Skripsi tiba-tiba! - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Skripsi tiba-tiba!


Kimia. Sebagai Ilmu Pengetahuan yang menjadi mayorku di Universitas. Sejujurnya aku tidak begitu menguasai banyak mata kuliahku. Aku hanya tertarik pada beberapa bahasan kimia lingkungan dan industri. Memang benar kata orang bahwa waktu itu sangat cepat berlalu, baru sebentar rasanya aku mengenal teman-teman sejurusan, belajar dari dosen-dosen yang bermurah hati memberikan ilmunya(okey.. sejujurnya beberapa dosen tidak murah hati) dan tiba-tiba saja sudah nyaris empat tahun lamanya. Aku tiba-tiba sudah menghadapi skripsi.

Sudah sekitar delapan bulan yang lalu aku memulai skripsiku. Skripsiku di bidang kimia komputasi tepatnya simulasi molekular. Aneh. Begini awalnya kenapa aku pilih bidang yang semacam itu. Ada seorang dosen yang baru saja menyelesaikan studi S3nya di Jepang. Beberapa teman membicarakannya tapi aku tidak terlalu perduli. Awal semester 7ku di kampus aku mengambil mata kuliah Koloid, dan kebetulan dosen itu yang mengajar(awalnya benar-benar tidak tahu). Dosen itu masih sangat muda, dengan melihat catatan pendidikannya aku menebak bahwa dia sekitar 32 tahun. Dengan pengalamannya yang masih fresh dan memang masih berjiwa muda Ia dengan mudah membuat semua mahasiswa menyukai kelasnya. Sangat keren, ringkas dan efektif. 

Suatu hari setelah presentasi dari teman sekelasku, ternyata masih tersisa banyak waktu luang sebelum jam kuliah kami habis. Dengan inisiatif pribadinya dosenku mempresentasikan hasil risetnya di hadapan kami. Dan kamu tahu bahwa dia mempresentasikan simulasi molekular dengan sangat baik(karena hanya video simulasinya saja yg tampil). Aku saat itu langsung tertarik terutama karena dia mengatakan kalau penelitiannya itu tanpa mengeluarkan uang sepeserpun, dan itu benar-benar menginspirasiku!

Dengan iseng aku kemudian mengirimkan imel kepada dosen itu, aku menanyakan terkait penelitiannya itu dan bagaimana jika aku ingin mempelajarinya. Sesuai dugaan, imel itu berbalas dengan cepat(aku kira dosen ini selalu membuka laptopnya). Karena aku telah berada di semester akhir studiku, maka tidak ada jalan lain untuk menguasai satu bidang kecuali dengan mengambil tugas akhir di bidang tersebut. Mengingat aku sama sekali tidak mengetahui kimia komputasi, juga tidak mengetahui bahasa pemrograman maka aku harus memastikan bahwa diriku layak mengerjakan penelitian di bidang ini. Akhirnya dengan berani aku bertanya mengenai persyaratan agar aku bisa menguasai bidang ini.

"Apa persyaratannya pak Kalau mau ngambil TA di simulasi molekuler?"
imel itu berbalas dengan sangat singkat dan elegan
"Tidak ada persyaratan khusus, yang jelas kamu harus tahan dengan persamaan matematis" Aku belum puas dengan jawaban itu, walaupun jawaban itu jelas-jelas meyakinkan. akhirnya aku kembali bertanya
"Apa tidak ada syarat harus menguasai bahasa pemrograman komputer Pak?"
"Ohh.. Kalau bahasa pemrograman yang digunakan FORTRAN, kamu bisa belajar saja nantinya"
"Alhamdulillah..." dalam hati aku bersyukur, bahwa aku cukup memenuhi persyaratan itu. Aku cukup suka dengan persamaan matematis bukan hanya tahan, SMU dulu aku sangat suka matematika, dan kau tahu kan ayahku juga guru matematika(nggak ada hubungannya!). Akhirnya the final question is...
"Apa benar saya tidak perlu masuk lab pak? itu artinya penelitian saya nantinya akan GRATISS khan Pak?"
"Kalau di Simulasi molekular, kamu tidak perlu ngelab. Asalkan kamu punya komputer kamu bisa melakukan penelitiannya dimanapun"

Dengan jawaban itu maka aku sudah putuskan untuk berrtemu dosenku itu secara langsung dan meminta bimbingannya. Dengan ini maka aku akan TA dengan GRATISS hanya karena aku suka persamaan matematis! <== dan kau tahu apa artinya ? Mahfuzh kau bodoh!

Setelah menemui dosenku dan mendapatkan pengarahan aku sangat menyukai gaya dosenku menjelaskan. Sama sekali tidak ada keterikatan, yang artinya aku masih bisa memilih bidang lain. Tapi aku mengingat satu kata bahwa penelitian ini akan GRATISS karena itulah aku memantapkan hati. Ini jadi semacam kerja sama antara aku dan dosenku untuk menyelesaikan TAku, tetapi aku harus lebih banyak bekerja dan bertanya karena akunya kepo sihh!

Setelah mengetahui lebih jauh mengenai simulasi molekular maka aku semakin menyadari bahwa aku begitu bodoh karena menganggap ini akan mudah! Persamaan matematis yang aku hadapi ternyata benar-benar tidak menyenangkan (Bahkan memuakkan!), ternyata dalam bidang simulasi molekular ini aku harus mempelajari  statistika mekanik, integral dan diferensial persamaan matematis, bahasa pemrograman fortran, dan mayorku yaitu kimia Fisik. Karena aku benar-benar mulai dari nol, maka itu berarti aku harus belajar di empat bidang sekaligus kimia, matematika, fisika dan ilmu komputer. Petualangan TAku diawali dengan  Statistika terutama metode Monte Carlo (kalian tahu kan Statistikaku dapat D+?), integral numerik dan diferensial, Bahasa komputer Fortran(Yang aku bahkan enggak nggerti apa-apa), kemudian baru matematika(yang aku harap akan baik-baik saja) dan kimia(mayorku yang tidak begitu aku kuasai). Tapi entah kenapa aku tetap melanjutkan bidang minat ini, mungkin karena banyak sekali yang tiba-tiba jadi menarik bagiku diantaranya aku jadi suka mempelajari Bahasa Pemrograman Komputer..emmm... emm.. apa lagi ya? aku suka gratisnya! (sambil teriak).

Di balik sebuah sistem simulasi yang aku tonton di kuliah koloid itu, berisi banyak sekali persamaan matematis dan coding program yang nggak enak. Aku sekarang ragu, kalau saja waktu itu yang ditampilkan adalah bagian persamaan matematis dan coding yang ruwet ini, apakah aku masih mau mengambil TA di bidang ini. Tapi sejujurnya aku bersyukur karena ini jadi pelajaran berharga sekaligus pengalaman yang menarik bagiku.

Sekarang aku sudah melalui beberapa tahapan untuk sidang skripsiku, tapi aku jelas-jelas masih sangat sedikit ilmu. Itu membuat aku ragu-ragu untuk menghadapi ujian akhir.. Entahlah.. Tapi yang jelas aku enggak bakalan mundur! Aku harus berusaha memperjuangkan kelulusanku dengan gratiss. :D

Mahfuzh! Kamu bodoh! Dengan begitu kamu belajar, dan kamu cerdas! Dengan begitu kamu harus beramal!


What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top