung Qy, sewa lapangan rektorat aja! #ngebayangin nikahan di benteng takeshi
P. Lukman : Iya nanti kalau kamu nikahan Qy, jangan lupa undang-undang yahh..
Usqy: Iya pakk, nanti saya undang semuanya..
P. Lukman : Iya kan siapa tau nanti pas saya datang, salaman saya langsung berbisik " Kok jelek Qy Suamimu?"
*Huaahahahahaha ketawa puas*
Usqy : Ihh.. Bapak jahatnya.. Tuhh Mahfuzh ketapa puas, senang dia pak kalau saya di bully.,
MMH: Yaiyalah..
Obrolan santai yang gak jelas arahnya kemana, tapi yang pasti itu membuat kami sadar kalau kami bukan anak kecil lagi. Ohh ya, katanya Pak Lukman juga kalau setelah lulus kuliah itu turunnya derajat dari mahasiswa menjadi job less! Apakah aku siap? Ya... Aku harus mempersiapkannya.

BTW kok aku jadi malah nulis ini yahh? entahlahh.. 
 
Back To Top