Mystupidmemory #2 - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Mystupidmemory #2


Tersesat di Kapal

Setelah tiba di kota Samarinda(ini Kaltim!) kami menginap di rumah saudara jauh dari ayah. Kami harus menginap di samarinda dulu  beberapa hari karena tiket keberangkatan kapal kami ialah dua hari lagi. Begitulah jaman dahulu kala, beli tiketnya langsung ketika kami telah berada di Samarinda sehingga tidak bisa mendapatkan tiket yang langsung untuk hari itu juga. 

Sesungguhnya, untuk kalian yang membaca dari awal tetapi sudah tidak mengerti, kamu bisa lihat postingan aku yang sebelumnya, karena ini cerita yang di sambung-sambung sehingga menjadi cerbung "Kapalku Berlayar Dadaah.. Berau

Jadi perjalanan dari Berau menuju Samarinda telah aku tempuh 2 hari 2 malam lamanya, kemudian esok kami akan melanjutkan perjalanan dari Samarinda menuju Surabaya selama 3hari 3malam lamanya. Jadi total waktu efektif yang diperlukan untuk keluarga kami tiba di Jawa adalah lima hari, itu jika tidak istirahat dan menginap di samarinda, karena kami menginap du ahari dua malam maka perjalanan kami akan menghabiskan waktu satu minggu penuh.  


Pagi harinya kami telah bersiap menuju pelabuhan untuk bisa naik kapaal. Oh ya, kapal yang kami tumpangi ialah kapal Kerinci milik PELNI. Aku kira beberapa diantara kalian tidak pernah mengenal PELNI, PELNI merupakan singkatan dari Pelayaran Nasional Indonesia yang merupakan satu-satunya perusahaan pelayaran di Indonesia. Kami tiba di pelabuhan dengan selamat, dan kemudian masuk untuk menunggu kapal PELNI, sistem pelayaran kapal ini tidak seperti bus yang bolak-balik hanya pada dua pelabuhan, tetapi jalurnya adalah beberapa pelabuhan nasional, sehingga kapal yang kami tumpangi ini sebenarnya telah melalui jalur pelayaran sebelumnya. Kami menunggu kapal itu yang  tidak kunjung tiba, kapal tidak dapat datang tepat waktu karena adanya ombak yang deras, sehingga kami harus menunggu selama 12 jam di pelabuhan. Kala dahulu, itu adalah hal yang biasa saja.

Kami naik kapal dengan tertib, kemudian masuk ke dalam kapal dan di dalam kapal tidak seperti kapal kami yang sebelumnya yaitu kapal Teratai yang tempat tidur seluruh penumpang kelas ekonomi tergabung jadi satu, disini tempat tidurnya berada di kamar-kamar. jadi kami mendapat satu kamar khusus sekeluarga. Keren! di kamar terdapat jendela kecil yagn berbentuk lingkaran, sangat unik!(Belakangan ketika SMA aku minta dibuatkan jendela kamar seperti itu).

Kapal Kerinci ini sangat besar, bagian dalamnya terdapat beberapa tingkat bahkan di dalamnya terdapat masjid  untuk sholat jumat. Aku berjalan-jalan memutari kapal bersama ayahku, Ia memberitahukan lokasi-lokasi penting di kapal itu termasuk ruang makan. Bagi ayahku ini bukan pengalaman pertamanya naik Kapal Kerinci ini, ia telah beberapa kali pulang pergi jawa-kaltim.

Pagi setelah menginap semalam di kapal, aku dan ayahku sholat shubuh di masjid kapal. kemudian setelah itu aku meminta izin untuk berkeliling kapal, dan ayahku mengijinkannya. Aku langsung berjalan menuju bagian paling atas kapal, dan yang aku saksikan adalah para turis telah berkumpul tidur-tidur di atas kapal ini, aku heran apa mereka tak punya cukup uang untuk menyewa kamar yang ada di dalam, sehingga harus tinggal di luar kapal seperti ini? Kemudian tak lama aku menyaksikan terbitnya matahari, itu sangat mengagumkan Indah sekali! Para turis telah bersiap di posnya masing-masing dengan kameranya, ohh jadi mereka menunggu momen semacam ini. Turis memang punya selera keindahan yang sangat tinggi.

Setelah momen terbitnya matahari itu, ternyata ada pula saat dimana ikan lumba-lumba di lautan berlompatan mengiringi kapal kami yang berlayar, dan momen ini takkan dilewatkan oleh para turis untuk mengambil gambarnya.  

Setelah matahari semakin naik, tibalah saatnya aku kembali, namun di tengah peralanan kembali, dilakukan pemeriksaan tiket, yang mengerikan ketika pemeriksaan tiket ialah beberapa pintu utama akan dikunci, dan itu menyebabkan aku memilih jalan memutar(karena sok tahu). Ternyata semua pintu terkunci dan aku terjebak di bagian tengah kapal. Ohh.. No! Aku tidak bisa menuju kamar indah kami untuk menunjukkan tiket. Akhirnya aku menangis saja. Hey! kalian jangan pernah meremehkan tangisan anak kecil! Oleh karena tangisanku yang merdu sekali itu, aku diajak oleh ABK(Anak buah Kapal) yang bertugas memeriksa tiket untuk menuju ruang makan dan makan disana, kemudian aku  menunggu Keluargaku masuk ke ruang makan karena sudah waktunya makan pagi.

Pagi itu aku di kembalikan oleh ABK itu ke keluargaku yang sebenarnya, ni benar-benar kisah yang mengharukan dimana sebuah keluarga telah berkumpul kembali. Seharusnya tulisan ini aku beri judul "Pangeran yang Hilang".

Tetapi dibalik itu semua, ayahku dimarahi oleh ABK itu karena membiarkan anaknya berkeliaran sendiri. Haha.. Kasihan Ayah.. Tapi besok paginya aku kembali keliaran sendiri, setelah berjanji akan kembali sebelum pemeriksaan tiket, dan ayah selalu mengijinkan!


Mahfuzh TnT

2 comments

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

wakakakaka
wakakakakakakaka...
yayaya
gua baru tau klo ternyata Anda pernah, bisa dan tau caranya menangis...
XD XD XD

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top