Perang (Ber)Kelas - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Perang (Ber)Kelas


Kemarin aku sempat chating dan bertukar sapa dengan teman SMPku. Roman Gusmana namanya, demi kejadian itu aku jadi ingat sebuah kejadian di masa SMP yang mau aku ceritakan. 

Itu adalah hari selasa, hari dimana kami semua menggunakan seragam putih biru. Seragam ohh... Seragam.. aku benci kamu! Hari ini di mulai dengan pelajaran-pelajaran yang serius Matematika, Bahasa Inggris, namun setelah istirahat pertama akan ada mata pelajaran Keterampilan Tangan dan Kesenian . Dan dari mata pelajaran itulah semua bencana berawal. Sudah diberitahukan seminggu yang lalu untuk membawa tanah liat untuk pelajaran Keterampilan tangan dan kesenian hari ini, karena kami akan membuat kerajinan gerabah dari tanah liat. Selepas istirahat pertama hari itu kami langsung masuk kelas dan mulai membuka tanah liat kami masing-masing. Aku adalah yang membawa tanah liat paling banyak, itu karena ada Pabrik(kalau saja boleh di bilang pabrik) Bata di sebelah rumahku. Beberapa teman akhirnya meminta tanah liat yang aku bawa, dengan bimbingan dari guruku, kami membuat berbagai macam bentuk, aku membuat bentuk asbak yang ada hiasan kepala burung di bagian pinggirnya. Beberapa teman membuat patung binatang, dan yang lainnya membuat miniatur benda-benda seperti pesawat, mobil dan sejenisnya. Tidak terasa bell istirahat kedua telah berdering. dan pelajaran kesenian 'pun berakhir. 

Selepas istirahat kedua kami masih harus masuk kelas mata pelajaran PKN. Saat itu ibu guru kami belum datang, bukan belum datang ke kelas tetapi belum datang dari luar kota, sehingga bisa di pastikan ini adalah jam kosong. Aku mengajak temanku bermain tanah liat yang sisa dari pelajaran Kesenian sebelumnya. Awalnya aku hanya membuat-buat bentuk saja dengan tanah liat, hingga kemudian aku iseng melempar temanku dengan tanah liat. Tepat mengenai kepalanya dari belakang. Ari yang duduk di sebelah kananku tertawa nyaring sekali, menyebabkan teman yang aku lempar kepalanya mengira bahwa Ari yang melemparnya. Akhirnya Ari kena satu lemparan juga. Ari yang merasa tak bersalah melawan dengan melemparkan tanah liat juga. Itu hanya perlu waktu beberapa saat hingga terjadinya lempar-lemparan di selurh kelas. Aku yang tidak menyangka akan begini jadinya hanya bisa menikmatinya, itu juga karena amunisi tanah liatku masih sangat banyak. Sepertinya hampir seluruh isi kelas menikmati perang lumpur ini. 

Ketika aku sedang membidik seorang teman sekelasku yang sedang tertawa, secara tidak sengaja aku melihat dari jendela ada seorang guru yang datang ke arah kelas kami, dan saat itu juga aku langsung pergi. Aku lari secepat mungkin ke toilet, dan setelah di toilet aku baru tersadar bahwa bajuku kotor dipenuhi bercak noda tanah liat. Aku sengaja berlama-lama di toilet agar tidak kena marah guru yang datang itu. Aku biarkan dulu teman sekelas kena marah, dan dengan tanpa rasa bersalah aku masuk kelas, duduk manis sejenak, memasukkan buku-buku dan pulang.. Ahhh.. What a beautifull day!

Di tulis sambil duduk di kursi duduk.

1 comments:

Liciiiik! Dasar Kancil Borneo XD

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top