Sokolahku... Ohh.. SD - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Sokolahku... Ohh.. SD


Kemarin adalah harinya dimana aku melihat teman satu kontrakan  membeli jaket baru, itu jaket super hero yang unik. Ahh jaket itu sungguh ingatkan aku  pada memori masa kecilku di Sekolah Dasar dahulu kala. Masa saaat aku terlalu kagum pada superhero. Aku lihat batman, robin, spiderman yang terlihat keren dengan topengnya. Ahh.. bodohnya, aku bahkan membuat banyak topeng seperti itu. Itulah dirikuyang kecil, penuh imajinasi, warna pada setiap pikiran, dan kesenangan kuraih dengan hal-hal paling sederhana sekalipun.

Jika aku ingat-ingat kapan harinya semua imajinasiku itu "dirampok" itu adalah saat aku masuk untuk mendaftar sekolah SD. Sekolah yang banyak aturannya, menyebabkan jadilah aku yang konvensional ini. Sekolah yang mengajarkanku banyak hal, anehnya sedikit sekali mempraktikkan apa yang sudah diajarkan itu.

Adalah penulis Pidi Baiq pernah berkata "Sekolah ajarkan aku katanya perbedaan adalah Rahmat, nyatanya kita semua dipaksa pakai seragam, berarti menjauhkan kita dari rahmat"

Aku suka sekolah, oleh karena sekolah itu tempat aku berkumpul bersama temanku, aku bisa bermain untuk kemudian berkelahi dan saling memaafkan. itulah yang kusukai. Dikelas kami diajarkan dengan ancaman hukuman bagi si bodoh dan tentu saja sanjungan bgi si pintar.

Aku menulis ini bukan semata-mata karena aku tidak suka sekolahan. Tapi aku tak suka sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia saat ini. Di sekolah kita tak bisa macam-macam, kita dipaksa menjadi yang satu macam. Banyak sekali hal aneh di sekolahan. Sekolahlah tempatnya dimana aku disuruh belajar teori-teori Einstein, sedangkan Einsteinnya sendiri berkata "Imajinasi Jauh Lebih penting". Sejujurnya aku jau lebih suka belajar berimajinasi dibandingkan gravitasi, lebih suka mengembangkan Kreativitas dibandingkan Relativitas.

Aku juga ingat pernah dihukum karena tidak membawa dasi sekolah. Katanya aku tidak disiplin, padahal aku juga tidak tahu kenapa harus pakai dasi kalau ke sekolah?. Sekolah itu aneh, dia ajarkan kita hafal banyak nama baju daerah sedangkan setiap harinya kita pakai baju berdasi yang budaya barat. Bagaimanapun pendidikan adalah dari kebiasaan dan jika kami terbiasa dengan seragam barat maka jangan salahkan kami yang lebih suka pakaian barat.

Sekolahan ternyata aneh, Katanya "Kejarlah Mimpi-mimpimu wahai Siswa teladan, Nyatanya Tidur di kelas dilarang. Berarrti menjauhkan kita dari mimpi"

Sekolah itu juga aneh, dia ajarkan kita pelajaran IPA untuk belajar tentang Alam, tapi sekolahan sendiri di pagarin keliling.Berarti membatasi diri dari alam. Sekolahan itu tak perlu takut kehabisan muridnya, jika saja sekolahan itu menyenangkan, murid akan datang membawa temannya ke sokolah.

Sekolah itu banyak aturan. Rambut panjang dilarang, kuku panjang dilarang, gak berseragam dilarangnya juga. Ini yang buat peraturan enggak mikir, kalau di sekolah ada penjahat gimana coba? Wiro sableng mau nolongin enggak boleh masuk karena rambutnya panjang. Bima juga enggak boleh karena kukunya panjang, gatot kaca juga malah enggak pakai seragam. Paling yang bisa nolongin cuma panji karena sepatunya hitam.

Aku kira Sekolah akan Terus gagal Mendidik selama masih banyak siswa yang takut ketika salah dan sombong ketika benar. Sejatinya pendidikan yang baik dan benar itu yang menyebabkan yang dididik bersifat seperti padi, yang semakin merunduk ketika semakin barmanfaat.

Ayo kita berangkat pergi ke sekolah untuk menambah ilmu, bukan untuk membunuh dirimu yang khas. :D

Mahfuzh TnT

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top