#Mystupidmemory4 - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

#Mystupidmemory4


Sepak Bola Jahat

Sudahkah kalian tahu bahwa hari ini aku sedang menulis dengan keadaan duduk bersila di sebelah kanan dari kaki kiriku, ada pisau kater di atas meja yang dihadapanku, hanya untuk persiapan jika aku umerasa bossan hidup, aku tinggal ambil saja kater dan bunuh kecoa yang ada di depanku, dengan begitu aku menyadari tersiksanya kalau mati kena tusuk pisau kater. Ahh ini apaan? Aku malah omongin hal yang tidak penting. Ngaco!

Pernah rasanya aku bercerrita tentang masa-masa kecilku dahulu, Ahh iya, aku ingat itu tulisanku beberapa hari lalu. Kecilku dahulu sepak bola itu adalah permainan yang sangat populer di kalangan anak SD, karena banyak anak-anak yang membicarakannya. Sekolahku ialah Madrasah Ibtidaiyah Al-Ihsan, dan kami jelas-jelas ikut menyukai permainan sepak bola. Sesungguhnya aku tidak terlalu mahir bermain bola sepak, tetapi oleh karena teman-temanku sukanya main bola, jadilah aku ikut-ikutan. Masa-masa SD ialah masa dimana aku memperoleh kebebasanku sebagai seorang anak manusia, seolah-olah saat itu aku tak punya ketakutan atas sistem, sistem pendidikan, sistem hukum dan pemerintahan, atau apapun. 

Seminggu sekali kami mendapati ada jam pelajaran Olah Raga, dan itu berarti main sepak bola pagi-pagi. Yahh selama seekolah di SD, kami hanya mengenal Olah raga sepak bola. Degan menggunakan baju olah raga yang khas dan beberapa anak masih menggunakan baju kaos biasa karena memang tidak punya baju olah raga, kami bermain bola di lapangan depan sekolah. Jujur harus aku akui permainan bola kami ini terkadang berlebihan, karena setelah selesai main bola kami selalu mendapat warna biru di kaki atau badan kami, tak jarang pula kami mendapatkan goresan-goresan luka. Beberapa anak dengan usia yang lebih tua selalu saja berbuat curang, menendang kaki anak yang lebih kecil dan setelah itu tertawa puas. Huh Bodoh!! Tipikal pegecut yang kemungkinan besar hanya akan jadi berandal dan pengacau. Ibarat permainan bola ialah suatu tubuh yang sehat, maka berandal dan pengacau-pengacu ini ialah tumor ganas yang selalu membuat Sepak bola terlihat menyedihkan!
Dalam setiap pertempuran dengan berandal itu, aku adalah salah satu yang aman dan selamat. Oleh karena ada dua teman baikku yang paling besar tubuhnya diantara kami semua, mereka adalah Adam dan Yunus. Dengan adanya kedua orang ini aku aman untuk mendapatkan bola, tanpa harus khawatir ada yang dengan kurang ajar menendang kakiku. Jika saja ada yang benar-benar menendang kakiku, maka terjadilah pertengkaran, dan itu akan berakhir tragis dengan kemenangan Yunuss yang mewakili aku. Yunus dan Adam menjadi sangat dekat dan baik denganku bukanlah tanpa alasan, mereka adalah orangnya yang selalu aku beri contekan setiap PRku, begitulah teman sejati, kalau kau tak punya otot maka tawarkan otakmu!

Adam dan Yunus ialah monster di lapangan, pernah dalam satu pertandingan sepak bola, Adam menendang bola dengan sangat keras sehingga bola melambung ke atas dan sangat tinggi, entah karena bola kami yang tua, atau tertancap duri, bola itu pecah tepat ketika mengenai tanah. Kedua orang ini terlalu kuat sehingga jika mereka menggiring bola, maka tidak ada yang mau menghadangnya, kejadian ini berakhir dengan  selalu di pisahnya mereka berdua dalam setiap permainan sepak bola kami. Jadi ketika Adam menggiring bola, maka hanya ada Yunus yang akan menghadangnya dan begitu pula sebaliknya. Tapi ini juga berakibat fatal karena setiap kali bermain bola mereka berdua berkelahi dan tak ada yang mampu memisah atau melerai perkelahian itu.

Itulah kehidupan Sepak Bola dimasa SDku. Kami tergila-gila pada sepak bola. Pernah suatu hari pada pelajaran Olah Ragga hujan deras sekali, kami tetap turun ke lapangan dan bermain Bola, ini menyebabkan kakak kelas kami ikut bermain dan hampir seluruh kelas 4,5, dan 6 bermain sepak bola. Saat usai bermain, kami beru sadar bahwa kami tidak mungkin masuk kelas lagi karena basah kuyup, dan dengan santainya aku pulangg ke rumah dan tidur. Esok pagi sekitar tiga kelas mendapat santapan penggeris dari guru. Tapi kami tidak menyesal, bahkan kami masih bermain saat hujan deras, dengan membawa baju ganti tentunya..

Ahh sudahan.. aku malas lanjutkan..


Mahfuzh TnT

1 comments:

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top