Thats Not My Fault - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Thats Not My Fault


Manusia, terhormat, Kaum terpelajar, mengakui bahwa membeda-bedakan suku bangsa ras dan agama adalah suatu kesalahan yang tidak pantas dilakukan, tapi nyatanya mereka selalu membandingkan perbedaan itu. Memihak dosen daripada mahasiswa, membenarkan atasan daripada bawahan, dan memilih penguasa dibanding petani. Itu adalah yang terjadi. Kampus, kumpulan akademisi, orang—orang cerdas(katanya), telah menilai mahasiswanya hanya dari apa yang dia pakai. Aku adalah penentang seragam bagi anak sekolah. Juga beberapa aturan mengenai pakaian di kampus. Semua sudah tahu perbedaan itu indah, tapi di kelas kita disuruh berseragam, berarti menjauhkan kita dari keindahan!

Pernahkah kamu duduk-duduk bersantai di pinggir jalan dan memperhatikan orang-orang yang sedang lalu-lalang di hadapanmu. Oh... Ya! Aku sedang melakukannya dengan tersenyum. Beberpa orang yang melihatku mungkin berfikir bahwa aku sedang menunggu sesuatu, dan benar aku menunggu sore. Ini hari yang santai, dari bermalas-malasan di kontrakan aku kira lebih asik begini iseng dengan berduduk-duduk di tengah ramai manusia yang sibuk. Handphoneku bergetar, tapi aku sengaja cuekin, SMS didalamnya belum aku buka. Itu sekiitar 10 menit baru aku buka SMSnya. Ternyata dari seorang adik tingkatku yang menjadi patnerku dalam penulisan Karya Ilmiah, katanya dia mau ajak aku ke perpustakaan untuk menulis tambahan referensi. Dengan santai aku bangkit dari kursi berjalan menuju kampus, aku kira Perpustakaan ialah tempat yang cukup nyaman untuk beristirahat.

Perpustakaan kampus. Lama sekali aku tidak masuk, terakhir kali aku masuk itu ketika aku masih mahasiswa baru, seingatku aku mempu bertahan di dalamnya selama 20 menit, bosan dan pergi. Aku masuk dengan mengikuti persyaratan yang ada, menunjukkan KTM, menyimpan tas di loker, dan masuk. Aku masuk dengan menggunakan baju kaos berkerah, celana kain berwarna hitam dan sandal jepit eiger, Ya aku mau bersantai tadinya!


Sesuai janji aku bertemu dengan adik tingkatku di lantai 1 perpustakaan dan membahas mengenai karya ilmiah kami. Aku kira fasilitas perpustakaan ini cukup lengkap, satu-satunya hal yang kurang dari perpustakaan ini adalah kurang santai. Suasana dalam perpustakaan itu terlalu tegang, kursinya-kursi tegak, meja kotak, dan buku-buku tebal tersusun rapi. Aku sadari mungkin diantara sekian banyak orang dalam perpustakaan ini hanya aku yang akan protes masalah suasana yang terlalu tegang ini. Karena bayanganku tentang perpustakaan itu mungkin ada beberapa sofa, meja bundar berwarna putih yang elegan, kemudian karpet berwarana merah dan rak-rak buku yang tertata. Tapi sudahlah, perpustakaan ini memiliki AC yang membuat ruangan dingin dan nyaman tentunya.

Aku harusnya telah menyelesaikan kerjaanku hari ini kalau saja tidak ada seorang penjaga perpus yang memergoki aku yang menggunakan sandal. Dia jelas-jelas menegurku dengan nyaring dan menyebabkan pandangan orang-orang mengarah kepadaku.
“Mas Mahasiswa sini yah? Kok ke kampus pakai sandal?”
“Iya buk, ini KTM saya. Iya kenapa emang buk?”
“Kan gak sopan mas kalau masuk perpustakaan gak pakai sepatu, emangnya gak malu mas dilihatin orang-orang?”
“Ohh.. Habisnya di depan gak ada peraturannya Buk kalau gak boleh pakai sandal. Saya dari tadi gak ada yang lihatin Buk, karena Ibuk ribut di ruangan baca aja kita jadi di lihatin orang”
“Itu peraturannya harus mengenakan pakaian yang sopan mas”
Aku dengan pikiranku sendiri setuju kalau “Ibuk sendiri bajunya gak sopan, gak nutup aurat, baju ibuk ini masih belum aku anggap pakaian buk! Tapi Ibuk masuk perpus juga, gak malu?”

Tapi aku memilih untuk pergi saja dari perpustakaan.  Pengalaman yang sangat merugikan sekali bagi perpustakaan ini tentunya, karena kejadian ini perpustakaan dengan fasilitas AC ini aku black list dari daftar tempat nongkrong dan tidur santaiku. Sorry!

Kebetulan di hari berikutnya aku melintasi perpustakaan bersama teman-temanku. Sejenak aku nongkrong di deretan bangku depan perpustakaan, di depan pintunya, tepat di depan pintu perpustakaan aku lihat ada banner yang cukup besar bertuliskan “Dilarang masuk menggunakan sandal”. Aku berbisik pada temanku “Kamu lihat tulisan itu” dengan menuunjuk pada banner itu “Itu artinya kalau kalian mau masuk lepas sandal kalian dulu”. “Hahahaha”


Sudah ahh.. Semoga si penjaga perpustakaan segera melengkapi pakaiannya... Tenang Buk! Saya tidak akan masuk pakai sandal lagi!

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top