Mystupidmemory #1 - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Mystupidmemory #1


Kapalku Berlayar, Dadaah.. Berau

Lupa sudah akunya, kapan tepatnya kejadian ini aku alami. Yang jelas itu adalah jaman masih susah. Aku berangkat ke Jawa dengan menggunakan Kapal. Ohh iya, aku baru ingat, itu adalah pertengahan tahun 2000, aku masih SD kelas 3, saat itu tak perlu diragukan lagi aku selalu sangat imut-imut. Sepertinya semua yang baca sudah tahu kalau aku ini adalah orang jawa yang lahir di Kalimantan Timur, menurutku itu sesuatu yang sangat menyenangkan karena isu rasisme di Kalimantan Timur tidak ada. Yahh! Aku hanya dipanggil Jawa saat di Kelas. Ohh iya, terkadang juga dipanggil "Jawa!" dengan aksen "J" yang khas, tapi tak mengapalah, karena itu hanya di sekolah. Di lingkungan rumah yang dekat dengan sekolah tak pernah ada yang memanggilku Jawa, emm.. mungkin ada tapi  hanya beberapa kali ketika ayah dan ibuku tidak ada. Masa itu ayahku adalah seorang guru yang mendapat kesempatan untuk belajar lanjut S1 ke kota Malang(yang sekarang hampir aku jajah) selama dua tahun dan dengan mengambil kesempatan itu ayahku berencana memindahkan kami semua ke Jawa, oleh karena ayah dan ibuku ialah orang jawa. mungkin perpindahan ini bagi mereka merupakan kesempatan pulang kampung yang lama, tapi sejujurnya itu adalah sesuatu yang berat bagiku pada masa itu. Aku memikirkan bahwa kelak aku harus beradaptasi, berkenalan dengan orang-orang baru, dan harus juga bertoleransi terhadap budaya yang baru, Hey!! Aku pasti akan bigung karena Aku masih kanak-kanak ngapain mikirin itu!


Keputusan perpindahan itu menyebabkan aku pergi dari pulau kalimantan menuju pulau yang tidak asing bagiku, Jawa namanya. Perjalanan ini bukanlah hal yang mudaah seperti saat-saat sekarang ini, rute keberangkatan kami adalah dari Berau(Kaltim) kami menuju Samarinda(Kaltim juga!) melalui perjalanan air, ehh salah.. melalui pelayaran air menggunakan kapal. Kalau aku tidak salah ingat itu kapal bernama Kapal Mesin Teratai, jangan tanya kenapa dinamai "Teratai", itu tentu saja karena sifatnya yang seperti teratai, Ya! malas dan lambat bergeraknya! Kemudian dilanjutkan dengan menginap sehari di Samarinda, ini karena kami harus memesan tiket untuk keberangkatan Samarinda(masih Kaltim!) ke Surabaya(Udah Jatim :p). Dan saat itu kami mendapatkan kapal bernama Kapal Mesin Kerinci milik PELNI, awalnya aku tidak tahu mengapa diberi nama "Kerinci", hingga ketika naik aku baru tahu bahwa itu plesetan dari "Kelinci" karena kapal ini tidak berhenti melompat-lompat di lautan.

Pergilah kami sesuai dengan rencana, berangkat dengan membawa peralatan mandi dan pakaian naik ke kapal Teratai dari pelabuhan Berau. Saat naik kapal itu ayahku sedang melengkapi persuratan dan administrasi sehingga kami(ibuk, aku, kakak) naik duluan. Cukup lama hingga bel perjalanan berbunyi "Tut...Tu...Tuuutt" tetapi ayah belum juga naik ke atas kapal. Kapal berangkat ketika telah dibunyikan bel keberangkatan yang ketiga kalinya, dan ayahku belum juga berada di sisi kami. Ibuku yang khawatir kemudian menyuruhku keluar melihat keadaan di luar sana, mencari ayahku.


Aku keluar dan berdesakan dengan orang-orang yang berlarian karena ingin keluar dari kapal, mereka cuma pengantar, ini pemandangan yang menurutku biasa karena ini bukan pertama kalinya aku ke samarinda dengan menggunakan Kapal mesin. Aku harus segera menuju bagian samping kapal, ketika tiba di bagian paling samping kapal aku melihat kejadian yang menurutku biasa saja, tapi mungkin menarik bagi kalian, jadi aku ceritakan. Saat ini tangga kapal telah dimasukkan dan kapal telah berlabuh meninggalkan pelabuhan, tetapi beberapa orang pengantar masih terjebak di dalam kapal. Satu persatu dari mereka melompat dengan mudahnya keluar kapar dan berenang untuk kembali ke pelabuhan. Ya mereka bahkan melompat dengan indahnya, seolah-olah mereka sengaja terjebak di kapal agar bisa melompat dan berenang ke pelabuhan.

Sudah beberapa kali aku kelilingi kapal, dan aku belum menemukan ayahku. Celaka! Ia pasti terlambat dan belum masuk kapal. Sesungguhnya ini situasi yang sangat serius, karena semua tiket dan surat perpindahan ada di ayahku, bagaimana jika ada pemeriksaan tiket kemudian kami dianggap imigran gelap atau kriminal yang melarikan diri ke daerah lain? Ahh.. Aku sungguh bingung, Aku kan masih kanak-kanak ngapain mikir sejauh itu! (sejujurnya aku nangis saat itu)

Tak berapa lama kemudian aku melihat orang yang baru saja naik kapal melalui jendela bagian samping kapal, satu persatu  ada yang menyusulnya, kemudian aku berfikir "Darimana datangnya orang-orang ini?" apakah mungkin mereka adalah supermen yang bisa terbang sehingga dari daratan sana dia terbang dan melalui jendela dia masuk ke kapal yang kecepatan berlayarnya lebih lambat daripada kecepatan terbangnya supermen?. Yahh.. Begitulah sepertinya pola pikir yang lebih normal untuk anak kecil seusiaku. Tapi itu membuatku menuju jendela untuk melihat keluar, aku lihat ada sebuah kapal kecil yang mengejar kapal kami, dan di dalam kapal kecil itu aku lihat ada ayahku yang melambaikan tangannya dan tersenyum. Kapal kecil itu mengejar kapal besar ini dengan mudah, bahkan pengejaran  itu hanya berlangsung beberapa menit, kemudian ayahku naik ke kapalku melaui jendela samping. Yahh seperti dugaanku kapal ini sangat lambat!

Ayahku berhasil aku bawa menuju ibuk untuk dimarahin karena sudah buat ibuk khawatir, katanya khawatir tanda cinta, tapi gak tahu marahnya juga karena cinta apa enggak?.. Ahh.. Ibuk.. Ahh.. ayah.. romantis dehh.. Dengan begitu berakhirlah cerita ini dengan ending yang sangat membahagiakan ketika sang suami bertemu kembali dengan sang istri dan keluarganya. Mereka kemudian Hidup Bahagia Selamanya..

Jangan bilang tulisanku ini seperti dongeng yang sangat indah akhirnya, karena aku tahu, aku pantas mendapatkan pujian itu! 

Mahfuzh TnT

8 comments

Ditunggu cerita selanjutnya (pas lg di Jawa) ya :p

Belom, Perjalanan Kapal Part 2 dulu mungkin.. :D

oke, ini adalah dongeng yang indah. Tak peduli bagaimana anehnya seorang bocah imut dapat mencari ayahnya yang hilang di kerumunan orang2 pengantar... dan akhirnya menemukan ayahnya sedang berjuang di sekoci mengejar ketinggalan kapal.. amazing story on yourstupidmemory. lanjutkan!

Haha, bagian yang mengharukan adalah bayangan seorang bocah (yang katanya) imut menangis menyadari ayahnya tidk ada bersamanya.... Terbayang paniknya :D

Terimakasih sudah baca.. :D

Hihi.. Nangis aja, namanya anak kecil

dan aq dilanda bosan ketika masuk paragraf kedua, kenapa coba? mgkn kudu dibumbui yang lebih...mmm...pedas, asin, asem, gurih, sedikit manis tak apalah

Mmm.. Bumbu indomie boleh? udah lengkap instant pula.. :P

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top