#Mystupidmemory3 - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

#Mystupidmemory3


Ular yang Malang

Ini minggu pagi yangg cerah sekali, sehngga aku belum keluar rumah dan sekedar menebak semaunya. Ohh Kali ini aku ingin bercertita mengenai masa kecilku sebagai anak orang jawa yang tinggal di Kalimantan Timu sejak kecil. sesungguhnya segenap kcintaanku pada alam dan perjalanan itu telah terbangun sejak aku mengenal lingkungan hutan sekitar rumahku. Bagi mereka yang tinggal di kota, mungkin mereka punya banyak mainan bagus dan mewah, tetapi bagi kami, pelepah pisang, kayu karamunting, pepohonan dan hutan telah menjadi mainan sekaligus lapangan bermain yang sangat menyenangkan. Satu hal lagi yang jelas aku pelajari sejak kecil ialah menghormati orang lain dengan latar belakang budaya dan bahasa yang beraneka ragam. Aku memiliki teman masa kecilku dari suku bugis, dayak, jawa, makassar dan bahkan orang malaysia mereka semua mengagumkan!

Aku lupa sudah berapa banyak hal menarik saat aku masih SD. Segala hal yang kami lakukan penuh dengan suka cita. Ohh iya, aku baru ingat satu hal menarik tentang temanku yang dari dayak, sungguh aku ingat kamu teman! Aku ingat ini semua berawal dari sebuah pondok pesantren Hidayatulloh dimana keluargaku masih tinggal di sana dan aku masih bersekolah di sana. Suatu pagi yang berkabut, yahh setidaknya bayangkan saja ada kabut agar terlihat asri dan penuh hutan, aku bersama beberapa temanku sudah duduk manis di sekolah kami yang keren, sekolah tanpa pagar, sekolah dengan bangunan panggung yang lantainya sudah rusak dan reot ini aku dierkenalkan oleh guruku dua orang siswa baru yang bertubuh sangat besar, berdasarkan perkenalan dari guru kami, dia adalah anak suku dayak, namanya Adam dan Yunus. Sungguh ketika pertama kali aku bertemu mereka aku tentu saja kagum oleh karena di pikiranku aku berikir bahwa orang dayak itu sungguh bertubuh besar sekali, tubuhku ini hanya setengah dari tubuhnya.
Seiring pertemananku dengan kedua teman dayakku itu aku jadi tahu kalau ternyata mereka memang lebih tua empat tahun dariku, dan baru bersekolah. Mereka tidak mengenal sekolah sebelumnya, dan aku baru tahu kalau mereka ternyata baru saja memeluk agama Islam. Subhanallah! Aku sungguh kaguum karena mereka meninggalkan agama nenek moyangnya dan beralih memeluk Islam sebagai agamanya. Ini pastilah memerlukan suatu pemikiran yang panjang dan pertimbangan yang matang, sungguh aku bingung saat itu kami kan masih kanak-kanak, untuk apa berfikiran terlalu dewasa  macam itu!

Seiring persahabatanku dengannya aku juga mengetahui bahwa Ia awalnya merupakan anak suku Dayak yang tertinggal dari rombongannya dan hilang di hutan, kemudian seeseeorang dari pesantren menemukannya dan mengajaknya tinggal di pesantren hingga ayahnya ditemukan. Sebentar... Dalam kasus ini, ayahnya tidak hilang melainkan mereka berdualah yang hilang dari ayahnya. (Butuh sekitar lima tahun hingga mereka bertemu dengan ayahnya). Nama mereka Adam dan Yunus ialah nama yang diberikan pengasuh pesantren setelah mereka masuk Islam sedangkan nama mereka di sukunya berbeda(sory lupa=).

Ada suatu saat kami asik bermain dengan semua teman sekelasku, tak lama kemudian seseorang berteriak "Ada Ularr!!", itu adalah teman malaysiaku yang berteriak. Kami semua panik, panik ingin melihat ular dan panik ingin menghindari ular tersebut. Aku melihat itu adalah ular hijau, yang kecil, dengan kepalanya berbentuk segitiga dan gerakannya meliuk-liuk, sudah dapat dipastikan itu adalah ular berbisa, tetapi saat itu aku sudah termakan kata-kata masyarakat bahwa ular itu berbahaya, beracun, sehingga  tak perduli apapun jenisnya, tanpa aku bisa membedakan ular beracun atau tidak, aku akan kabur jika melihat ular. Sedangkan Adam dan Yunus punya respon berbeda dengan semua anak lainnya. Adam maju dengan wajah tersenyum, menangkap ekor ular itu, lalu memutar-mutarkannya, tunggu!.. Aku ingat film koboi di masa itu ketika koboi memutar-mutarkan tali di atas kepalanya, itulah yang dilakukan Adam dengan Ular pada posisi talinya. Kejadian itu berlangsung cepat hingga ketika diletakkan, si ular sudah tidak selincah ketika pertama kali menakut-nakuti kami. Ular itu terrlihat tidak sehat dan meluluh di genggaman tangan Adam. Semua kami masih takut saat itu, Adam memegang ular itu dengan santai seolah-olah ular itu ialah peliharaannya yang jinak.

Aku yang penasaran kemudian memberanikan diri bertanya "Adam, kamu gak takut sama ular?"
Dengan senyum mengembang, Adam menjawab "Nggak, ularnya baik kok, kamu mau pegang Fuzh?"
"Enggak adam, dia masih bertaring, ular itu berbahaya"
Adam kemudian mengambil ranting sebesar ibu jari, kemudian di bukanya mulut ular kecil itu dan dipaksanya menggigit ranting itu, lalu dengan sangat cepat Ia tarik ranting itu. Lalu kemudian berkata "Nah sekarang dia ompong, ayok pegang". Ular itu semakin terlihatt tidak berbahaya, bahkan sepertinya ular itu semakin imut di tangan kiri Adam. Di tangan kanan Adam aku lihat ranting yang ditancapi sepasang taring ular kecil itu.

Dengan sedikit rasa menyesal telah mengatakan mengenai taring itu, aku mendekati Adam. Ahh Ular kecil yang malang, kamu berada di tangan yang salah. Hari itu aku dapat pelajaran berharga, Jangan pernah-menakut-nakuti orang dayak dengan ular! Sia-sia...


Mahfuzh TnT

2 comments

artinya, kalo ular aja serem, orang Dayak lebih serem ya? :p

Nahh Itu ngertii.. :D :P

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top